完 Sempurna
A. Ringkasan Khotbah
Zaman ini menyediakan ruang besar untuk mengekspresikan diri sehingga definisi melayang bebas. Setiap orang bebas menetapkan standar hidup sempurna bagi dirinya tanpa harus memikirkan nilai-nilai di sekelilingnya. Meskipun demikian aksara 完 (sempurna) tetap menjadi pengingat akan gambaran kesempurnaan yang sejalan dengan ajaran Alkitab. Aksara 完 merupakan hasil gabungan dari aksara 二 (dua) + 儿 (orang) = 元 (semula) + 宀 (atap rumah) = 完 (sempurna), artinya kesempurnaan sejak semula digambarkan dengan dua orang yang dipersatukan di bawah satu atap rumah (keluarga). Khotbah berikut memperlihatkan ajaran Tuhan Yesus tentang keluarga yang dipersatukan oleh Tuhan.
1. Maksud Tuhan
Pelayanan Tuhan Yesus memberkati orang banyak dengan kebenaran dan mujizat. Alhasil semakin banyak orang mengikuti-Nya. Pemandangan ini menusuk mata orang Farisi. Segala upaya diarahkan untuk menjebak Tuhan Yesus. Kali ini mereka menggunakan isu perceraian dalam hukum Musa. Tetapi Tuhan menangkis niat jahat mereka dengan menunjukkan bahwa maksud semula manusia diciptakan adalah untuk hidup berpasangan. Kesempurnaan adalah memenuhi maksud Tuhan sejak semula.
Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. (Mat 19:1)
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. (Mat 19:2)
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" (Mat 19:3)
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? (Mat 19:4)
2. Cara Tuhan
Maksud Tuhan selalu dilengkapi dengan cara Tuhan yang indah. Untuk memenuhi maksud Tuhan maka seorang laki-laki dewasa akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan isterinya dalam satu atap rumah untuk membentuk keluarga baru. Kesempurnaan adalah memenuhi cara Tuhan membentuk keluarga.
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Mat 19:5)
3. Aturan Tuhan
Ketika sebuah keluarga baru yang dibentuk dari bubuhan sidik jari Tuhan maka ikatan yang terbentuk bersifat kekal. Tuhan yang menyatukan maka tidak ada yang boleh memisahkannya. Kesempurnaan adalah mematuhi aturan Tuhan dalam keluarga.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19:6)
B. Kesimpulan
Kesempurnaan dicapai melalui maksud, cara, dan aturan Tuhan dalam mempersatukan dua orang menjadi sebuah keluarga baru.
C. Kebaruan
Perkataan Tuhan Yesus dalam Mat 19:5 merupakan kutipan dari Kej 2:24 dalam Perjanjian Lama.
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej 2:24)
D. Refleksi
Saya mengimani bahwa Tuhan adalah Pemrakarsa keluarga dan aturan Tuhanlah yang berlaku di dalamnya.
E. Kata Bijak
Dua insan satu atap, satu Tuhan satu tujuan.
No comments:
Post a Comment