Showing posts with label Roma. Show all posts
Showing posts with label Roma. Show all posts

Saturday, March 14, 2026

Roma 8:28-30

Limited Atonement

A. Ringkasan Khotbah

Banyak pengalaman penumpang pesawat terkait dengan pembatasan berat bagasi. Tidak sedikit yang mempertanyakan kebijakan ini. Tentu saja sebenarnya para penumpang menyadari alasan dari pembatasan ini adalah demi kenyamanan dan kapasitas pesawat yang terbatas. Hal ini akan sangat berbeda ketika berbicara tentang Tuhan yang tidak terbatas membatasi penebusan pada orang-orang tertentu. Kenyataan yang sulit dicerna oleh manusia namun kebenaran tetaplah kebenaran. Khotbah berikut menunjukkan penebusan terbatas dari Tuhan atas manusia berdosa.

1. Rencana Tuhan

Jemaat Roma mulai bertunas tanpa pemimpin. Rasa haus akan kebenaran tidak mampu terpuaskan oleh ajaran-ajaran orang Yahudi. Kondisi ini diperberat dengan perjuangan dalam melawan dosa. Tunas kecil ini hampir layu. Paulus dalam suratnya menguatkan mereka dengan memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang spesial yang terpanggil untuk menikmati kebaikan Tuhan. Rencana keselamatan Tuhan khusus bagi orang-orang yang terpanggil.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8:28)  

2. Tujuan Tuhan

Rencana Tuhan menyertakan sebuah tujuan yang mulia. Orang-orang yang dipanggil akan menuju pada suatu keadaan yang sempurna. Tujuan Tuhan atas orang-orang yang terpanggil adalah untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8:29)  

3. Karya Tuhan

Untuk mencapai tujuan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia sendiri yang akan berkarya atas mereka. Karya Tuhan dimulai dari memanggil, diteruskan dengan membenarkan status mereka melalui kebenaran Tuhan Yesus, dan pada akhirnya orang-orang tersebut hidup memancarkan kemuliaan Tuhan dan menuju puncak keselamatan.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:30)  

B. Kesimpulan

Tuhan memilih orang-orang tertentu dalam rencana-Nya untuk serupa dengan Kristus melalui panggilan, pembenaran, dan pemuliaan.

C. Kebaruan

Kata "dipilih" dalam Rm 8:29 berasal dari kata proginosko dalam bahasa Yunani yang berarti pilihan khusus.

D. Refleksi 

Saya bersyukur dan menyadari betapa berharganya terpilih sebagai orang-orang yang berjalan dalam rencana keselamatan Tuhan.

E. Kata Bijak

Kamus Tuhan tidak ada kata gagal.


Saturday, February 28, 2026

Roma 7:18-25

Total Depravity

A. Ringkasan Khotbah

John Locke mengaungkan konsep tabula rasa (papan kosong) dalam menjelaskan pikiran manusia saat lahir. Manusia dilihat sebagai lembaran kosong yang siap diisi dengan pengalaman. Konsep ini gagal melihat keberadaan dosa dalam diri manusia. Berbeda dengan pernyataan Alkitab yang menyatakan bahwa kehadiran dosa telah merusak gambar dan rupa Allah (imago Dei) dalam diri manusia. Khotbah berikut memaparkan sisi-sisi dalam diri manusia yang telah rusak oleh dosa.

1. Kehendak 

Paulus berusaha meluruskan pandangan orang Yahudi yang salah. Mereka pikir manusia dapat berbuat sesuai Hukum Taurat dan mengalahkan dosa. Tetapi pengalaman Paulus berkata beda. Dosa telah meremuk manusia seremuk-remuknya. Kehendak manusia telah rusak dan tidak mampu mengarahkan perbuatan.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (Rm 7:18)  

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. (Rm 7:19)  

2. Daya Juang

Di samping itu, Paulus menyadari dalam dirinya terjadi peperangan sengit untuk berbuat baik. Semakin lama di dalam pusaran peperangan semakin mengerti akan ketidakberdayaannya. Daya juang manusia telah rusak dan tidak mampu memenangkan peperangan batin.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. (Rm 7:20)  

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. (Rm 7:21)  

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, (Rm 7:22)  

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. (Rm 7:23)  

3. Harapan

Kekalahan demi kekalahan memaksanya berhenti berharap. Hidup menjadi segumpal kabut pekat. Namun harapan menerobos masuk seiring dengan kehadiran Tuhan Yesus. Perjuangan bersama Tuhan Yesus memberi harapan yang teguh. Harapan manusia telah rusak dan Tuhan Yesus mampu memulihkan semuanya.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Rm 7:24)  

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rm 7:25)  

Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Rm 7:26)  

B. Kesimpulan

Tuhan Yesus mampu memulihkan kehendak, daya juang, dan harapan yang telah dihancurkan oleh dosa.

C. Kebaruan

Dalam Rm 7:24 kata "celaka" berasal dari kata talaiporos dalam bahasa Yunani yang berarti sengsara atau menderita.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali akan akibat dosa yang telah menghancurkan seluruh natur manusia dan pemulihan hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan Yesus. 

E. Kata Bijak

Dosa meremuk Yesus membalut.



Saturday, July 12, 2025

Roma 12:3-8

Malas Gerak

A. Ringkasan Khotbah

Mager adalah bahasa gaul yang populer dalam kalangan anak muda. Mager merupakan akronim dari kata "Malas Gerak" yang digunakan sebagai ungkapan keengganan seseorang untuk bekerja atau beraktivitas. Mager adalah istilah baru namun kenyataannya sudah sejak dulu meresapi jiwa orang percaya dalam melayani. Sadar atau tidak mager bersumber dari dalam hati yang terkontaminasi ajaran dunia. Khotbah berikut berisi ajaran Paulus yang bertujuan agar jemaat mengerjakan karunia dan tidak jatuh ke dalam situasi mager.

1. Salah Menilai Diri 

Ajaran dunia adalah aliran hawa dingin menuju hati manusia. Pelan tapi membekukan. Hawa dingin memulai aksinya dengan membekukan mata hati orang percaya. Mata hati yang beku melihat dirinya menjadi begitu tinggi dan hebat. Kenyataan menjadi kabur. Karunia menjadi alat menyombongkan diri. Jika tidak terlihat hebat maka ia tidak bergerak. Kemalasan bersumber dari tidak menilai diri dengan karunia Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12:3)

2. Salah Memposisikan Diri

Hawa dingin bekerja keras menurunkan suhu hati. Kobaran iman kini menjadi pucat. Orang percaya linglung dan tersesat dalam rimba dunia. Ia bahkan tidak sadar lagi dirinya adalah anggota tubuh Kristus. Meskipun masih menempel namun sudah tidak sadarkan diri dan diam. Kemalasan bersumber dari tidak menyadari posisi diri sebagai anggota tubuh Kristus.

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (Rm 12:4)

demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (Rm 12:5)

3. Salah Memahami Keunikan Diri

Saat hati berubah menjadi sebongkah es maka seluruh kehidupan rohani terhenti. Ia sudah bukan lagi dirinya. Tanda kehidupan telah lenyap. Pelayanan terhenti dan membeku. Kemalasan bersumber dari tidak memahami keunikan orang percaya adalah mengerjakan karunia yang diberikan.

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (Rm 12:6)

Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (Rm 12:7)

jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. (Rm 12:8)

B. Kesimpulan

Mager dalam pelayanan disebabkan oleh kesalahan dalam menilai, memposisikan, dan mengenali keunikan dirinya sebagai orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Roma 12:3 kata "kasih karunia" berasal dari kata charis dalam bahasa Yunani yang berarti pemberian khusus dari Roh Kudus kepada orang percaya untuk membangun jemaat dengan melayani sesama dalam kasih Kristus.

D. Refleksi 

Saya harus terus bergerak melayani Tuhan karena itulah yang membedakan orang percaya dengan yang tidak percaya.

E. Kata Bijak

Saya ada karena melayani berdasarkan karunia.


Thursday, June 26, 2025

Roma 10:1-10

Percaya Maka Selamat

A. Ringkasan Khotbah

Dalam "dunia tipu-tipu" tidak mudah untuk membangun kepercayaan. Segala sesuatu bisa jadi hanya sandiwara belaka. Kata percaya pun menjadi sekedar basa-basi tanpa makna. Percaya hanya di mulut (lip service) tetapi sesungguhnya ragu. Namun bagaimana dengan percaya yang dikatakan sebagai syarat dari keselamatan? Percaya yang seperti apa? Khotbah berikut mengupas ajaran Paulus tentang kepercayaan yang benar kepada Tuhan Yesus.

1. Percaya Kebenaran Allah 

Paulus menepis ajaran yang simpang siur dalam jemaat. Keselamatan diperoleh dengan percaya kepada Yesus. Percaya yang dimaksud adalah percaya kebenaran Allah dalam Yesus Kristus bukan kebenaran yang dibangun dari pemahaman pribadi yang rentan. Percaya yang benar adalah percaya kebenaran Allah yang digenapi dalam karya Yesus Kristus.

Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (Rm 10:1)

Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (Rm 10:2)

Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. (Rm 10:3)

Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Rm 10:4)

2. Percaya Dalam Iman

Orang yang meninggalkan kebenaran pribadi dan percaya penuh tidak memiliki kata ragu dalam kamus kehidupannya. Orang yang ragu tidak akan menerima benih firman yang membuahkan iman. Percaya yang benar adalah beriman kepada Yesus Kristus dan firman-Nya. 

Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." (Rm 10:5) 

Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, (Rm 10:6) 

atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. (Rm 10:7)

Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Rm 10:8) 

3. Percaya Dengan Pengakuan

Orang beriman tidak akan mampu menahan dorongan hatinya untuk mengakui Yesus adalah Tuhan. Pengakuan yang meluap dari dalam hati yang beriman mendatangkan pembenaran dan keselamatan dari Allah. Percaya yang benar melahirkan pengakuan.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Rm 10:9)

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Rm 10:10)

B. Kesimpulan

Percaya yang menyelamatkan adalah percaya kebenaran Allah, beriman, dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

C. Kebaruan

Jemaat Yahudi Kristen pasti sangat mengerti alasan Paulus mengutip kitab Ul 30:12-14 supaya mereka tahu bahwa ajaran yang disampaikan begitu penting dan esensial. Demikian kemudian dijelaskan dalam ayat selanjutnya sebagai peringatan keras kepada orang Israel.

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, (Ul 30:15)

D. Refleksi 

Saya perlu memeriksa kembali "percaya" seperti apa yang menetap dalam hati saya selama ini. Jangan sampai percaya yang saya miliki bukan percaya yang mengantar pada keselamatan.

E. Kata Bijak

Percaya sejati adalah menyangkal diri.

Saturday, January 11, 2025

Roma 12:17-21

Perbuatan Baik

A. Ringkasan Khotbah

Air susu dibalas air tuba adalah peribahasa yang menyatakan perbuatan baik tetapi dibalas dengan tidak semestinya. Kebanyakan orang berpikir bahwa perbuatan baik seharusnya dibalas dengan perbuatan baik pula. Tetapi bagaimana kalau tidak? Masihkah kita terus berbuat baik? Khotbah ini mengajarkan tentang arti dan tujuan perbuatan baik pengajaran rasul Paulus kepada jemaat di Roma.

1. Membawa Damai 

Perbuatan baik dalam kekristenan bukan perbuatan yang mengharapkan balasan yang baik tetapi justru sebagai reaksi terhadap perbuatan yang jahat. Dengan demikian mata rantai kejahatan diputus dengan kebaikan. Saat rantai kejahatan putus maka percikan damai akan terjadi. Berusahalah supaya percikan damai tidak berhenti sehingga kebaikan akan terus menerus merangkul dengan kedamaian.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Rm 12:17)  

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Rm 12:18) 

2. Mengampuni

Serasa tidak adil jika rantai kejahatan yang telah diputus dengan kebaikan kemudian disambung kembali oleh pembuat kejahatan. Perbuatan baik tidak serta merta meniadakan perbuatan jahat yang menimpa dirinya. Jangan terseret arus kejahatan yang mengejar pembalasan karena pembalasan adalah hak Tuhan dan pengampunan adalah tugas orang percaya.

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Rm 12:19)  

3. Mengasihi

Betapa sulitnya berbuat baik dan sepertinya tidak ada seorang pun yang mampu melakukannya. Semua keterbatasan manusia dapat dipatahkan dengan kasih Tuhan. Perbuatan baik yang dilandaskan dengan kasih Tuhan mampu mengiring pembuat kejahatan mengecap penyesalan dan pertobatan. Bara api penyesalan akan membumihanguskan hati yang penuh kejahatan dan memurnikannya dengan pertobatan. Dengan demikian kejahatan benar-benar dikalahkan dengan perbuatan baik.

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. (Rm 12:20)  

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Rm 12:21) 

Kesimpulan khotbah: Perbuatan baik menghasilkan perdamaian, pengampunan dan perubahan hidup.

B. Kebaruan

Dalam Roma 12:17 kata baik berasal dari kata kalos dalam bahasa Yunani yang berarti baik, bagus, terpuji, benar, mulia; menyenangkan, menghibur, dan meneguhkan pikiran. Jadi orang percaya harus melakukan kalos yang tidak hanya sekedar baik saja untuk semua orang.

C. Refleksi 

Saya perlu belajar mengabaikan respon-respon negatif terhadap perbuatan baik dan berdoa supaya bara api pertobatan turun.

D. Kata Bijak

Perbuatan baik menurunkan bara api pertobatan bagi orang jahat.


Saturday, November 16, 2024

Roma 12:1

 Persembahan Yang Berkenan

A. Ringkasan Khotbah

Berbicara tentang persembahan uang kerap kali menimbulkan opini negatif terkait dengan penggunaannya. Opini ini bukan tanpa dasar jika dilihat dari beberapa kasus penyelewengan dana oleh petugas maupun pemimpin gereja. Kasus-kasus ini mengoncang iman orang percaya bagaikan gempa yang disertai tsunami. Mengapa uang persembahan diselewengkan oleh orang yang "beriman" dalam memimpin gereja? Ombak tsunami ini menyapu bersih bangunan iman yang tidak kokoh dan menyisakan puing kekecewaan dan kecurigaan. Padahal Paulus dengan jelas menanamkan dasar iman yang kokoh tentang persembahan yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Persembahan bukan hanya sekedar uang saja. Khotbah ini mengupas ajaran Paulus yang terkandung dalam satu kalimat penting tentang persembahan.

1. Mengapa Memberikan Persembahan ?

Iman yang dibangun di atas kebenaran firman Tuhan tidak mudah dihanyutkan oleh ombak kekecewaan. Paulus mendasari ajaran tentang persembahan dengan akumulasi pengajaran di pasal-pasal sebelumnya (Rm 1:18-11:36). Kata "Karena itu" secara sederhana diartikan demikian: karena manusia telah menolak pernyataan (wahyu) Tuhan sehingga hukuman akan menimpa mereka, namun orang percaya dibenarkan melalui iman kepada Yesus Kristus. Pembenaran ini membawa keselamatan. Itulah sebabnya orang percaya memberikan persembahan. 

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rm 12:1)

2. Bagaimana Memberikan Persembahan ?

Selanjutnya Paulus mengajar jemaat bagaimana memberikan persembahan. Tentu persembahan tidak diberikan dengan sembarangan. Persembahan yang berkenan dan diterima Tuhan adalah keseluruhan hidup orang percaya. Baik jasmani maupun rohani dikhususkan bagi Tuhan maka dengan demikian Tuhan akan menerimanya sebagai persembahan yang memenuhi kriteria. Persembahan bukan hanya sekedar uang tetapi seluruh hidupmu.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rm 12:1)

3. Untuk apa Memberikan Persembahan ?

Paulus menutup dengan sebuah pernyataan bahwa itulah ibadah yang seharusnya/ sepatutnya bagi Tuhan. Memberikan persembahan adalah memberikan yang pantas dan layak bagi Yesus Kristus yang telah menyelamatkan orang percaya. Jika tidak maka persembahan bukanlah persembahan yang sesungguhnya dan tidak ada artinya bagi kehidupan kerohanian orang percaya.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rm 12:1)

Kesimpulan khotbah: Persembahan yang layak bagi Tuhan Sang Penyelamat adalah seluruh hidupmu.

B. Kebaruan

Kata "hidup" bermakna sebagai kehidupan yang baru bersama dengan Kristus, bukan persembahan yang sudah mati seperti persembahan korban pada zaman Perjanjian Lama.

C. Refleksi 

Persembahan yang seharusnya saya berikan bukan hanya uang tetapi tingkah laku, sikap, pemikiran, dan mencakup seluruh aspek hidupku.

D. Kata Bijak

Di mata Tuhan uang hanya sebutir debu jika dibandingkan dengan hidupmu.


Saturday, October 19, 2024

Roma 1:18-25


Dunia Bersaksi

A. Ringkasan Khotbah

Dewasa ini sikap apatis terhadap keberadaan Tuhan telah menjangkit banyak orang. Sikap ini lahir dari keterbatasan indera dalam merasakan kehadiran Tuhan. Ibadah menjadi semacam kegiatan seremonial demi penguatan identitas diri sebagai orang beragama. Tatkala keapatisan mereka dipertanyakan maka bendungan besar dalam pikirannya pun segera terlihat. Bendungan besar ini dihiasi dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai keberadaan dan peran Tuhan dalam kenyamanan hidupnya. Kalau Tuhan benar ada, mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya? Mengapa Tuhan tidak menunjukkan diri kepada saya? Apa buktinya Tuhan ada? Permasalahan ini telah terjadi dalam kehidupan jemaat mula-mula di Roma. Kebenaran terombang ambing oleh ajaran yang keliru dan iman pun tergoncang keras. Keadaan yang serius ini menarik perhatian Paulus. Itulah sebabnya Paulus mengirim pengajarannya melalui sepucuk surat. Pengajaran berharga ini akhirnya membuka mata jemaat Roma dan memberkati orang percaya pada masa kini. 

1. Menolak Kenyataan  

Alasan yang sedianya adalah bukti untuk mendukung sebuah argumen kini berubah menjadi bendungan penutup kelemahan. Paulus mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada alasan untuk itu karena Tuhan sendiri telah mengatakannya. Memang tidak ada seorang pun yang pernah melihat Bapa dan orang-orang yang melihat Yesus Kristus juga terbatas pada zaman tertentu. Namun ketika Tuhan berfirman demikian maka sudah pasti benar. Oleh sebab itu orang yang tidak percaya adalah orang yang menolak kenyataan bahwa Tuhan sudah menyatakan diri-Nya.

Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. (Rm 1:18) 

Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. (Rm 1:19)  

2. Dunia Bersaksi

Paulus meneruskan penjelasannya mengenai cara Tuhan menyatakan diri kepada semua orang yaitu melalui ciptaan-Nya. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Maz 19:2). Siapapun yang melayangkan pandangnya ke langit akan melihat penyataan Tuhan dibalik segala keindahannya. Dunia ini bersaksi kepada manusia tentang keberadaan dan karya Tuhan yang melebihi akal pikiran manusia.

Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. (Rm 1:20)  

3. Perbuatan Yang Bodoh 

Selanjutnya Paulus memperlihatkan tindakan orang-orang yang menolak kebenaran dan mengabaikan kesaksian dunia. Mereka tidak menyembah Tuhan tetapi mereka menyembah buatan tangannya sendiri. Mereka bermegah dalam kebodohan dan akhirnya remuk dalam kebodohan.

Rom 1:21  Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 

Rom 1:22  Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 

Rom 1:23  Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 

Rom 1:24  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

Kesimpulan Khotbah: Tuhan telah menyatakan diri melalui kesaksian dunia dan orang yang menolak kesaksian dunia akan hidup dalam kebodohan.

B. Kebaruan

Orang yang menolak Tuhan akan hidup dalam kebodohan dan hancur dalam kebodohan.

C. Refleksi 

Saya belajar senantiasa mengingat dan mengagumi Tuhan di tengah semua ciptaan-Nya yang sungguh amat baik.

D. Kata Bijak

Sebutir pasir pun mampu menyaksikan kemuliaan Tuhan.


Saturday, August 24, 2024

Roma 13:1-5


Pemerintah Berkuasa

A. Ringkasan Khotbah

Pemerintah berkuasa merupakan fakta yang tidak dapat dipungkiri. Limpahnya peraturan di setiap lini menunjukkan pemerintah berkuasa mengatur rakyatnya. Kuasa pemerintah bahkan mencakup pemberian hukuman bagi pelanggar atau penentangnya. Lalu dari mana datangnya kuasa itu? Apa hubungannya dengan kekristenan? Bukanlah kita hanya perlu tunduk kepada Tuhan saja? Pertanyaan-pertanyaan yang serupa pernah membinggungkan jemaat mula-mula yang hidup di Roma. Dengan iman yang masih kerdil mereka coba mencari jawabannya tetapi sangat disayangkan mereka mencari ke arah yang keliru. Mendengarkan penjelasan dari orang Yahudi (Yudaisme) yang "gemar" menentang pemerintah bukanlah ide yang baik. 

Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" (Yoh 8:33)

Kesombongan mereka telah menumpulkan kesadaran terhadap realitas bahwa mereka sedang dalam kekuasaan pemerintah Romawi. Supaya jemaat tidak terombang-ambing dalam ajaran yang salah, Paulus menuliskan sepucuk surat sebagai kompas bagi orang percaya di Roma untuk melihat hubungan jemaat dengan pemerintah dan Tuhan.

1. Pemerintah Dari Tuhan

Jarum kompas dari Paulus selalu menunjuk kepada Tuhan. Arahnya bertentangan dengan pengajaran orang Yahudi. Alih-alih menentang pemerintah, Paulus mengajarkan untuk tunduk kepada pemerintah karena pemerintah berasal dari Tuhan.

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Rm 13:1)

Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. (Rm 13:2) 

Jangan memberanikan diri untuk melawan pemerintah kalau tidak mau menerima konsekuensinya. Tunduklah kepada pemerintah seperti tunduk kepada Tuhan yang menetapkannya.

2. Pemerintah Hamba Tuhan

Visir kompas dari Paulus membantu jemaat meneropong maksud dan tujuan Tuhan yang baik. Kehadiran pemerintah bukan untuk meneror atau mengancam jemaat dengan aneka hukuman berat. Sebaliknya kehadiran pemerintah adalah untuk mengarahkan manusia supaya berperilaku baik.

Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. (Rm 13:3) 

Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. (Rm 13:4) 

Jika sebaliknya jemaat memberontak terhadap pemerintah maka bersiaplah dengan pedang tajam yang tersarung di pinggangnya. Pemerintah tidak memerintah dengan tangan kosong dan Tuhan telah memateraikan pengesahan pada pedang itu supaya luka-luka dari tebasannya menuntun pada pertobatan.

3. Pemerintah dan Suara Hati bekerja sama

Meskipun pemerintah adalah hamba Tuhan, pemerintah tetap saja terbatas. Mengatur manusia yang dinamis dan cenderung bandel ini tidaklah gampang. Hukum ada celanya dan peraturan ada kelemahannya. Untuk keadaan seperti inilah kaca pembesar pada kompas Paulus berguna. Ia mampu melihat hal-hal kecil dan yang tidak mampu dijangkau oleh pemerintah. Kaca pembesar di kompas Paulus adalah suara hati (nurani). Suara hati membisikkan perilaku-perilaku baik di tempat di mana peraturan tidak terdengar lantang. 

Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. (Rm 13:5) 

Kesimpulan khotbah adalah pemerintah merupakan hamba Tuhan yang diberi kuasa untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya.

B. Kebaruan

Kata "suara hati" dalam Roma 13:5 berasal dari bahasa Yunani suneidesis (συνείδησις) memiliki arti yang luas. Suara hati mencakup kesadaran moral, kepekaan, kemampuan membedakan baik dan jahat, dan hati nurani.

C. Refleksi 

Saya dapat mengerti mengapa pemerintah dapat tetap eksis meskipun memiliki banyak sekali kelemahan. Alasannya adalah karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan kita.

D. Kata Bijak

Di saat semua buntu, sendengkanlah telingamu untuk suara hati (Tuhan).

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...