Showing posts with label Yeremia. Show all posts
Showing posts with label Yeremia. Show all posts

Thursday, March 5, 2026

Yeremia 1:4-10

Unconditional Election

A. Ringkasan Khotbah

Persaingan dalam dunia kerja semakin hari semakin berat. Persyaratan yang dimunculkan pun semakin banyak. Tujuan sesungguhnya adalah untuk memilih pekerja yang berkemampuan dan siap kerja tetapi terkadang persyaratan yang diberikan tidak relevan dengan pekerjaan. Sampai-sampai pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 untuk melarang persyaratan yang diskriminatif. Berbeda dengan pemilihan Tuhan yang tanpa syarat. Tuhan tidak melihat dan mempertimbangkan kemampuan manusia. Khotbah berikut memperlihatkan cara kerja Tuhan dalam memilih nabi Yeremia. 

1. Menetapkan

Yeremia tidak menyangka dirinya akan bertemu Tuhan dan mendengar suara-Nya secara langsung. Suara yang menghangatkan hatinya. Ternyata Tuhan sudah mengenal, menguduskan, dan menetapkan Yeremia sebagai nabi sebelum ia lahir. Pemilihan tanpa syarat dimulai sejak semula.

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: (Yer 1:4)  

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yer 1:5)  

2. Membekali

Yeremia heran akan pemilihan dirinya yang tidak memenuhi syarat. Bagaimana seseorang yang tidak fasih berbicara dapat menjadi nabi? Tuhan yang kenal Yeremia tentu saja tahu seberapa jauh kemampuannya. Itulah sebabnya Tuhan menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Yeremia. Pemilihan tanpa syarat menyertakan pembekalan.

Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yer 1:6)  

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yer 1:7)  

Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." (Yer 1:8)  

Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. (Yer 1:9)  

3. Mengangkat

Pembekalan Tuhan bersifat efektif dan pasti. Seketika itu Yeremia mendapatkan semua kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi nabi. Ia telah memenuhi syarat dan resmi diangkat Tuhan. Pemilihan tanpa syarat menuju pada pengangkatan.

Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer 1:10)  

B. Kesimpulan

Pemilihan Tuhan yang tanpa syarat dilakukan dengan menetapkan, membekali, dan mengangkat orang percaya untuk menjadi pelayan-Nya.

C. Kebaruan

Dalam Yer 1:5 kata "mengenal" berasal dari kata yada dalam bahasa Ibrani yang berarti mengenal secara dekat atau intim.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk rendah hati karena sesungguhnya semua kemampuan yang saya miliki adalah pembekalan dari Tuhan.

E. Kata Bijak

Sebelum kita ada, Tuhan yada.


Friday, August 16, 2024

Yeremia 29:4-7

Tetap Jadi Berkat

A. Ringkasan Khotbah

Kosa kata "Berkat" seakan-akan menghilang dari kamus kehidupan orang Israel ketika Tuhan membiarkan mereka diseret ke Babel. Bangsa yang begitu angkuh kini tertunduk lesu di negeri orang. Kota simbol kehadiran Tuhan pun rata dilalap api dan rumah Tuhan yang megah kini tersisa puing-puing saja (II Raj 25:9-17; Yer 52:13). Kehancuran ini membawa kabut keputusasaan yang semakin hari semakin mengaburkan pandangan mereka kepada Tuhan. Keturunan Abraham yang "agung" harus bertekuk lutut kepada musuh-Nya. Kabut tebal ini menggulung orang Israel selama 2 tahunan tanpa menyisakan secercah cahaya pengharapan. Di tengah keputusasaan ini datanglah sepucuk surat dari Yeremia. Pesan dari surat membawa semilir kehangatan kasih Tuhan yang melenyapkan kabut keputusasaan. Siliran surat membisikkan pesan-pesan penting untuk bangsa Israel di bumi pembuangan dan masih terdengar jelas kepada orang percaya pada masa kini. Inilah pesan dari Tuhan yang penuh kasih.

1. Tuhan Masih Mengasihi

Pembuangan ke Babel tidak berarti terbuang sepenuhnya dari kasih Tuhan. Kehadiran "Surat cinta" dari Tuhan menandakan Tuhan masih mengasihi bangsa pilihan-Nya meskipun mereka tidak jemu-jemu menyakiti hati-Nya.

Yer 29:4  "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: 

 Kata pembuka "Beginilah firman Tuhan" sebelumnya seperti angin lalu kini terdengar begitu berharga. Ternyata Tuhan masih mengasihi dengan berfirman kepada orang Israel. 

2. Tuhan Masih Memelihara 

Cinta tidak nyata kalau hanya sebatas kata-kata. Cinta Tuhan diwujudkan dalam pemeliharan-Nya. Sekalipun bangsa pilihan berada di tanah "hukuman" Tuhan masih memelihara. Memang Babel tidak seindah negeri "Susu Madu", tetapi mereka masih bisa mengecap sisa-sisa kenyamanan di negeri orang. Sandang, pangan, papan, dan keturunan masih Tuhan berikan.

Yer 29:5  Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; 
Yer 29:6  ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! 

 

3. Tuhan Masih Mengakui

Sepenggal kalimat dari pesan Tuhan membuka kembali mata yang sayup. Status "Keturunan Abraham" masih terpancang kuat di tengah orang Israel. Tuhan berjanji bahwa oleh keturunan Abraham bangsa-bangsa mendapat berkat (Kej 12:3). Tuhan mengingatkan akan status "Keturunan Abraham" agar orang Israel tetap menjadi berkat. Biar pun di tanah dan pemerintahan orang lain, orang Israel harus tetap mendatangkan shalom (damai sejahtera) dengan usaha dan doa. Syalom yang turun atas Babel juga akan memenuhi kehidupan orang Israel.

Yer 29:7  Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Kesimpulan Khotbah: Tuhan masih menunjukkan kasih-Nya kepada orang berdosa supaya mereka dapat hidup dengan benar dan menjadi berkat. 

B. Kebaruan

Kitab Yeremia merupakan kitab yang memiliki kata-kata terbanyak dalam Alkitab. Kitab tersebut terdiri dari 33.002 kata dalam bahasa Ibrani.

C. Refleksi 

Banyak kelemahan dari bangsa kita tetapi Tuhan ingin saya sebagai anak Tuhan menjadi bagian dari perubahan dengan tetap berusaha dan berdoa. 

D. Kata Bijak

Dalam doaku Indonesia kuucap, dalam nadiku shalom-Mu meluap.

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...