Saturday, February 28, 2026

Roma 7:18-25

Total Depravity

A. Ringkasan Khotbah

John Locke mengaungkan konsep tabula rasa (papan kosong) dalam menjelaskan pikiran manusia saat lahir. Manusia dilihat sebagai lembaran kosong yang siap diisi dengan pengalaman. Konsep ini gagal melihat keberadaan dosa dalam diri manusia. Berbeda dengan pernyataan Alkitab yang menyatakan bahwa kehadiran dosa telah merusak gambar dan rupa Allah (imago Dei) dalam diri manusia. Khotbah berikut memaparkan sisi-sisi dalam diri manusia yang telah rusak oleh dosa.

1. Kehendak 

Paulus berusaha meluruskan pandangan orang Yahudi yang salah. Mereka pikir manusia dapat berbuat sesuai Hukum Taurat dan mengalahkan dosa. Tetapi pengalaman Paulus berkata beda. Dosa telah meremuk manusia seremuk-remuknya. Kehendak manusia telah rusak dan tidak mampu mengarahkan perbuatan.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (Rm 7:18)  

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. (Rm 7:19)  

2. Daya Juang

Di samping itu, Paulus menyadari dalam dirinya terjadi peperangan sengit untuk berbuat baik. Semakin lama di dalam pusaran peperangan semakin mengerti akan ketidakberdayaannya. Daya juang manusia telah rusak dan tidak mampu memenangkan peperangan batin.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. (Rm 7:20)  

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. (Rm 7:21)  

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, (Rm 7:22)  

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. (Rm 7:23)  

3. Harapan

Kekalahan demi kekalahan memaksanya berhenti berharap. Hidup menjadi segumpal kabut pekat. Namun harapan menerobos masuk seiring dengan kehadiran Tuhan Yesus. Perjuangan bersama Tuhan Yesus memberi harapan yang teguh. Harapan manusia telah rusak dan Tuhan Yesus mampu memulihkan semuanya.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Rm 7:24)  

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rm 7:25)  

Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Rm 7:26)  

B. Kesimpulan

Tuhan Yesus mampu memulihkan kehendak, daya juang, dan harapan yang telah dihancurkan oleh dosa.

C. Kebaruan

Dalam Rm 7:24 kata "celaka" berasal dari kata talaiporos dalam bahasa Yunani yang berarti sengsara atau menderita.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali akan akibat dosa yang telah menghancurkan seluruh natur manusia dan pemulihan hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan Yesus. 

E. Kata Bijak

Dosa meremuk Yesus membalut.



Thursday, February 12, 2026

Matius 19:1-6

完 Sempurna

A. Ringkasan Khotbah

Zaman ini menyediakan ruang besar untuk mengekspresikan diri sehingga definisi melayang bebas. Setiap orang bebas menetapkan standar hidup sempurna bagi dirinya tanpa harus memikirkan nilai-nilai di sekelilingnya. Meskipun demikian aksara 完 (sempurna) tetap menjadi pengingat akan gambaran kesempurnaan yang sejalan dengan ajaran Alkitab. Aksara 完 merupakan hasil gabungan dari aksara 二 (dua) + 儿 (orang) = 元 (semula) + 宀 (atap rumah) = 完 (sempurna), artinya kesempurnaan sejak semula digambarkan dengan dua orang yang dipersatukan di bawah satu atap rumah (keluarga). Khotbah berikut memperlihatkan ajaran Tuhan Yesus tentang keluarga yang dipersatukan oleh Tuhan.

1. Maksud Tuhan 

Pelayanan Tuhan Yesus memberkati orang banyak dengan kebenaran dan mujizat. Alhasil semakin banyak orang mengikuti-Nya. Pemandangan ini menusuk mata orang Farisi. Segala upaya diarahkan untuk menjebak Tuhan Yesus. Kali ini mereka menggunakan isu perceraian dalam hukum Musa. Tetapi Tuhan menangkis niat jahat mereka dengan menunjukkan bahwa maksud semula manusia diciptakan adalah untuk hidup berpasangan. Kesempurnaan adalah memenuhi maksud Tuhan sejak semula.

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. (Mat 19:1)

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. (Mat 19:2)

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" (Mat 19:3)

Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? (Mat 19:4)

2. Cara Tuhan

Maksud Tuhan selalu dilengkapi dengan cara Tuhan yang indah. Untuk memenuhi maksud Tuhan maka seorang laki-laki dewasa akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan isterinya dalam satu atap rumah untuk membentuk keluarga baru. Kesempurnaan adalah memenuhi cara Tuhan membentuk keluarga.

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Mat 19:5)

3. Aturan Tuhan

Ketika sebuah keluarga baru yang dibentuk dari bubuhan sidik jari Tuhan maka ikatan yang terbentuk bersifat kekal. Tuhan yang menyatukan maka tidak ada yang boleh memisahkannya. Kesempurnaan adalah mematuhi aturan Tuhan dalam keluarga.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19:6)

B. Kesimpulan

Kesempurnaan dicapai melalui maksud, cara, dan aturan Tuhan dalam mempersatukan dua orang menjadi sebuah keluarga baru.

C. Kebaruan

Perkataan Tuhan Yesus dalam Mat 19:5 merupakan kutipan dari Kej 2:24 dalam Perjanjian Lama.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej 2:24) 

D. Refleksi 

Saya mengimani bahwa Tuhan adalah Pemrakarsa keluarga dan aturan Tuhanlah yang berlaku di dalamnya.

E. Kata Bijak

Dua insan satu atap, satu Tuhan satu tujuan.


Friday, February 6, 2026

Wahyu 7:9-17

祥 Kebahagiaan 

A. Ringkasan Khotbah

Martin Seligman melihat kebahagiaan secara psikologis adalah sesuatu yang mampu dipelajari dan diciptakan. Sederhananya kebahagiaan bergantung pada diri sendiri. Di sisi lain aksara Mandarin bersuara lain. Kebahagiaan ditunjukkan dengan aksara 祥. Aksara ini merupakan hasil gabungan dari aksara礻(Allah) dan aksara 羊 (Domba), artinya kebahagiaan bergantung pada Anak Domba yang duduk di sebelah kanan Allah. Khotbah berikut menggambarkan suasana kebahagiaan orang-orang di dalam Anak Domba Allah.

1. Penyembah Anak Domba

Yohanes terpukau dengan sekumpulan orang banyak di hadapan takhta Anak Domba. Mereka serentak memuji dan menyembah Allah. Seketika kebahagiaan terpancar mengiringi puji-pujian yang menggelegar. Kebahagiaan diungkapkan dengan penyembahan, pengakuan, dan puji-pujian kepada Anak Domba Allah.

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Why 7:9)

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" (Why 7:10)

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, (Why 7:11)

sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Why 7:12)

2. Menderita Demi Anak Domba

Yohanes semakin penasaran. Dari manakah mereka datang? Salah seorang tua-tua memberi penjelasan. Ternyata mereka adalah orang-orang yang menderita demi Anak Domba dan bertahan sampai akhir. Kebahagiaan dimiliki oleh orang-orang yang menderita demi Anak Domba Allah.

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" (Why 7:13)

Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Why 7:14)

3. Berbahagia Dalam Anak Domba

Mereka tidak keluar dari satu penderitaan dan masuk ke dalam penderitaan lainnya. Tetapi sebaliknya mereka masuk ke dalam kebahagiaan kekal. Tidak ada lagi air mata yang menetes dan kesakitan yang mencengkeram. Yang ada hanyalah persekutuan, pemeliharaan, dan tuntunan Anak Domba untuk selama-lamanya. Kebahagiaan dinikmati dalam Anak Domba Allah.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. (Why 7:15)

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. (Why 7:16)

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Why 7:17)

B. Kesimpulan

Kebahagiaan adalah milik mereka yang menyembah, mengaku, dan menderita di dalam Anak Domba Allah.

C. Kebaruan

Aksara 示 (manifestasi) mengalami perubahan bentuk menjadi礻ketika digabungkan dengan aksara lain dan disebut sebagai  神子旁 (aksara pinggiran Allah).

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa kebahagiaan di dalam dunia tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan kelak di hadapan takhta Anak Domba.

E. Kata Bijak

Anak Domba di kanan, gereja rasakan kebahagiaan.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...