Thursday, May 21, 2026

Kisah Para Rasul 2:14-15, 37-41.

Karya Roh Kudus

A. Ringkasan Khotbah

Minggu pertama adalah minggu terberat bagi seorang pekerja baru. Survei BambooHr tahun 2023 menemukan sebanyak 44% pekerja menyesal dan 23% menangis di minggu pertama kerja. Meskipun demikian 85% mengaku kehadiran seorang teman kerja menjadi kekuatan untuk bertahan. Hari Pentakosta memulai pekerjaan penginjilan baru bagi murid-murid tanpa Tuhan Yesus. Bagaimana Roh Kudus berkarya dan menolong mereka? Khotbah berikut menunjukkan karya awal Roh Kudus di hari Pentakosta.

1. Kesadaran Penuh

Roh Kudus yang turun atas murid-murid tidak merenggut kesadaran mereka. Orang-orang mengira mereka sedang mabuk. Tetapi justru murid-murid mendapatkan kesadaran penuh sebagai seorang pengikut Tuhan Yesus. Petrus membuktikan dengan berbicara lantang dan jelas. Karya Roh Kudus memberikan kesadaran penuh.

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. (Kis 2:14) 

Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, (Kis 2:15)

2. Menyampaikan Kebenaran

Kehadiran Roh Kudus mengubah bayang-bayang ketakutan menjadi cahaya keberanian. Murid-murid berani menyampaikan kebenaran Injil dengan menghadapi risiko yang sama. Kebenaran yang disampaikan mengiris-iris hati pendengarnya dengan haru dan pilu. Karya Roh Kudus memberi keberanian menyampaikan kebenaran.

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kis 2:37)

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis 2:38)

Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kis 2:39)

3. Memberi Kesaksian

Petrus bahkan berani menelanjangi dirinya dengan kesaksian-kesaksian pribadi. Jatuh bangunnya telah menjadi saksi hidup bagi Kebenaran yang diberitakan. Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Roh Kudus memberi keberanian bersaksi demi Tuhan.

Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kis 2:40)

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (Kis 2:41)

B. Kesimpulan

Roh Kudus berkarya dalam diri seseorang untuk memberikan kesadaran penuh dalam menyampaikan kebenaran dan kesaksian hidup.

C. Kebaruan

Dalam Kis 2:37 kata "terharu" berasal dari kata katanusso dalam bahasa Yunani yang berarti menyakiti perasaan dengan tajam sehingga emosi terganggu dengan hebat.

D. Refleksi 

Kilas balik akan tujuan Tuhan Yesus mengirim Roh Kudus menguatkan saya untuk semakin giat menyampaikan kebenaran yang menyelamatkan.

E. Kata Bijak

Sang Penolong yang menolong.


Wednesday, May 13, 2026

II Timotius 1:1-10

Anak Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Survei yang dilakukan oleh Sun Life Asia pada tahun 2025 menunjukkan data yang mencengangkan. Sebanyak 60% dari sekitar 3000 responden di berbagai negara Asia menyatakan kekuatiran mereka akan harta warisan berakhir di tangan anaknya. Kekuatiran ini menampakkan kenyataan bahwa harta bukanlah warisan yang bernilai kekal. Khotbah berikut mengajarkan warisan kekal dari orangtua yang menjadikan anaknya berbahagia.

1. Teladan Doa 

Tanggung jawab yang besar membebani Timotius di usianya yang belia. Ia sering ketakutan dan sakit. Paulus sebagai papa rohaninya berusaha menguatkan Timotius melalui sepucuk surat. Ia mengajak Timotius untuk melihat teladan rohani yang diwariskan kepadanya. Paulus bersaksi bahwa dalam doanya nama Timotius selalu disebut. Anak yang berbahagia mewariskan teladan dalam berdoa.

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, (II Tim 1:1)

kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. (II Tim 1:2)

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. (II Tim 1:3)

Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. (II Tim 1:4)

2. Teladan Iman

Timotius tidak kekurangan warisan rohani yang dapat menghasilkan kekuatan besar dalam dirinya. Selanjutnya Paulus mengajak Timotius melihat iman yang selama ini tinggal dalam dirinya. Iman murni yang pernah membara dalam nenek dan mamanya telah diwariskan kepadanya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan iman.

Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (II Tim 1:5)

3. Teladan Keberanian 

Bukan hanya itu, Paulus memberikan teladan lain kepadanya. Teladan keberanian yang berasal dari Tuhan sehingga Injil diberitakan ke mana-mana. Timotius dikuatkan agar tidak lagi takut dan malu tetapi dengan penuh keberanian menjalani panggilan pelayanannya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan keberanian.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (II Tim 1:6)

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (II Tim 1:7)

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (II Tim 1:8)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (II Tim 1:9)

dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (II Tim 1:10)

B. Kesimpulan

Anak yang berbahagia mewarisi teladan doa, iman, dan keberanian dari orangtuanya.

C. Kebaruan

Dalam II Tim. 1:3 kata "permohonan" berasal dari kata deesis dalam bahasa Yunani yang berarti kebutuhan atau permintaan kepada Tuhan.

D. Refleksi 

Saya perlu memperbanyak warisan-warisan rohani yang dapat menjadi modal utama anak saya dalam menjalani kehidupan pribadinya secara mandiri.

E. Kata Bijak

Teladan orangtua adalah warisan yang tidak pernah tua.


Thursday, May 7, 2026

Matius 15:21-28

Ibu Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Ikatan psikologis ibu dan anak terbentuk sejak dalam kandungan. Ikatan ini menciptakan rasa bahagia ataupun sebaliknya. Saat anak sakit, ikatan ini menyebabkan ibu turut merasakan penderitaan anaknya. Artinya kebahagiaan seorang ibu sangat terpengaruh oleh kondisi anaknya. Khotbah berikut memperlihatkan upaya seorang ibu berbahagia oleh kesembuhan yang dikaruniai Tuhan Yesus kepada anaknya.

1. Mencari Tuhan 

Seorang ibu tidak sanggup menahan dirinya ketika harus berulang-ulang menyaksikan penderitaan anaknya. Ia hanya dapat bahagia jika anaknya sembuh. Itulah sebabnya sang ibu mencari Tuhan Yesus sampai ke daerah terpencil dan terus mengekorinya. Ibu yang berbahagia mencari Tuhan untuk menolong anaknya.

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. (Mat 15:21)  

Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." (Mat 15:22)  

2. Tidak Putus Asa

Meskipun ratusan langkah di tempuh dan teriakan demi teriakan tidak digubris. Penolakan murid-murid dan perkataan Tuhan Yesus yang kurang berkenan tidak membuatnya putus asa. Ibu yang berbahagia tidak putus asa demi anaknya.

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." (Mat 15:23)  

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Mat 15:24)  

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." (Mat 15:25)  

3. Beriman

Sang ibu tetap dengan rendah hati meminta sisa-sisa berkat untuk anaknya. Ia percaya yang sisa sekalipun sudah lebih dari cukup untuk kesembuhan anaknya. Tuhan Yesus memuji iman sang ibu yang besar dan mengabulkan permintaannya. Ibu yang berbahagia beriman kepada Tuhan Yesus.

Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (Mat 15:26)  

Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." (Mat 15:27)  

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Mat 15:28)  

B. Kesimpulan

Ibu yang berbahagia mencari dan beriman kepada Tuhan Yesus serta tidak putus asa demi anaknya.

C. Kebaruan

Kata "anjing" dalam Mat. 15:26-27 berasal dari kata kunarion dalam bahasa Yunani yang berarti anjing kecil.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk menjadi orangtua yang berjuang terus menerus demi anak dapat menerima berkat-berkat rohani dalam hidupnya.

E. Kata Bijak

Memahami kasih ibu, setapak mendekati kasih Tuhan.


Kisah Para Rasul 2:14-15, 37-41.

Karya Roh Kudus A. Ringkasan Khotbah Minggu pertama adalah minggu terberat bagi seorang pekerja baru. Survei BambooHr tahun 2023 menemukan s...