Bahasa Kasih
A. Ringkasan Khotbah
Cinta yang tidak dikomunikasikan dengan benar serupa duri di dalam daging. Obsessive Love Disorder adalah contoh ekstrim dari situasi ini. Cinta yang manis berubah menjadi belenggu yang menyiksa. Mencintai berubah menjadi melukai. Agar orang percaya tidak terpeleset ke dalam situasi ini, Tuhan Yesus memberi teladan dalam berbahasa kasih. Khotbah berikut memperlihatkan bahasa kasih Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.
1. Perhatian
Saat murid-murid kehilangan arah dan kembali ke profesi semula, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka. Alih-alih marah, Tuhan Yesus malah memberikan perhatian pada kegagalan mereka. Gagal percaya, gagal setia, bahkan gagal menangkap ikan. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi perhatian.
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. (Yoh 21:1)
Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. (Yoh 21:2)
Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. (Yoh 21:3)
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (Yoh 21:4)
Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." (Yoh 21:5)
2. Pertolongan
Semalam-malaman diterpa angin dan diselimuti embun membuat mereka hampir menyerah. Namun suara yang familiar membakar semangat untuk kembali menebar jala kosong. Tuhan menolong murid-murid yang gagal menangkap ikan dengan melakukan mujizat. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi pertolongan.
Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. (Yoh 21:6)
3. Persediaan
Murid-murid segera menghampiri Tuhan Yesus. Seolah-olah Ia sedang menunggu hasil tangkapan. Tetapi betapa terkejutnya mereka ketika mencium aroma makanan dan sarapan pagi yang tersedia. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi persediaan.
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. (Yoh 21:7)
Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. (Yoh 21:8)
Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. (Yoh 21:9)
4. Pelayanan
Tidak tega membiarkan murid-murid menunggu lama. Dengan cepat Tuhan Yesus melayani mereka dengan membagikan roti dan ikan. Tanpa harus bertanya mereka mengenali Tuhan Yesus melalui bahasa kasih-Nya. Bahasa Kasih Tuhan Yesus adalah memberi pelayanan.
Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." (Yoh 21:10)
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. (Yoh 21:11)
Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. (Yoh 21:12)
Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. (Yoh 21:13)
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. (Yoh 21:14)
B. Kesimpulan
Bahasa Kasih dari Tuhan Yesus dikomunikasikan dengan memberi perhatian, pertolongan, persediaan, dan pelayanan.
C. Kebaruan
Kata "lauk pauk" dalam Yoh 21:5 berasal dari kata prosphagion dalam bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang bisa dimakan dengan roti.
D. Refleksi
Saya diingatkan untuk lebih banyak berbahasa kasih seperti yang telah Tuhan Yesus tunjukkan. Sepatah kalimat yang berbeda dengan yang dipercakapkan dunia.
E. Kata Bijak
Bahasa kasih menggetarkan hati yang hampa.
No comments:
Post a Comment