Thursday, March 26, 2026

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints

A. Ringkasan Khotbah

Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Sejumlah pertanyaan sederhana dan panjang dijadikan indikator untuk menilai ketekunan seseorang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Apakah ini berarti orang yang gagal dalam tes ini juga akan gagal dalam mempertahankan keselamatannya? Khotbah berikut mengajarkan alasan orang percaya akan bertekun hingga titik puncak keselamatan. 

1. Tuhan Bekerja

Paulus memuji jemaat Filipi yang bertekun dalam keselamatan yang diperoleh. Namun Paulus mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan obyek kebanggaan diri melainkan merupakan pekerjaan Tuhan dalam diri orang percaya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja dalam dirinya.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Flp 2:12) 

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Flp 2:13)

2. Manusia Berusaha

Pekerjaan Tuhan menuntut respon manusia secara tulus. Orang percaya harus terus berusaha dalam firman Tuhan dan menjauhkan diri dari hal yang sia-sia. Dengan demikian garis pemisah akan jelas antara penerima keselamatan dan sebaliknya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena terus berusaha.

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (Flp 2:14)

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, (Flp 2:15)

sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. (Flp 2:16)

3. Mendapat Sukacita

Tuhan tidak membiarkan orang percaya berusaha dalam kepedihan hati. Ia memberikan sukacita surgawi yang tidak dapat diberikan oleh siapapun. Itulah sebabnya Paulus meminta jemaat Filipi untuk bersukacita dengannya. Dengan demikian semua usaha terasa seperti madu. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena mendapat sukacita dari Tuhan.

Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. (Flp 2:17)

Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku. (Flp 2:18)

B. Kesimpulan

Orang percaya akan bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja supaya dirinya dapat berusaha dan berpegang pada firman Tuhan dengan sukacita.

C. Kebaruan

Kata "kerelaan" dalam Flp 2:13 berasal dari kata eudokia dalam bahasa Yunani yang berarti kehendak, pilihan, atau kesenangan.

D. Refleksi 

Saya perlu semakin giat melayani karena Tuhan yang empunya gereja senantiasa bekerja dan menyediakan sukacita bagi orang percaya.

E. Kata Bijak

Melayani dengan tekun, bertahan sampai akhir.


Friday, March 20, 2026

Yohanes 6:38-40

Irresistible Grace

A. Ringkasan Khotbah

Ketika seseorang berjasa bagi negara maka presiden berhak memberikan anugerah penghargaan berupa tanda jasa, tanda kehormatan, atau gelar. Secara hukum anugerah ini dapat ditolak oleh penerima meskipun jarang terjadi. Bagaimana jika pemberi anugerah keselamatan adalah Tuhan? Mungkinkah manusia berdosa dapat menolaknya? Khotbah berikut memaparkan alasan ketidakmampuan manusia menolak anugerah Tuhan.

1. Tuhan Menghendaki 

Anugerah keselamatan bagi orang berdosa adalah kehendak Allah Tritunggal yang tidak pernah gagal. Tuhan Yesus turut merancang dan menyepakati sejak kekekalan (pactum salutis). Kemudian rela turun dari takhta surga menuju dunia untuk melakukan kehendak Bapa. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menghendakinya. 

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. (Yoh 6:38)  

2. Tuhan Menjaga

Kehendak Tuhan dibukakan lebih rinci. Orang-orang berdosa yang telah diberikan kepada-Nya akan dijaga dan dipelihara supaya tidak binasa. Apapun yang terjadi tidak dapat menyingkirkan penjagaan Tuhan Yesus atas orang percaya. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjaganya.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (Yoh 6:39)  

3. Tuhan Menjumpai

Tuhan Yesus datang ke dunia tidak secara diam-diam. Ia memperkenalkan diri-Nya dan berjumpa dengan orang berdosa supaya mereka melihat Allah. Perjumpaan ini menghantarkan bibit iman di dalam diri orang berdosa untuk menuju keselamatan. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjumpainya.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh 6:40)  

B. Kesimpulan

Anugerah Allah tidak dapat ditolak karena Tuhan menghendaki, menjaga dan menjumpai orang berdosa.

C. Kebaruan

Kata "hilang" dalam Yoh 6:39 berasal dari kata apollumi dalam bahasa Yunani yang berarti hancur, binasa, atau dihukum mati.

D. Refleksi 

Saya bangga memiliki Tuhan yang tidak pernah gagal dan mengasihi dengan tindakan yang nyata.

E. Kata Bijak

Keindahan Kristus membuatku tidak mampu menolak.


Saturday, March 14, 2026

Roma 8:28-30

Limited Atonement

A. Ringkasan Khotbah

Banyak pengalaman penumpang pesawat terkait dengan pembatasan berat bagasi. Tidak sedikit yang mempertanyakan kebijakan ini. Tentu saja sebenarnya para penumpang menyadari alasan dari pembatasan ini adalah demi kenyamanan dan kapasitas pesawat yang terbatas. Hal ini akan sangat berbeda ketika berbicara tentang Tuhan yang tidak terbatas membatasi penebusan pada orang-orang tertentu. Kenyataan yang sulit dicerna oleh manusia namun kebenaran tetaplah kebenaran. Khotbah berikut menunjukkan penebusan terbatas dari Tuhan atas manusia berdosa.

1. Rencana Tuhan

Jemaat Roma mulai bertunas tanpa pemimpin. Rasa haus akan kebenaran tidak mampu terpuaskan oleh ajaran-ajaran orang Yahudi. Kondisi ini diperberat dengan perjuangan dalam melawan dosa. Tunas kecil ini hampir layu. Paulus dalam suratnya menguatkan mereka dengan memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang spesial yang terpanggil untuk menikmati kebaikan Tuhan. Rencana keselamatan Tuhan khusus bagi orang-orang yang terpanggil.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8:28)  

2. Tujuan Tuhan

Rencana Tuhan menyertakan sebuah tujuan yang mulia. Orang-orang yang dipanggil akan menuju pada suatu keadaan yang sempurna. Tujuan Tuhan atas orang-orang yang terpanggil adalah untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8:29)  

3. Karya Tuhan

Untuk mencapai tujuan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia sendiri yang akan berkarya atas mereka. Karya Tuhan dimulai dari memanggil, diteruskan dengan membenarkan status mereka melalui kebenaran Tuhan Yesus, dan pada akhirnya orang-orang tersebut hidup memancarkan kemuliaan Tuhan dan menuju puncak keselamatan.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:30)  

B. Kesimpulan

Tuhan memilih orang-orang tertentu dalam rencana-Nya untuk serupa dengan Kristus melalui panggilan, pembenaran, dan pemuliaan.

C. Kebaruan

Kata "dipilih" dalam Rm 8:29 berasal dari kata proginosko dalam bahasa Yunani yang berarti pilihan khusus.

D. Refleksi 

Saya bersyukur dan menyadari betapa berharganya terpilih sebagai orang-orang yang berjalan dalam rencana keselamatan Tuhan.

E. Kata Bijak

Kamus Tuhan tidak ada kata gagal.


Thursday, March 5, 2026

Yeremia 1:4-10

Unconditional Election

A. Ringkasan Khotbah

Persaingan dalam dunia kerja semakin hari semakin berat. Persyaratan yang dimunculkan pun semakin banyak. Tujuan sesungguhnya adalah untuk memilih pekerja yang berkemampuan dan siap kerja tetapi terkadang persyaratan yang diberikan tidak relevan dengan pekerjaan. Sampai-sampai pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 untuk melarang persyaratan yang diskriminatif. Berbeda dengan pemilihan Tuhan yang tanpa syarat. Tuhan tidak melihat dan mempertimbangkan kemampuan manusia. Khotbah berikut memperlihatkan cara kerja Tuhan dalam memilih nabi Yeremia. 

1. Menetapkan

Yeremia tidak menyangka dirinya akan bertemu Tuhan dan mendengar suara-Nya secara langsung. Suara yang menghangatkan hatinya. Ternyata Tuhan sudah mengenal, menguduskan, dan menetapkan Yeremia sebagai nabi sebelum ia lahir. Pemilihan tanpa syarat dimulai sejak semula.

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: (Yer 1:4)  

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yer 1:5)  

2. Membekali

Yeremia heran akan pemilihan dirinya yang tidak memenuhi syarat. Bagaimana seseorang yang tidak fasih berbicara dapat menjadi nabi? Tuhan yang kenal Yeremia tentu saja tahu seberapa jauh kemampuannya. Itulah sebabnya Tuhan menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Yeremia. Pemilihan tanpa syarat menyertakan pembekalan.

Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yer 1:6)  

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yer 1:7)  

Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." (Yer 1:8)  

Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. (Yer 1:9)  

3. Mengangkat

Pembekalan Tuhan bersifat efektif dan pasti. Seketika itu Yeremia mendapatkan semua kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi nabi. Ia telah memenuhi syarat dan resmi diangkat Tuhan. Pemilihan tanpa syarat menuju pada pengangkatan.

Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer 1:10)  

B. Kesimpulan

Pemilihan Tuhan yang tanpa syarat dilakukan dengan menetapkan, membekali, dan mengangkat orang percaya untuk menjadi pelayan-Nya.

C. Kebaruan

Dalam Yer 1:5 kata "mengenal" berasal dari kata yada dalam bahasa Ibrani yang berarti mengenal secara dekat atau intim.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk rendah hati karena sesungguhnya semua kemampuan yang saya miliki adalah pembekalan dari Tuhan.

E. Kata Bijak

Sebelum kita ada, Tuhan yada.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...