Showing posts with label Markus. Show all posts
Showing posts with label Markus. Show all posts

Wednesday, April 29, 2026

Markus 9:16-27

Ayah Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Ayah adalah sosok yang minim mengekspresikan perasaannya. Namun kala anaknya berdiri di podium prestasi, air mata akan merobohkan benteng perasaannya. Kerja kerasnya membuahkan hasil dan orang akan menyebutnya "Ayah yang Berbahagia". Khotbah berikut memperlihatkan upaya seseorang untuk menjadi ayah yang berbahagia.

1. Membawa 

Pilu dan perih menyayat hati sang ayah karena terpaksa menyaksikan penderitaan anaknya. Ia mencoba mengakhirinya dengan datang kepada murid-murid Tuhan Yesus. Sayangnya usaha ini pun nihil. Tanpa berpikir panjang, ia pun menerobos lautan manusia demi membawa anaknya berjumpa Tuhan Yesus. Ayah yang berbahagia membawa anaknya kepada Tuhan Yesus.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?" (Mrk 9:16) 

Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. (Mrk 9:17)

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." (Mrk 9:18)

2. Memahami 

Bulir-bulir keringat memenuhi wajahnya saat ia berhasil menempati barisan depan. Usahanya tidak sia-sia. Begitu mendapat kesempatan, ia menceritakan waktu kebersamaan yang intens dengan anaknya dan pemahaman yang terbangun di dalamnya. Ayah yang berbahagia memahami anaknya.

Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" (Mrk 9:19)

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. (Mrk 9:20)

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mrk 9:21)

Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. (Mrk 9:22a)

3. Meminta

Sang ayah meminta kesembuhan bagi anaknya. Permintaan tulus dari lubuk hati yang terdalam. Tuhan Yesus mendengar dan memberi lebih dari yang diminta. Anaknya disembuhkan dan dirinya diberikan iman. Ayah yang berbahagia meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.

Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."(Mrk 9:22b)

Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mrk 9:23)

Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Mrk 9:24)

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" (Mrk 9:25)

Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." (Mrk 9:26)

Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. (Mrk 9:27)

B. Kesimpulan

Ayah yang berbahagia berusaha membawa dan memahami serta meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.

C. Kebaruan

Kata "berteriak" dalam Mrk. 9:24 berasal dari kata krazo dalam bahasa Yunani yang berarti berteriak dengan suara serak.

D. Refleksi 

Saya rindu menjadi ayah yang berbahagia dan akan terus berusaha sampai anak saya bertumbuh menjadi prajurit Tuhan yang gagah perkasa.

E. Kata Bijak

Hati ayah hati Bapa.

Thursday, April 2, 2026

Markus 15:33-37

Rela Menderita

A. Ringkasan Khotbah

Tenaga medis umumnya menggunakan Numeric Rating Scale untuk mengukur tingkat rasa sakit yang dialami pasien. Semakin tinggi nilainya berarti semakin berat rasa sakit yang diderita. Rasa sakit yang berat menyebabkan penderitaan fisik yang besar. Jika dihubungkan dengan peristiwa penyaliban, seberapa besar penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus? Apakah penderitaan-Nya hanya sebatas penderitaan fisik? Khotbah berikut memaparkan bahasa kasih Tuhan Yesus melalui pelbagai penderitaan yang ditanggung demi orang berdosa.

1. Penderitaan Alamiah 

Rasa perih di sekujur tubuh menggetarkan bibir Tuhan Yesus. Tubuh-Nya hampir menyerah menahan rasa sakit. Ia berusaha membuka mata-Nya untuk menatap orang-orang "yang tidak tahu apa yang mereka perbuat". Tetapi tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Bukan kelopak mata-Nya yang tidak kuat lagi tetapi langitlah yang menjadi gelap. Kegelapan selama 3 jam menambah penderitaan Tuhan Yesus di kayu salib.

Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. (Mrk 15:33) 

2. Penderitaan Spritual

Saat langit kembali terang, penderitaan tidak kunjung berakhir. Kali ini penderitaan yang maha dahsyat menimpa Tuhan Yesus. Allah mencurahkan cawan murka-Nya dan semua dosa manusia ditimpakan kepada-Nya. Penderitaan ini memaksa Tuhan Yesus berteriak dengan keras. 

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mrk 15:34)

3. Penderitaan Sosial

Orang banyak yang menerima-Nya karena mujizat sekarang menikmati adegan brutal dan berharap pertunjukkan luar biasa terjadi. Mereka menolaknya dan ingin pertunjukkan ini ditutup dengan kehadiran Elia. Penderitaan Tuhan Yesus dilengkapi oleh penolakan orang banyak.

Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." (Mrk 15:35)

4. Penderitaan Moral

Orang banyak terlanjur menikmati pertunjukkan dan tidak ingin berakhir begitu saja. Tetapi Tuhan Yesus telah sekarat. Mereka kuatir Ia mati sebelum Elia datang. Maka anggur asam sengaja diberikan untuk memperpanjang penderitaan-Nya.

Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia." (Mrk 15:36)

5. Penderitaan Psikologi

Tuhan Yesus kemudian mengakhiri semuanya dalam kesendirian. Tanpa Allah, tanpa siapa-siapa, hanya diri-Nya dan paku besar yang menancap tangan-Nya. Rintihan pelan menutup adegan penyaliban dan bahasa kasih menunjukkan batang hidungnya. 

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. (Mrk 15:37)

B. Kesimpulan

Bahasa kasih Tuhan Yesus dinyatakan dengan rela menderita secara alamiah, spritual, sosial, moral, dan psikologis.

C. Kebaruan

Anggur asam adalah minuman murah yang digunakan sebagai ejekan dan bertujuan untuk memperpanjang penderitaan Tuhan Yesus.

D. Refleksi 

Saya belajar bahwa bahasa kasih bukan sekedar kata-kata tetapi rela menderita bagi orang lain.

E. Kata Bijak

Nafas terhenti tetapi bahasa kasih tetap bergerak.


Kisah Para Rasul 2:14-15, 37-41.

Karya Roh Kudus A. Ringkasan Khotbah Minggu pertama adalah minggu terberat bagi seorang pekerja baru. Survei BambooHr tahun 2023 menemukan s...