Showing posts with label Kisah Para Rasul. Show all posts
Showing posts with label Kisah Para Rasul. Show all posts

Friday, November 21, 2025

Kisah Para Rasul 9:19-22

Titik Balik Paulus

A. Ringkasan Khotbah

Saat seseorang berubah secara drastis ke arah yang baik artinya ia telah mengalami titik balik kehidupan. Namun perubahan drastis yang dimaksud sering kali kabur dan tidak jelas. Sulit untuk menggambarkan seberapa besar perubahan untuk dapat dikatakan sebagai perubahan drastis. Kesulitan yang sama terkadang melilit kehidupan orang percaya. Perjumpaan dengan Yesus Kristus adalah titik balik dari kehidupan yang berdosa menuju kehidupan yang memuliakan Tuhan. Perubahan drastis seperti apa yang akan terjadi? Khotbah berikut memperlihatkan perubahan drastis Paulus saat mengalami titik balik dalam Tuhan Yesus.

1. Menangkap Menjadi Bersekutu 

Terang Dunia yang membutakan Paulus menjadi momen titik balik kehidupannya. Ia telah menemukan kebenaran yang selama ini didambakan. Pertemuan dengan Tuhan Yesus mengubah Paulus dari orang yang bersemangat menangkap dan membunuh orang percaya (Kis 9:1, 2) menjadi bagian dari persekutuan orang percaya. Titik balik orang percaya mengubah dirinya untuk bersekutu dalam komunitas orang percaya.

Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. (Kis 9:19)

2. Membungkam Menjadi Memberitakan

Sebelumnya Paulus sangat sensitif dengan berita tentang Tuhan Yesus (Injil). Ia memiliki hasrat yang brutal untuk membungkam setiap mulut yang menyebut nama Tuhan dan kini mulutnya sendiri yang paling lantang memberitakan Injil. Titik balik orang percaya mengubahnya dirinya menjadi pemberita Injil Yesus Kristus.

Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. (Kis 9:20)

3. Menyangkal Menjadi Membuktikan 

Sebelumnya Paulus menganggap Tuhan Yesus adalah penyesat dan penista agama Yahudi tetapi kini ia sendiri berusaha membuktikan kepada orang Israel bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias Anak Allah yang menyelamatkan. Titik balik orang percaya mengubahnya dirinya menjadi pembukti Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" (Kis 9:21)

Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. (Kis 9:22)

B. Kesimpulan

Titik balik mengubah orang percaya untuk bersekutu, memberitakan dan membuktikan Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang menyelamatkan.

C. Kebaruan

Kata "Mesias" dalam Kis 9:22 berasal dari kata Kristos dalam bahasa Yunani yang berarti Yang Diurapi atau Anak Allah.

D. Refleksi 

Saya mengintropeksi diri dan melihat kembali seberapa besar perubahan yang Tuhan Yesus kerjakan dalam hidup saya. Ternyata sangat besar dan nyata.

E. Kata Bijak

Menginjak titik balik melaju makin baik.


Saturday, September 27, 2025

Kisah Para Rasul 17:22-34

Budaya Demi Kemuliaan Tuhan

A. Ringkasan Khotbah

Festival Kue Bulan adalah budaya Tionghoa yang kaya akan makna. Kebersamaan dalam keluarga tersurat jelas di dalamnya. Tidak hanya itu pernak-pernik ceritera turut menghiasi budaya ini. Serasa tidak mungkin untuk memisahkan ikatan antara makna dan kepercayaan yang telah melebur menjadi satu. Jikalau demikian bagaimana budaya ini dapat menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan dan bagaimana caranya? Khotbah berikut memaparkan cara Paulus sebagai seorang penginjil handal dalam menghadapi situasi yang serupa .

1. Membaur 

Sebagai orang Yahudi seharusnya Paulus merasa jijik dengan budaya orang Atena yang menyembah banyak dewa. Alih-alih menghindar Ia malah membaur ke dalam budaya mereka dan berusaha menyelidiki kebutuhan sesungguhnya di balik semua budaya itu. Upaya ini menuntun Paulus menemukan titik terang. Ternyata kebutuhan mereka adalah Tuhan sejati yang belum mereka kenal. Budaya memuliakan Tuhan jika orang percaya membaur ke dalamnya.

Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. (Kis 17:22) 

Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. (Kis 17:23)

2. Mencari Kesempatan

Hasil pembauran ini tidak sia-sia. sembari bersoal jawab dengan orang-orang yang ia temukan, kesempatan emas pun datang. Seketika itu juga ia memukul gong Injil sekeras mungkin. Suara menggelegar tentang kebangkitan Yesus tidak lagi terbendung. Budaya memuliakan Tuhan jika orang percaya mencari kesempatan untuk memberitakan Injil.

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, (Kis 17:24)

dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. (Kis 17:25)

Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, (Kis 17:26)

supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. (Kis 17:27)

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. (Kis 17:28)

Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. (Kis 17:29)

Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. (Kis 17:30)

Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati." (Kis 17:31)

Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." (Kis 17:32)

3. Memenangkan

Meskipun gong Injil mendatangkan cibiran. Paulus tetap tidak mundur. Ia memperhatikan orang-orang berangsur pergi namun harapannya tetap teguh. Tidak lama kemudian tersisa beberapa orang yang percaya karena Injil. Mereka adalah trofi kemenangan yang ingin Paulus angkat tinggi-tinggi. Budaya memuliakan Tuhan jika orang-orang dimenangkan melaluinya.

Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. (Kis 17:33)

Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. (Kis 17:34)

B. Kesimpulan

Orang percaya membaur, mencari kesempatan, dan memenangkan melalui budaya demi kemuliaan Tuhan.

C. Kebaruan

Menurut tradisi gereja, Dionisius yang percaya kepada Tuhan Yesus melalui penginjilan Paulus kemudian menjadi gembala (uskup) di gereja Atena dan setia sampai akhir hidupnya (mati martir).

D. Refleksi 

Saya terkadang merasa budaya adalah penghambat Injil tetapi sekali lagi firman Tuhan mengajarkan di dalam budaya pun Injil tetap dapat berkumandang.

E. Kata Bijak

Gong Injil berkumandang, tembok budaya tidak mampu menghalang.




Friday, September 12, 2025

Kisah Para Rasul 10:34-36

Budaya Dalam Kekristenan

A. Ringkasan Khotbah

Seorang antropolog bernama Linda Tuhiwai Smith dalam karya tulisnya mengatakan penginjilan Kristen adalah pengikis budaya asli sehingga lambat laun budaya asli akan sirna. Ia menempatkan kekristenan sebagai musuh dari budaya asli yang otentik. Pernyataan ini menyoroti sisi perubahan budaya dan mengabaikan sisi perubahan oleh kasih Tuhan Yesus. Budaya adalah sarana kasih Tuhan kepada semua orang dari semua suku bangsa agar mereka memperoleh keselamatan. Khotbah berikut mengupas pandangan kekristenan terhadap budaya.

1. Melampaui Budaya

Petrus adalah pengabar Injil yang lantang dan berani tetapi sayangnya ia masih terkungkung oleh pemikiran bahwa kasih Tuhan Yesus hanya diperuntukkan kepada orang Israel saja. Pemahaman yang keliru ini kemudian diralat oleh Tuhan sendiri melalui penglihatan dan pengutusan dirinya ke rumah Kornelius  seorang "kafir". Petrus akhirnya pergi dengan memahami sesungguhnya kasih Tuhan dalam Injil diperuntukkan kepada semua orang dan melampaui semua budaya.  

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (Kis 10:34)

2. Menerima Budaya

Petrus yang sebelumnya tidak berkenan kepada budaya lain kini melangkahkan kakinya dan masuk ke rumah mereka. Ia tahu Tuhan Yesus telah menerima mereka sehingga tidak ada alasan bagi dirinya untuk jijik dengan budaya yang berbeda. Ia harus menerima semua budaya yang berbeda dari setiap suku bangsa.

Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (Kis 10:35)

3. Menginjili Melalui Budaya

Penerimaan akan budaya yang berbeda bukan supaya Petrus berbudaya seperti mereka tetapi supaya kasih Tuhan Yesus sampai kepada mereka. Tanpa membuang waktu Petrus segera memberitakan Injil kepada seisi rumah Kornelius. Dalam Injil mereka mengenal Tuhan Yesus adalah Tuhan atas semua orang, Tuhan atas budaya, dan Tuhan yang menyelamatkan.

Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. (Kis 10:36)

B. Kesimpulan

Kasih Tuhan melampaui dan menerima budaya sehingga Injil dapat diberitakan melaluinya.

C. Kebaruan

Dalam Kisah Para Rasul 10:34 kata mengerti berasal dari kata katalambano dalam bahasa Yunani yang berarti memahami, mempersepsi, atau mempelajari.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk menerima perbedaan dan tidak terpengaruh oleh stigma-stigma masyarakat demi Injil diberitakan ke seluruh suku bangsa.

E. Kata Bijak

Api Injil memurnikan budaya.


Friday, August 29, 2025

Kisah Para Rasul 3:1-10

Dalam Nama Yesus

A. Ringkasan Khotbah

Tepatlah peribahasa berkata "Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga" karena manusia cenderung keliru mengenali kemampuan dirinya saat menghadapi perkara besar. Enggan berdoa dan merasa mampu. Peribahasa ini berpesan untuk meraba kemampuan diri dan meminta bantuan kepada yang mampu sebelum mengambil langkah besar. Pesan ini sejajar dengan kehidupan orang percaya yang senantiasa berdoa dan meminta pertolongan dalam nama Yesus. Khotbah berikut akan mengajarkan alasan orang percaya berdoa di dalam nama Tuhan Yesus.

1. Memperhatikan 

Panji-panji yang bertuliskan nama Yesus menjadi bagian yang melekat pada pelayanan murid-murid. Nama Yesus mengingatkan ajaran tentang perhatian kepada semua orang. Perhatian yang tidak memandang hina siapapun. Sekalipun keberadaan pengemis lumpuh memudar di tengah hiruk pikuk Gerbang Indah. Nama Yesus telah menghentikan langkah Petrus dan Yohanes untuk melihat kebutuhannya. Berdoa di dalam nama Yesus karena Ia memperhatikan kita.

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. (Kis 3:1)

Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. (Kis 3:2) 

Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. (Kis 3:3)

Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." (Kis 3:4)

2. Penuh Kuasa

Pengemis yang putus asa hanya dapat menantikan jatuhnya beberapa koin ke atas telapak tangannya. Namun Petrus memberikan jauh dari yang dapat dipikirkan oleh pengemis lumpuh ini. Dalam nama Yesus keputusasaan sirna. Harapan dibangkitkan dengan kuasa yang besar. Kaki yang tidak berdaya menjadi sembuh. Berdoa di dalam nama Yesus karena Ia Mahakuasa. 

Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. (Kis 3:5)

Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:6)

Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. (Kis 3:7)

3. Layak Menerima Pujian

Pengemis yang seumur hidupnya tidak pernah merasakan berjalan kini seperti seorang anak kecil yang berlari ke sana ke mari sambil memuji Tuhan. Orang-orang yang tenggelam dalam kesibukan pun terbangun oleh kejadian ajaib ini. Mereka turut memuji Tuhan. Berdoa di dalam nama Yesus karena Ia layak menerima pujian.

Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. (Kis 3:8)

Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, (Kis 3:9) 

lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. (Kis 3:10)

B. Kesimpulan

Berdoa dalam nama Yesus karena Ia adalah Tuhan yang memperhatikan, penuh kuasa, dan layak menerima pujian.

C. Kebaruan

Gerbang Indah adalah gerbang tempat orang-orang berkumpul sebelum masuk ke Bait Allah. Gerbang ini menghubungkan halaman untuk orang non-Yahudi dengan halaman untuk perempuan-perempuan berkumpul.

D. Refleksi 

Saya harus berdoa dengan berhati-hati karena saya berdoa di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh kasih dan kuasa.

E. Kata Bijak

Nama Yesus nama terindah.


Saturday, June 14, 2025

Kisah Para Rasul 4:7-12

Tidak Ada Nama Lain

A. Ringkasan Khotbah

Ungkapan "Nama adalah doa" seringkali mengisi pikiran orangtua saat memberi nama kepada anaknya. Orangtua ingin anaknya senantiasa mengingat doa dan harapan yang diselipkan dalam namanya. Anak akan termotivasi untuk menjalani hidup selaras dengan namanya. Alkitab memperkenalkan sebuah nama yang tidak hanya mengandung arti tetapi nama yang memiliki kuasa yang besar. Khotbah berikut ini akan memaparkan nama yang mempengaruhi seluruh kehidupan manusia. 

1. Teguran Membawa Kesempatan 

Teguran keras dilontarkan Petrus dan Yohanes ketika mereka ditanyakan tentang nama di balik mujizat kesembuhan. Nama yang familier muncul ke permukaan. Nama yang tersiksa dan terbunuh oleh sejuta dusta mereka. Namanya adalah Yesus. Teguran keras ini serasa benturan yang menggema hingga ke tengkorak. Teguran ini tidak semata-mata membentur tetapi membawa kesempatan emas untuk bertobat.

Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" (Kis 4:7)

Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, (Kis 4:8)

jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, (Kis 4:9)

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. (Kis 4:10)

2. Mengabaikan Yang Terpenting

Teguran keras diteruskan dengan mengkritik kebodohan mereka. Pemimpin-pemimpin agama dan ahli-ahli Taurat dikatakan sebagai pembangun rohani yang tidak tahu cara membangun. Mereka sibuk mengumpulkan batu kecil tetapi membuang batu penjuru yang merupakan fondasi utama sebuah bangunan. Mereka sibuk menerapkan Taurat tetapi mengabaikan Pemberi Taurat yang menjumpai mereka dengan nama Yesus.

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. (Kis 4:11 )

3. Tidak Ada Nama Lain

Petrus dan Yohanes menutup pertanggungjawaban mereka dengan sebuah proklamasi iman. Tidak ada nama lain selain Yesus yang mampu membawa manusia keluar dari kegelapan menuju terang abadi. Hanya ada satu nama yaitu Yesus.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis 4:12)

B. Kesimpulan

Teguran dan kesempatan menuntun pada keselamatan yang hanya dapat diperoleh di dalam nama Yesus.

C. Kebaruan

Nabi Yesaya telah menubuatkan Batu Penjuru dari Allah yang mendatangkan kelegaan bagi orang yang percaya yaitu Yesus Kristus.

sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yes 28:16)

D. Refleksi 

Saya belajar menghormati nama Tuhan yang Mahakuasa dan tidak sembarang menyebutkannya.

E. Kata Bijak

Tidak ada nama lain selain Yesus.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...