Ayah Yang Berbahagia
A. Ringkasan Khotbah
Ayah adalah sosok yang minim mengekspresikan perasaannya. Namun kala anaknya berdiri di podium prestasi, air mata akan merobohkan benteng perasaannya. Kerja kerasnya membuahkan hasil dan orang akan menyebutnya "Ayah yang Berbahagia". Khotbah berikut memperlihatkan upaya seseorang untuk menjadi ayah yang berbahagia.
1. Membawa
Pilu dan perih menyayat hati sang ayah karena terpaksa menyaksikan penderitaan anaknya. Ia mencoba mengakhirinya dengan datang kepada murid-murid Tuhan Yesus. Sayangnya usaha ini pun nihil. Tanpa berpikir panjang, ia pun menerobos lautan manusia demi membawa anaknya berjumpa Tuhan Yesus. Ayah yang berbahagia membawa anaknya kepada Tuhan Yesus.
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?" (Mrk 9:16)
Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. (Mrk 9:17)
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." (Mrk 9:18)
2. Memahami
Bulir-bulir keringat memenuhi wajahnya saat ia berhasil menempati barisan depan. Usahanya tidak sia-sia. Begitu mendapat kesempatan, ia menceritakan waktu kebersamaan yang intens dengan anaknya dan pemahaman yang terbangun di dalamnya. Ayah yang berbahagia memahami anaknya.
Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" (Mrk 9:19)
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. (Mrk 9:20)
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mrk 9:21)
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. (Mrk 9:22a)
3. Meminta
Sang ayah meminta kesembuhan bagi anaknya. Permintaan tulus dari lubuk hati yang terdalam. Tuhan Yesus mendengar dan memberi lebih dari yang diminta. Anaknya disembuhkan dan dirinya diberikan iman. Ayah yang berbahagia meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.
Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."(Mrk 9:22b)
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mrk 9:23)
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Mrk 9:24)
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" (Mrk 9:25)
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." (Mrk 9:26)
Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. (Mrk 9:27)
B. Kesimpulan
Ayah yang berbahagia berusaha membawa dan memahami serta meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.
C. Kebaruan
Kata "berteriak" dalam Mrk. 9:24 berasal dari kata krazo dalam bahasa Yunani yang berarti berteriak dengan suara serak.
D. Refleksi
Saya rindu menjadi ayah yang berbahagia dan akan terus berusaha sampai anak saya bertumbuh menjadi prajurit Tuhan yang gagah perkasa.
E. Kata Bijak
Hati ayah hati Bapa.
No comments:
Post a Comment