Saturday, July 12, 2025

Roma 12:3-8

Malas Gerak

A. Ringkasan Khotbah

Mager adalah bahasa gaul yang populer dalam kalangan anak muda. Mager merupakan akronim dari kata "Malas Gerak" yang digunakan sebagai ungkapan keengganan seseorang untuk bekerja atau beraktivitas. Mager adalah istilah baru namun kenyataannya sudah sejak dulu meresapi jiwa orang percaya dalam melayani. Sadar atau tidak mager bersumber dari dalam hati yang terkontaminasi ajaran dunia. Khotbah berikut berisi ajaran Paulus yang bertujuan agar jemaat mengerjakan karunia dan tidak jatuh ke dalam situasi mager.

1. Salah Menilai Diri 

Ajaran dunia adalah aliran hawa dingin menuju hati manusia. Pelan tapi membekukan. Hawa dingin memulai aksinya dengan membekukan mata hati orang percaya. Mata hati yang beku melihat dirinya menjadi begitu tinggi dan hebat. Kenyataan menjadi kabur. Karunia menjadi alat menyombongkan diri. Jika tidak terlihat hebat maka ia tidak bergerak. Kemalasan bersumber dari tidak menilai diri dengan karunia Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12:3)

2. Salah Memposisikan Diri

Hawa dingin bekerja keras menurunkan suhu hati. Kobaran iman kini menjadi pucat. Orang percaya linglung dan tersesat dalam rimba dunia. Ia bahkan tidak sadar lagi dirinya adalah anggota tubuh Kristus. Meskipun masih menempel namun sudah tidak sadarkan diri dan diam. Kemalasan bersumber dari tidak menyadari posisi diri sebagai anggota tubuh Kristus.

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (Rm 12:4)

demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (Rm 12:5)

3. Salah Memahami Keunikan Diri

Saat hati berubah menjadi sebongkah es maka seluruh kehidupan rohani terhenti. Ia sudah bukan lagi dirinya. Tanda kehidupan telah lenyap. Pelayanan terhenti dan membeku. Kemalasan bersumber dari tidak memahami keunikan orang percaya adalah mengerjakan karunia yang diberikan.

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (Rm 12:6)

Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (Rm 12:7)

jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. (Rm 12:8)

B. Kesimpulan

Mager dalam pelayanan disebabkan oleh kesalahan dalam menilai, memposisikan, dan mengenali keunikan dirinya sebagai orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Roma 12:3 kata "kasih karunia" berasal dari kata charis dalam bahasa Yunani yang berarti pemberian khusus dari Roh Kudus kepada orang percaya untuk membangun jemaat dengan melayani sesama dalam kasih Kristus.

D. Refleksi 

Saya harus terus bergerak melayani Tuhan karena itulah yang membedakan orang percaya dengan yang tidak percaya.

E. Kata Bijak

Saya ada karena melayani berdasarkan karunia.


No comments:

Post a Comment

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...