Showing posts with label Efesus. Show all posts
Showing posts with label Efesus. Show all posts

Friday, October 10, 2025

Efesus 2:8-10

Sola Gratia

A. Ringkasan Khotbah

Dalam pentas kehidupan sosial, lampu sorot selalu mengarah kepada mereka yang mengalungi privilese atau prestise. Privilese diperoleh dari ras, jenis kelamin, agama, penampilan dan kelebihan sejenisnya. Sedangkan prestise diperoleh dengan pencapaian seperti: jabatan, pendidikan, kekayaan, reputasi, dan lainnya. Orang yang tidak memiliki privilese dapat mengejar prestise dengan berbagai usaha keras. Sebagai orang percaya, bagaimana memahami privilese dan prestise dalam kehidupan kerohanian? Apakah keselamatan adalah prestise yang dapat diperoleh melalui usaha manusia? Khotbah berikut membahas ajaran Paulus tentang anugerah Tuhan Yesus dan hubungannya dengan usaha manusia.

1. Hanya Oleh Anugerah

Kecintaan Paulus kepada jemaat Efesus tidak berkurang meskipun ia mendekam di penjara Roma. Udara yang pengab dingin tidak membekukan jemarinya untuk mengungkapkan perhatian melalui pesan-pesan rohani. Jemaat diingatkan bahwa keselamatan adalah kasih karunia (anugerah) Tuhan Yesus, bukan prestise yang dapat dicapai dengan usaha. Seberapapun keras usaha manusia, keselamatan hanya dapat diperoleh melalui anugerah Tuhan Yesus Kristus. 

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (Ef 2:8)

2. Jangan Sombong

Karena itu keselamatan bukan prestise tetapi previlese. Tanpa harus berusaha dan tanpa harus membayar harga, keselamatan diberikan secara cuma-cuma. Jadi tidak ada ruang bagi manusia untuk menyombongkan diri.

itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:9)

3. Hidup Dalam Kristus

Selain itu anugerah yang diberikan cuma-cuma ini mengandung tujuan yang mulia yaitu supaya orang percaya hidup dalam Kristus dan menghasilkan hal-hal yang baik. Anugerah merangkul orang percaya ke dalam pelukan Tuhan Yesus untuk tetap hidup di dalamnya.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Ef 2:10)

B. Kesimpulan

Hanya oleh Anugerah kita diselamatkan melalui iman, oleh sebab itu jangan sombong dan tetap hidup di dalam Kristus.

C. Kebaruan

Paulus pernah melayani selama 3 tahun di Efesus dan menaruh kasih yang besar kepada jemaat Efesus. Itulah dasar yang menggerakkan Paulus menulis surat Efesus di dalam penjara Roma. 

D. Refleksi 

Saya belajar untuk melihat segala yang saya miliki adalah anugerah Tuhan yang sesungguhnya tidak layak untuk saya diterima.

E. Kata Bijak

Mengejar hampa, diam menerima.


Saturday, July 26, 2025

Efesus 5:15-21

In Real Life

A. Ringkasan Khotbah

Permainan Visual Reality begitu menarik hati anak muda dengan tawaran pengalaman bermain yang luar biasa. Pemain ditarik masuk ke dalam dunia permainan dan segala sesuatu terasa begitu menyenangkan. Bahkan dunia visual rekayasa ini menjadi tempat untuk melarikan diri dari beratnya dunia nyata. Terkadang orang percaya mengalami hal yang sama ketika berhadapan dengan tantangan dunia nyata. Kehidupan nyata di luar tidak seindah dalam gereja sampai-sampai orang percaya tidak tahu bagaimana menyikapinya. Khotbah berikut ini memaparkan ajaran Paulus kepada jemaat untuk menghadapi dunia nyata yang begitu mencekam.

1. Memanfaatkan Waktu 

Jemaat Efesus benar-benar seperti domba di tengah serigala. Kehidupan masyarakat yang dipenuhi dengan penyembahan berhala dan filsafat Yunani senantiasa sigap melahap orang percaya. Oleh sebab itu Paulus berpesan supaya jemaat menggunakan waktu dengan baik untuk dapat lolos dari terkaman serigala. Salah memanfaatkan waktu berarti berjalan masuk ke dalam kerumunan serigala. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan memanfaatkan waktu dengan benar.

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (Ef 5:15)

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Ef 5:16)

2. Mencari Kehendak Tuhan

Memanfaatkan waktu dengan benar artinya menggunakan waktu untuk mencari kehendak Tuhan. Paulus memberi contoh orang yang tertangkap oleh serigala hidupnya akan tercabik-cabik oleh hawa nafsu. Di lain sisi orang yang mencari kehendak Tuhan akan hidup penuh dengan Roh dan puji-pujian akan melengkapi sukacita yang dirasakannya. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan mencari kehendak Tuhan.

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Ef 5:17)

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, (Ef 5:18)

dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Ef 5:19)

3. Mengucap Syukur

Orang yang lolos dari kepungan serigala karena mencari kehendak Tuhan menyadari pertolongan Tuhan Yesus. Sehingga ucapan syukur seperti uap yang mendidih dan tidak tertahankan. Ia tidak sanggup mengatupkan mulutnya untuk tidak mengucap syukur. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan mengucap syukur.

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Ef 5:20)

dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. (Ef 5:21)

B. Kesimpulan

Kenyataan hidup orang percaya dijalani dengan mempergunakan waktu, mencari kehendak Tuhan, dan mengucap syukur.

C. Kebaruan

Epikureanisme adalah salah satu ajaran filsafat Yunani yang mengajarkan untuk mencari kesenangan hidup dan menghindari kesusahan. Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus untuk memikul salib dan menderita bersama-Nya.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk senantiasa bertahan dalam kehidupan nyata dengan mencari Tuhan dan menemukan kehendak-Nya.

E. Kata Bijak

Tajamnya cakar serigala dikalahkan dengan lembutnya kasih Tuhan.


Saturday, May 24, 2025

Efesus 5:33 – 6:1-4

Keluarga Bahagia

A. Ringkasan Khotbah

Perceraian adalah momok bahtera keluarga. Kerap kali bahtera keluarga karam karenanya. Di Indonesia angka perceraian hampir menyentuh angka empat ratus ribu (400.000) kasus pada tahun 2024. Penyebab utamanya adalah ketidakbahagiaan dalam keluarga yang terwujud dalam pertengkaran secara terus menerus. Bagaimana bahtera keluarga dapat terus berlayar di tengah ancaman momok perceraian ini? Khotbah ini berisi ajaran firman Tuhan tentang peran anggota keluarga untuk mengwujudkan kebahagiaan.

1. Peran Ayah 

Ayah adalah nahkoda bahtera keluarga. Roda kemudi bahtera hanya dapat diputar dengan kekuatan kasih. Tanpa kasih roda kemudi tidak mampu digerakkan dan bahtera tidak berlayar sesuai arah kompas firman Tuhan. Kekuatan ini menjadikan isteri sebagai obyek kasih dan anak sebagai titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Peran ayah adalah mengasihi isteri dan mendidik anak.

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. (Ef 5:33)

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Ef 6:4)

2. Peran Ibu

Nahkoda dibantu oleh ibu sebagai asisten (mualim) yang bertugas menjaga kesejahteraan warga bahtera. Ibu juga membutuhkan kekuatan kasih dalam menjalankan tugasnya. Kekuatan ini memampukan dirinya menghormati suami dan mengasihi anak-anaknya seperti kepada Tuhan. Peran ibu adalah menghormati suami dan mengasihi anak-anak. 

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. (Ef 5:33)

3. Peran Anak

Anak-anak adalah awak-awak kapal yang turut bertanggungjawab dalam bahtera keluarga. Awak kapal harus menuruti arahan dan didikan dari nahkoda dan mualim untuk dapat turut membantu pengoperasian bahtera keluarga. Ketaatan ini akan membuahkan berkat-berkat yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Peran anak-anak adalah menaati dan menghormati orangtua.

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (Ef 6:1)

Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (Ef 6:2)

supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Ef 6: 3)

B. Kesimpulan

Keluarga bahagia diwujudkan melalui ayah, ibu, dan anak-anak yang berperan sesuai dengan perintah Tuhan.

C. Kebaruan

Kata "menghormati" dalam Efesus 5:33 berasal dari kata phobeo dalam bahasa Yunani yang berarti takut atau hormat. Kata ini digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali akan peran sebagai seorang ayah dalam keluarga adalah mengasihi dan mendidik di dalam Tuhan.

E. Kata Bijak

Keluarga tanpa kasih bagai rumah tanpa fondasi.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...