Elohim
A. Ringkasan Khotbah
Abraham Lincoln pantas menerima penghormatan atas perjuangannya dalam mengakhiri perbudakan. Melalui amandemen ke-13, Lincoln selaku presiden menutup semua peluang praktek perbudakan di Amerika. Orang-orang menghormatinya dengan menyandangkan gelar The Great Emancipator (Pembebas Agung) kepadanya. Meskipun demikian gelar keagungan tertinggi disandang oleh Tuhan yang disebut Elohim. Allah Pencipta yang layak menerima segala penghormatan dan persembahan manusia. Lalu bagaimana cara orang percaya menghormati Elohim? Khotbah berikut mengajarkan cara yang pantas untuk menghormati Tuhan.
1. Mempersembahkan Hidup
Elohim menampar keras cara hidup orang Israel yang tidak menghormati-Nya. Bahkan sejak zaman dahulu mereka cenderung memilih cara hidup yang berseberangan dengan firman Tuhan. Tetapi Tuhan tidak berubah dan tetap setia. Elohim meminta orang percaya kembali menghormati-Nya dengan berbalik dan mempersembahkan hidup.
Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)
Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" (Mal 3:7)
2. Mempersembahkan uang
Pengajaran Tuhan tidak ditelan bulat-bulat oleh bangsa yang tegar tengkuk. Kesukaan menantang Tuhan telah mendarah daging. Mereka berlaku seolah-olah jalan hidupnya sudah benar. Tetapi Tuhan memperlihatkan kebusukan-kebusukan yang mereka sembunyikan. Dalam hal persembahan saja mereka tidak jujur, apalagi dalam hal lain. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan uang secara benar.
Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (Mal 3:8)
Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! (Mal 3:9)
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal 3:10)
Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:11)
Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:12)
3. Mempersembahkan hati
Tidak puas kebusukannya dibongkar Tuhan. Orang Israel mulai mengata-ngatai Tuhan. Hati yang tidak hormat ditunjukkan dengan kata-kata yang buruk. Mereka menginjak-injak kehormatan Elohim dengan menyerang kekudusan ibadah. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan hati.
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" (Mal 3:13)
Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? (Mal 3:14)
Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga." (Mal 3:15)
B. Kesimpulan
Elohim menuntut sikap hormat dengan mempersembahkan uang, hati, dan hidup secara benar.
C. Kebaruan
Elohim berarti dilingkupi ketakutan. Ketakutan ini berasal dari kemahakuasaan Allah dan menuntut rasa hormat yang tinggi. Elohim menekankan Allah yang transenden dengan kualitas yang berbeda dengan ciptaan. Kata tersebut digunakan lebih dari 2000 kali dalam Perjanjian Lama.
D. Refleksi
Saya diingatkan kembali bahwa menghormati Tuhan tidak cukup hanya di gereja tetapi di mana pun saja berada.
E. Kata Bijak
Keagungan Tuhan menekuk setiap lutut.