Anak Yang Berbahagia
A. Ringkasan Khotbah
Survei yang dilakukan oleh Sun Life Asia pada tahun 2025 menunjukkan data yang mencengangkan. Sebanyak 60% dari sekitar 3000 responden di berbagai negara Asia menyatakan kekuatiran mereka akan harta warisan berakhir di tangan anaknya. Kekuatiran ini menampakkan kenyataan bahwa harta bukanlah warisan yang bernilai kekal. Khotbah berikut mengajarkan warisan kekal dari orangtua yang menjadikan anaknya berbahagia.
1. Teladan Doa
Tanggung jawab yang besar membebani Timotius di usianya yang belia. Ia sering ketakutan dan sakit. Paulus sebagai papa rohaninya berusaha menguatkan Timotius melalui sepucuk surat. Ia mengajak Timotius untuk melihat teladan rohani yang diwariskan kepadanya. Paulus bersaksi bahwa dalam doanya nama Timotius selalu disebut. Anak yang berbahagia mewariskan teladan dalam berdoa.
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, (II Tim 1:1)
kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. (II Tim 1:2)
Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. (II Tim 1:3)
Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. (II Tim 1:4)
2. Teladan Iman
Timotius tidak kekurangan warisan rohani yang dapat menghasilkan kekuatan besar dalam dirinya. Selanjutnya Paulus mengajak Timotius melihat iman yang selama ini tinggal dalam dirinya. Iman murni yang pernah membara dalam nenek dan mamanya telah diwariskan kepadanya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan iman.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (II Tim 1:5)
3. Teladan Keberanian
Bukan hanya itu, Paulus memberikan teladan lain kepadanya. Teladan keberanian yang berasal dari Tuhan sehingga Injil diberitakan ke mana-mana. Timotius dikuatkan agar tidak lagi takut dan malu tetapi dengan penuh keberanian menjalani panggilan pelayanannya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan keberanian.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (II Tim 1:6)
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (II Tim 1:7)
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (II Tim 1:8)
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (II Tim 1:9)
dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (II Tim 1:10)
B. Kesimpulan
Anak yang berbahagia mewarisi teladan doa, iman, dan keberanian dari orangtuanya.
C. Kebaruan
Dalam II Tim. 1:3 kata "permohonan" berasal dari kata deesis dalam bahasa Yunani yang berarti kebutuhan atau permintaan kepada Tuhan.
D. Refleksi
Saya perlu memperbanyak warisan-warisan rohani yang dapat menjadi modal utama anak saya dalam menjalani kehidupan pribadinya secara mandiri.
E. Kata Bijak
Teladan orangtua adalah warisan yang tidak pernah tua.
No comments:
Post a Comment