Showing posts with label Rut. Show all posts
Showing posts with label Rut. Show all posts

Saturday, January 3, 2026

Rut 1:16-22

El Shaddai

A. Ringkasan Khotbah

Pemimpin negara dilihat sebagai orang yang paling berkuasa di negaranya. Ia berkuasa atas banyak hal tetapi sekaligus tidak berkuasa dalam banyak hal. Ia dapat mempertahankan hati rakyatnya dengan mengupayakan ketentraman. Namun saat situasi tidak terkendali maka benih pembelotan mulai tumbuh. Berbeda jauh dengan El Shaddai sebagai penguasa hidup orang percaya. Kekuasaannya tidak dapat dibatasi oleh apapun. Khotbah berikut membahas bagaimana El Shaddai berkuasa atas hidup Rut yang sedang kacau.

1. Menanamkan Iman

El Shaddai yang dikenal Rut sungguh berbeda dengan dewa-dewa terkenal di daerah Moab. Sekian lama Rut mengenal dewa Kamos (Hak 11:24) dan Baal Peor (Bil 25:3) tetapi hatinya tidak tertambat. Dewa-dewa mereka tidak mampu berikan iman kepadanya meskipun mereka tidak dilanda kelaparan seperti Naomi. El Shaddai menanamkan iman yang kuat.

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; (Rut 1:16)  

di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:17)  

2. Memberi Tekad

Iman yang kuat dalam diri Rut seperti asap perapian yang terus membumbung tinggi. Tekadnya tidak terbendung oleh apapun. Kesedihan, ketakutan, dan keraguan tidak dihiraukannya. Ia memutuskan untuk tetap bersama Naomi menuju ke tempat "kelaparan" (Rut 1:1). El Shaddai memberikan tekad yang kuat.

Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. (Rut 1:18)   

Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" (Rut 1:19)  

Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. (Rut 1:20)  

Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:21)  

3. Mengatur Musim

Sesampai di sana ternyata semuanya telah berubah. Rut sebelumnya membayangkan orang-orang akan murung oleh siksaan rasa lapar kini terkesima. Mereka menyambut Naomi dengan hangat. Kelaparan telah pergi jauh dari negeri itu dan musim menuai telah tiba. El Shaddai mengubah segala musim kehidupan. 

Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. (Rut 1:22)  

B. Kesimpulan

El Shaddai berkuasa mengubah hati, memberi tekad, dan mengatur musim kehidupan.

C. Kebaruan

Tuhan sendiri yang menyatakan dirinya kepada Musa sebagai El Shaddai dalam bahasa Ibrani yang berarti Allah Yang Mahakuasa.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Kej 6:2)

D. Refleksi 

Kesulitan dan ketidakpastian terkadang melemahkan tekad saya dalam mengikut Tuhan tetapi firman Tuhan menguatkan saya untuk tetap teguh di dalam kekuasaan El Shaddai Penguasa segala musim kehidupan.

E. Kata Bijak

Singgasana El Shaddai adalah kekuasaan tanpa batas.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...