Saturday, July 26, 2025

Sekapur Sirih

Ulang Tahun Pertama 

        Kebahagian di ulang tahun yang pertama saya ungkapkan dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang telah mengaruniakan hikmat dan ketekunan dalam menulis. Setahun penuh perjuangan telah berlalu dalam pertolongan-Nya. Saya mengingat pertama kali tergerak menulis blog ini adalah untuk meringankan tugas siswa dan mahasiswa dalam mengerjakan laporan khotbah. Khotbah yang didengar dapat dibaca kembali dalam versi yang ringkas. Selain itu jemaat juga dapat membaca kembali khotbah yang sudah didengar. Pemikiran ini membuat saya sangat optimis bahwa blog catatan khotbah akan dibaca banyak orang.

      Tetapi kenyataan berbeda dengan harapan. Dalam perjalanan satu tahun blog Catatan Khotbah hanya mendapatkan 23 followers dan 3093 kali dikunjungi. Sungguh memilukan ketika saya bandingkan dengan  posting foto atau video pendek di sosial media. Dalam waktu singkat jumlah yang menonton, menyukai, dan mengomentari bisa sangat banyak. Mengambil foto hanya butuh waktu beberapa detik, mengambil video hanya butuh waktu beberapa menit, sedangkan menulis catatan khotbah butuh waktu berjam-jam. Pada satu titik saya ingin berhenti dan meninggalkan blog ini. Ketika itu sebuah perkataan terus menggema di hati saya. "Menulislah sampai tidak ada seorang pun yang membacanya". Selama masih ada pembaca maka tetap menulis. Perkataan ini menjadi kekuatan bagi saya untuk terus bertahan.

        Akhir kata saya berterima kasih kepada pengunjung setia blog ini. Biarlah penulis dan pembaca sama-sama diberkati Tuhan melalui firman-Nya. Selamat ulang tahun Blog Catatan Khotbah. Segala kemuliaan bagi Tuhan. Soli Deo Gloria.


Salam Penulis,




Efesus 5:15-21

In Real Life

A. Ringkasan Khotbah

Permainan Visual Reality begitu menarik hati anak muda dengan tawaran pengalaman bermain yang luar biasa. Pemain ditarik masuk ke dalam dunia permainan dan segala sesuatu terasa begitu menyenangkan. Bahkan dunia visual rekayasa ini menjadi tempat untuk melarikan diri dari beratnya dunia nyata. Terkadang orang percaya mengalami hal yang sama ketika berhadapan dengan tantangan dunia nyata. Kehidupan nyata di luar tidak seindah dalam gereja sampai-sampai orang percaya tidak tahu bagaimana menyikapinya. Khotbah berikut ini memaparkan ajaran Paulus kepada jemaat untuk menghadapi dunia nyata yang begitu mencekam.

1. Memanfaatkan Waktu 

Jemaat Efesus benar-benar seperti domba di tengah serigala. Kehidupan masyarakat yang dipenuhi dengan penyembahan berhala dan filsafat Yunani senantiasa sigap melahap orang percaya. Oleh sebab itu Paulus berpesan supaya jemaat menggunakan waktu dengan baik untuk dapat lolos dari terkaman serigala. Salah memanfaatkan waktu berarti berjalan masuk ke dalam kerumunan serigala. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan memanfaatkan waktu dengan benar.

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (Ef 5:15)

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Ef 5:16)

2. Mencari Kehendak Tuhan

Memanfaatkan waktu dengan benar artinya menggunakan waktu untuk mencari kehendak Tuhan. Paulus memberi contoh orang yang tertangkap oleh serigala hidupnya akan tercabik-cabik oleh hawa nafsu. Di lain sisi orang yang mencari kehendak Tuhan akan hidup penuh dengan Roh dan puji-pujian akan melengkapi sukacita yang dirasakannya. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan mencari kehendak Tuhan.

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Ef 5:17)

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, (Ef 5:18)

dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Ef 5:19)

3. Mengucap Syukur

Orang yang lolos dari kepungan serigala karena mencari kehendak Tuhan menyadari pertolongan Tuhan Yesus. Sehingga ucapan syukur seperti uap yang mendidih dan tidak tertahankan. Ia tidak sanggup mengatupkan mulutnya untuk tidak mengucap syukur. Kehidupan nyata orang percaya dijalani dengan mengucap syukur.

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Ef 5:20)

dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. (Ef 5:21)

B. Kesimpulan

Kenyataan hidup orang percaya dijalani dengan mempergunakan waktu, mencari kehendak Tuhan, dan mengucap syukur.

C. Kebaruan

Epikureanisme adalah salah satu ajaran filsafat Yunani yang mengajarkan untuk mencari kesenangan hidup dan menghindari kesusahan. Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus untuk memikul salib dan menderita bersama-Nya.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk senantiasa bertahan dalam kehidupan nyata dengan mencari Tuhan dan menemukan kehendak-Nya.

E. Kata Bijak

Tajamnya cakar serigala dikalahkan dengan lembutnya kasih Tuhan.


Saturday, July 19, 2025

I Korintus 1:26-31

Flexing

A. Ringkasan Khotbah

Flexing adalah perilaku memamerkan kemampuan, kekayaan, atau prestasi secara berlebihan. Orang yang berperilaku demikian adalah orang yang kesulitan mengenal dirinya dalam perubahan yang begitu cepat. Ketakutan akan direndahkan dan disepelekan mendorongnya untuk terus menonjolkan (membanggakan) diri. Khotbah berikut menunjukkan alasan orang percaya tidak perlu menonjolkan prestasi tetapi sebaliknya yang ditonjolkan adalah Yesus Kristus.

1. Dirimu Sebelumnya 

Paulus menulis pesan ini kepada jemaat Korintus untuk menanggapi perselisihan dalam jemaat yang dihiasi dengan perlombaan "kebanggaan diri". Mereka saling memamerkan pemimpin kebanggaan, karunia rohani, dan kekayaan. Itulah sebabnya Paulus mencambuk mereka dengan teguran keras. Ia meminta mereka merenungkan kembali siapa mereka sesungguhnya. Dirimu sebelum kenal Tuhan Yesus bukan apa-apa.

Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (I Kor 1:26)

2. Dirimu Sesudahnya

Cambukan keras diayunkan kembali kepada jemaat Korintus. Paulus mengatakan dirimu sekarang ini adalah hasil karya Tuhan Yesus. Engkau yang bodoh, hina, dan tidak berarti telah menjadi hebat. Tidak ada alasan untuk menonjolkan diri. Dirimu setelah kenal Tuhan Yesus adalah anugerah.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (I Kor 1:27)

dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (I Kor 1:28)

supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (I Kor 1:29)

3. Dirimu Seharusnya

Cambukan ketiga pun diayunkan tanpa ampun. Paulus menambahkan bahwa semua pencapaian dan kehebatan adalah karena Tuhan Yesus. Jadi kalau ingin berbangga tentu tidak ada tempat untuk diri sendiri. Tempat yang agung itu hanyalah milik Tuhan kita Yesus Kristus. Dirimu seharusnya menonjolkan Tuhan dan karya-Nya dalam hidupmu.

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. (I Kor 1:30)

Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (I Kor 1:31)

B. Kesimpulan

Berbanggalah dengan menonjolkan Tuhan Yesus sebagai pengubah hidup orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam I Kor 1:31 Paulus mengutip tulisan nabi Yeremia untuk menekankan keselarasan ajaran tentang kebanggaan seharusnya milik Tuhan.

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, (Yer 9:23)  

tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (Yer 9:24)

D. Refleksi 

Saya belajar untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai kebanggaan terbesar dalam seluruh kehidupanku.

E. Kata Bijak

Dari nol menjadi menonjol hanya oleh anugerah-Nya.


Saturday, July 12, 2025

Roma 12:3-8

Malas Gerak

A. Ringkasan Khotbah

Mager adalah bahasa gaul yang populer dalam kalangan anak muda. Mager merupakan akronim dari kata "Malas Gerak" yang digunakan sebagai ungkapan keengganan seseorang untuk bekerja atau beraktivitas. Mager adalah istilah baru namun kenyataannya sudah sejak dulu meresapi jiwa orang percaya dalam melayani. Sadar atau tidak mager bersumber dari dalam hati yang terkontaminasi ajaran dunia. Khotbah berikut berisi ajaran Paulus yang bertujuan agar jemaat mengerjakan karunia dan tidak jatuh ke dalam situasi mager.

1. Salah Menilai Diri 

Ajaran dunia adalah aliran hawa dingin menuju hati manusia. Pelan tapi membekukan. Hawa dingin memulai aksinya dengan membekukan mata hati orang percaya. Mata hati yang beku melihat dirinya menjadi begitu tinggi dan hebat. Kenyataan menjadi kabur. Karunia menjadi alat menyombongkan diri. Jika tidak terlihat hebat maka ia tidak bergerak. Kemalasan bersumber dari tidak menilai diri dengan karunia Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12:3)

2. Salah Memposisikan Diri

Hawa dingin bekerja keras menurunkan suhu hati. Kobaran iman kini menjadi pucat. Orang percaya linglung dan tersesat dalam rimba dunia. Ia bahkan tidak sadar lagi dirinya adalah anggota tubuh Kristus. Meskipun masih menempel namun sudah tidak sadarkan diri dan diam. Kemalasan bersumber dari tidak menyadari posisi diri sebagai anggota tubuh Kristus.

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (Rm 12:4)

demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (Rm 12:5)

3. Salah Memahami Keunikan Diri

Saat hati berubah menjadi sebongkah es maka seluruh kehidupan rohani terhenti. Ia sudah bukan lagi dirinya. Tanda kehidupan telah lenyap. Pelayanan terhenti dan membeku. Kemalasan bersumber dari tidak memahami keunikan orang percaya adalah mengerjakan karunia yang diberikan.

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (Rm 12:6)

Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (Rm 12:7)

jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. (Rm 12:8)

B. Kesimpulan

Mager dalam pelayanan disebabkan oleh kesalahan dalam menilai, memposisikan, dan mengenali keunikan dirinya sebagai orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Roma 12:3 kata "kasih karunia" berasal dari kata charis dalam bahasa Yunani yang berarti pemberian khusus dari Roh Kudus kepada orang percaya untuk membangun jemaat dengan melayani sesama dalam kasih Kristus.

D. Refleksi 

Saya harus terus bergerak melayani Tuhan karena itulah yang membedakan orang percaya dengan yang tidak percaya.

E. Kata Bijak

Saya ada karena melayani berdasarkan karunia.


Friday, July 4, 2025

I Timotius 6:6-10

Wani Piro ?

A. Ringkasan Khotbah

"Wani piro?" adalah ungkapan yang biasanya digunakan sebagai candaan untuk membalas sebuah permintaan dari orang lain. Ungkapan ini berarti berapa harga yang berani dibayar. Candaan ini bercerita bahwa uang sedemikian penting dalam pandangan masyarakat. Tetapi uang yang sedemikian penting ternyata tidak mampu mengisi hati manusia yang dalam. Sebaliknya uang bisa menjadi jebakan yang membawa penderitaan. Khotbah berikut memaparkan ajaran Paulus kepada Timotius untuk waspada terhadap ajaran palsu dan jebakan uang.

1. Cukup 

Timotius adalah pemimpin muda yang dikerumuni oleh guru-guru palsu. Paulus kuatir ajaran palsu ini akan menggeser kekudusan hidup Timotius. Oleh sebab itu tanpa basa-basi Paulus mengatakan kekudusan hidup adalah kecukupan dan keuntungan orang percaya. Orang yang hidup kudus tidak membutuhkan yang lain karena Kristus Yesus cukup baginya. 

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. (I Tim 6:6)

Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. (I Tim 6:7)

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (I Tim 6:8)

2. Kurang

Sebaliknya Paulus mengkritik guru-guru palsu dan ajarannya. Orang yang tidak memiliki Kristus akan selalu merasa kurang. Ia akan tergopoh-gopoh mengejar uang sampai-sampai meninggalkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu Kristus. Tentu saja kehilangan Kristus berarti penderitaan dan kehancuran. Tanpa Kristus kekurangan akan memenuhi hati manusia meskipun ia sudah memiliki semua uang di dunia ini.

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (I Tim 6:9)

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (I Tim 6:10)

B. Kesimpulan

Hidup kudus dalam Kristus menghasilkan kecukupan tetapi tanpa Kristus yang tersisa hanyalah kekurangan.

C. Kebaruan

Kata "ibadah" dalam I Tim 6:6 berasal dari kata Eusebeia dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan sebagai kesalehan/kerohanian. 

D. Refleksi 

Saya belajar untuk mengerti bahwa kebutuhan yang paling mendasar dalam hidup saya adalah Kristus Yesus. Tanpa Kristus segala sesuatu menjadi tidak cukup dan kosong.

E. Kata Bijak

Hati adalah sumur tanpa dasar yang hanya dapat dipenuhi oleh Kristus yang tanpa terbatas.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...