Tuhan Panjang Sabar
A. Ringkasan Khotbah
Pepatah Tionghua 滴水穿石 (dī shuǐ chuān shí) menggambarkan kesabaran secara elegan nan menawan. Tetasan air yang lembut dapat menembus batu yang keras. Satu dua tetesan air memang tidak berarti apa-apa tetapi jika sabar dan terus menerus maka tetesan air akan setara dengan kekuatan mata bor yang tajam. Kesabaran menyimpan kekuatan besar namun juga membutuhkan upaya yang besar pula. Itulah sebabnya belajar kesabaran harus langsung dari sumbernya yaitu Tuhan Yesus. Khotbah berikut memperlihatkan kesabaran Tuhan Yesus dalam mengajar dan membimbing murid-murid-Nya.
1. Permasalahan
Tuhan Yesus baru saja meninggalkan murid-murid-Nya selama satu hari, permasalahan kembali terjadi. Ia harus bersabar menghadapi orang-orang yang datang membawa masalah dan mendengarkan mereka. Kesabaran-Nya telah melampaui segala keletihan perjalanan dari gunung. Tuhan Yesus sabar mendengar segala permasalahan.
Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus. (Luk 9:37)
Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: "Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. (Luk 9:38)
Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. (Luk 9:39)
2. Kegagalan
Kesabaran Tuhan Yesus sungguh diuji. Kini Ia harus sabar kepada murid-murid-Nya yang gagal menjalankan perintah-Nya. Padahal murid-murid sudah menerima tenaga dan kuasa untuk menguasai setan dan menyembuhkan penyakit (Luk 9:1). Tuhan Yesus sabar terhadap kegagalan murid-murid-Nya.
Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." (Luk 9:40)
3. Kelemahan Iman
Lalu Tuhan Yesus menunjukkan alasan dari kegagalan mereka yaitu iman yang lemah. Ia menegur dan sekaligus mengajar dengan menunjukkan bahwa iman yang kuat mampu melakukan perkara-perkara yang ajaib. Tuhan Yesus sabar terhadap kelemahan iman murid-murid dan orang banyak.
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!" (Luk 9:41)
Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. (Luk 9:42)
B. Kesimpulan
Tuhan panjang sabar terhadap permasalahan, kegagalan, dan kelemahan iman manusia agar manusia bertobat.
C. Kebaruan
Dalam Luk 9:41 kata "sesat" berasal dari kata diastrepho dalam bahasa Yunani yang berarti menyimpang atau menentang.
D. Refleksi
Saya belajar sabar dalam menghadapi banyak hal yang tidak sesuai dengan standar demi pengajaran dapat terus berlangsung seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus.
E. Kata Bijak
Di balik kesabaran tersembunyi dentuman.