Sola Fide
A. Ringkasan Khotbah
Peribahasa Tiongkok mengatakan "Dengan kebenaran seseorang dapat menjelajahi dunia tetapi tanpa kebenaran selangkah pun sulit ditempuh (有理走遍天下,无理寸步难行/ Yǒu lǐ zǒu biàn tiān xià, wú lǐ cùn bù nán xíng)". Kebenaran memampukan manusia bergerak bebas dan mengenal dunia yang luas ini. Kedengarannya sangat menakjubkan tetapi Kebenaran dalam kekristenan jauh melampaui yang disebutkan dalam peribahasa. Kebenaran dalam kekristenan memampukan manusia mengenal pencipta, dunia, diri sendiri, dan membawa pada keselamatan. Permasalahannya adalah bagaimana memperoleh kebenaran? Dan di mana kebenaran itu? Khotbah berikut membahas surat Paulus kepada jemaat Galatia yang mengajarkan tentang hal ini.
1. Hanya Melalui Iman
Ketika Paulus melihat Petrus berlaku tidak sesuai dengan kebenaran (munafik) maka ia pun tidak segan-segan menegurnya (Gal 2:13-14). Melalui tegurannya Paulus ingin meluruskan pemahaman tentang kebenaran yang keliru. Kebenaran tidak diperoleh dengan mengikuti aturan agama, norma, atau kaidah-kaidah yang lahir dari masyarakat. Kebenaran hanya dapat diterima melalui iman dalam Tuhan Yesus sehingga kebenaran Tuhan Yesus diperhitungkan kepada kita.
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Gal 2:16)
Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak. (Gal 2:17)
Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. (Gal 2:18)
2. Iman Dalam Yesus
Jejak yang keliru tidak pantas ditiru. Paulus bersaksi bahwa seumur hidupnya ia mencari kebenaran (pembenaran) melalui Hukum Taurat tetapi usahanya sia-sia. Sekalipun seluruh Taurat diraihnya ia belum mendapatkan dirinya benar. Keadaan tidak benar ini baru berakhir ketika Tuhan Yesus bertemu dengan dirinya dan menanamkan iman yang membenarkan itu. Itulah sebabnya Paulus mengatakan ia hidup oleh iman dalam Tuhan Yesus yang telah mengasihi dan menyelamatkannya.
Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; (Gal 2:19)
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Gal 2:20)
Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. (Gal 2:21)
B. Kesimpulan
Hanya oleh iman kepada Yesus Kristus orang percaya dibenarkan dan diberikan hidup yang baru.
C. Kebaruan
Paulus adalah orang Yahudi kaum Farisi yang belajar dengan ahli Taurat yang terkenal, artinya sebelumnya ia adalah orang yang paling berkeras dalam memenuhi semua tuntutan keagamaan (Kis 22:3).
"Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. (Kis 22:3)
D. Refleksi
Saya perlu terus memupuk iman yang Tuhan tanamkan dengan kebenaran-Nya supaya hidupku bukan aku lagi tetapi Tuhan Yesus yang hidup dalamku.
E. Kata Bijak
Hanya oleh iman dalam Yesus, kehidupan terbit.