Showing posts with label Wahyu. Show all posts
Showing posts with label Wahyu. Show all posts

Friday, February 6, 2026

Wahyu 7:9-17

祥 Kebahagiaan 

A. Ringkasan Khotbah

Martin Seligman melihat kebahagiaan secara psikologis adalah sesuatu yang mampu dipelajari dan diciptakan. Sederhananya kebahagiaan bergantung pada diri sendiri. Di sisi lain aksara Mandarin bersuara lain. Kebahagiaan ditunjukkan dengan aksara 祥. Aksara ini merupakan hasil gabungan dari aksara礻(Allah) dan aksara 羊 (Domba), artinya kebahagiaan bergantung pada Anak Domba yang duduk di sebelah kanan Allah. Khotbah berikut menggambarkan suasana kebahagiaan orang-orang di dalam Anak Domba Allah.

1. Penyembah Anak Domba

Yohanes terpukau dengan sekumpulan orang banyak di hadapan takhta Anak Domba. Mereka serentak memuji dan menyembah Allah. Seketika kebahagiaan terpancar mengiringi puji-pujian yang menggelegar. Kebahagiaan diungkapkan dengan penyembahan, pengakuan, dan puji-pujian kepada Anak Domba Allah.

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Why 7:9)

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" (Why 7:10)

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, (Why 7:11)

sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Why 7:12)

2. Menderita Demi Anak Domba

Yohanes semakin penasaran. Dari manakah mereka datang? Salah seorang tua-tua memberi penjelasan. Ternyata mereka adalah orang-orang yang menderita demi Anak Domba dan bertahan sampai akhir. Kebahagiaan dimiliki oleh orang-orang yang menderita demi Anak Domba Allah.

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" (Why 7:13)

Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Why 7:14)

3. Berbahagia Dalam Anak Domba

Mereka tidak keluar dari satu penderitaan dan masuk ke dalam penderitaan lainnya. Tetapi sebaliknya mereka masuk ke dalam kebahagiaan kekal. Tidak ada lagi air mata yang menetes dan kesakitan yang mencengkeram. Yang ada hanyalah persekutuan, pemeliharaan, dan tuntunan Anak Domba untuk selama-lamanya. Kebahagiaan dinikmati dalam Anak Domba Allah.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. (Why 7:15)

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. (Why 7:16)

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Why 7:17)

B. Kesimpulan

Kebahagiaan adalah milik mereka yang menyembah, mengaku, dan menderita di dalam Anak Domba Allah.

C. Kebaruan

Aksara 示 (manifestasi) mengalami perubahan bentuk menjadi礻ketika digabungkan dengan aksara lain dan disebut sebagai  神子旁 (aksara pinggiran Allah).

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa kebahagiaan di dalam dunia tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan kelak di hadapan takhta Anak Domba.

E. Kata Bijak

Anak Domba di kanan, gereja rasakan kebahagiaan.


Saturday, October 26, 2024

Wahyu 21:1-8

 

Dunia Baru

A. Ringkasan Khotbah

Dunia ini kian hari kian menampakkan kerusakannya. Kejahatan merajalela dan bencana alam terjadi di mana-mana. Belum lagi ditambah dengan peperangan dan penyakit-penyakit yang mematikan. Keadaan ini tentu mengkuatirkan. Bisa jadi dunia ini tidak lagi mampu menampung kehidupan manusia. Jika benar, bagaimana dengan orang percaya? Apakah akan hancur bersama dunia ini? Tentu saja tidak. Tuhan telah memberitahukan hal-hal penting tentang akhir dari dunia ini melalui Yohanes sehingga orang percaya tidak perlu kuatir. Berikut penyataan Tuhan kepada kita:

1. Dunia Yang Baru 

Benar seperti yang dilihat bahwa dunia ini sedang menuju kehancuran. Tetapi berakhirnya dunia bukan berarti akhir dari segalanya, namun merupakan awal dari yang baru. Yohanes melihat langit dan bumi yang baru menggantikan yang lama. Dunia yang baru ini kemudian dihiasi dengan kota Tuhan yang turun dari surga. Sungguh sebuah pemandangan yang indah.

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. (Why 21:1)   

Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (Why 21:2)  

2. Tuhan Bersama Kita

Tidak sampai di situ saja, keindahan dunia yang baru disempurnakan dengan keberadaan Tuhan yang bersama-sama dengan orang-orang percaya. Bukankah keadaan ini yang didamba-dambakan oleh orang percaya di mana Sang Pencipta yang penuh kasih tinggal bersama-sama dengan ciptaan-Nya.

Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. (Why 21:3)  

3. Tidak Ada Penderitaan

Dalam dunia yang baru Tuhan memulihkan manusia dari efek dosa. Penderitaan yang awalnya mengerogoti manusia kini telah lenyap. Dunia yang baru tidak ada lagi kesedihan dan tangisan. Utopia ini pasti menjadi realita karena Tuhan mengatakannya.

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Why 21:4)

Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." (Why 21:5)

4. Pemenang Iman

Dunia baru yang begitu indah akan ditempati oleh siapa? Tidak semua orang dapat tinggal di dalamnya. Hanya pemenang iman yang akan memperolehnya. Siapakah pemenang iman ini? Pemenang iman adalah mereka yang percaya kepada Yesus Kristus dan mempertahankan imannya hingga akhir.

Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. (Why 21:6)

Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Why 21:7)

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (Why 21:8)

Kesimpulan Khotbah:  Dunia yang baru akan diberikan Tuhan kepada pemenang iman.

B. Kebaruan

Menurut tradisi Yahudi Yohanes dihukum mati di Roma dengan memasukkannya ke dalam bak yang berisi minyak panas. Namun Tuhan melindungi Yohanes dan ia tidak mati. Itulah sebabnya ia dibuang ke pulau Patmos untuk kerja paksa menambang batu bara bersama dengan orang-orang hukuman lainnya.

C. Refleksi 

Kesulitan dan kesedihan akan berlalu asal saya tetap bertekun dalam iman kepada Yesus Kristus hingga hembusan nafas terakhir.

D. Kata Bijak

Saatnya akan tiba ketika orang-orang tidak lagi ingat apa itu kesedihan.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...