Thursday, January 29, 2026

Filipi 3:1-11

 義 Kebenaran

A. Ringkasan Khotbah

Aksara Mandarin diperkirakan merupakan salah satu tulisan tertua di dunia. Tulisan yang berasal dari gambar-gambar yang disederhanakan ini telah menjadi saksi sejarah selama ribuan tahun. Aksara demi aksara menyimpan makna-makna yang mendalam. Aksara 義 (kebenaran) adalah hasil gabungan dari aksara 羊 (domba) dan aksara 我 (saya). Aksara ini mengandung makna bahwa kebenaran sejati diperoleh apabila seseorang secara pribadi berada di dalam atau bersekutu dengan Anak Domba Allah. Khotbah berikut mengajarkan tentang kebenaran sejati di antara kebenaran-kebenaran di dalam dunia.

1. Kebenaran Palsu 

Tensi Paulus memuncak saat menyinggung perkara kebenaran palsu. Jemaat Filipi diminta untuk waspada terhadap ancaman ini. Para pengajar kebenaran palsu bersafari dan mencari mangsa ke mana-mana. Mereka berusaha membelokkan kebenaran pada hal-hal yang kelihatan saja. Berbeda dengan kebenaran sejati yang meliputi hal-hal yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (Flp 3:1)

Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, (Flp 3:2)

karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. (Flp 3:3)

2. Kebenaran Diri

Paulus sendiri telah mengalaminya. Asam garam dalam mengejar kebenaran palsu telah menumpuk. Ia mencapai titik akhir namun tidak menemukan kebenaran di sana. Yang tersisa hanya ruang untuk membanggakan pencapaian kosong dan membangun kebenaran diri. Di dalam ruang itu Paulus menyadari bahwa kebenaran diri hanyalah sebuah kecacatan di hadapan kebenaran sejati.

Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (Flp 3:4)

disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (Flp 3:5)

tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (Flp 3:6)

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Flp 3:7)

3. Kebenaran Sejati

Paulus akhirnya menyingkapkan kebenaran sejati yang singgung sebelumnya. Kebenaran sejati adalah kebenaran yang diperoleh melalui iman kepada Anak Domba Allah. Kebenaran ini tidak seperti kebenaran palsu atau kebenaran diri yang sia-sia tetapi kebenaran yang menjadikan dirinya mengenal, bersekutu, serupa, dan memperoleh kebangkitan dalam Anak Domba Allah. 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Flp 3:8)

dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. (Flp 3:9)

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (Flp 3:10)

supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Flp 3:11)

B. Kesimpulan

Kebenaran sejati hanya diperoleh di dalam iman kepada Anak Domba Allah dan membawa kepada kebangkitan hidup.

C. Kebaruan

Dalam Flp 3:7 kata "rugi" diterjemahkan dari kata Zemia dalam bahasa Yunani yang berarti kerugian, kecacatan, atau kerusakan.

D. Refleksi 

Saya belajar berhati-hati dengan semua pencapaian supaya tidak jatuh ke dalam dosa membangun kebenaran diri.

E. Kata Bijak

Kebenaran mengalir dalam tetesan darah Anak Domba.


Friday, January 23, 2026

Maleakhi 3:6-15

Elohim

A. Ringkasan Khotbah

Abraham Lincoln pantas menerima penghormatan atas perjuangannya dalam mengakhiri perbudakan. Melalui amandemen ke-13, Lincoln selaku presiden menutup semua peluang praktek perbudakan di Amerika. Orang-orang menghormatinya dengan menyandangkan gelar The Great Emancipator (Pembebas Agung) kepadanya. Meskipun demikian gelar keagungan tertinggi disandang oleh Tuhan yang disebut Elohim. Allah Pencipta yang layak menerima segala penghormatan dan persembahan manusia. Lalu bagaimana cara orang percaya menghormati Elohim? Khotbah berikut mengajarkan cara yang pantas untuk menghormati Tuhan.

1. Mempersembahkan Hidup

Elohim menampar keras cara hidup orang Israel yang tidak menghormati-Nya. Bahkan sejak zaman dahulu mereka cenderung memilih cara hidup yang berseberangan dengan firman Tuhan. Tetapi Tuhan tidak berubah dan tetap setia. Elohim meminta orang percaya kembali menghormati-Nya dengan berbalik dan mempersembahkan hidup. 

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)  

Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" (Mal 3:7)  

2. Mempersembahkan uang

Pengajaran Tuhan tidak ditelan bulat-bulat oleh bangsa yang tegar tengkuk. Kesukaan menantang Tuhan telah mendarah daging. Mereka berlaku seolah-olah jalan hidupnya sudah benar. Tetapi Tuhan memperlihatkan kebusukan-kebusukan yang mereka sembunyikan. Dalam hal persembahan saja mereka tidak jujur, apalagi dalam hal lain. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan uang secara benar. 

Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (Mal 3:8)  

Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! (Mal 3:9)  

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal 3:10)  

Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:11)  

Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:12)  

3. Mempersembahkan hati

Tidak puas kebusukannya dibongkar Tuhan. Orang Israel mulai mengata-ngatai Tuhan. Hati yang tidak hormat ditunjukkan dengan kata-kata yang buruk. Mereka menginjak-injak kehormatan Elohim dengan menyerang kekudusan ibadah. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan hati.

Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" (Mal 3:13)  

Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? (Mal 3:14)  

Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga." (Mal 3:15)  

B. Kesimpulan

Elohim menuntut sikap hormat dengan mempersembahkan uang, hati, dan hidup secara benar.

C. Kebaruan

Elohim berarti dilingkupi ketakutan. Ketakutan ini berasal dari kemahakuasaan Allah dan menuntut rasa hormat yang tinggi. Elohim menekankan Allah yang transenden dengan kualitas yang berbeda dengan ciptaan. Kata tersebut digunakan lebih dari 2000 kali dalam Perjanjian Lama.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa menghormati Tuhan tidak cukup hanya di gereja tetapi di mana pun saja berada.

E. Kata Bijak

Keagungan Tuhan menekuk setiap lutut.


Friday, January 16, 2026

Yesaya 40:27-31

El Olam

A. Ringkasan Khotbah

Jam Katedral Salisbury diakui sebagai jam tertua yang masih berfungsi. Usia 6 abad tidak menghentikannya untuk terus berdentang. Tiap jam dentangannya telah menemani aktivitas antar generasi di Inggris. Kapan "veteran tua" ini berhenti? Tidak ada yang tahu tetapi hari itu akan datang. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini selain Tuhan. Ia menyebut diri-Nya El Olam (Allah Yang Kekal). Ia tidak berubah serta tidak dibatasi ruang dan waktu. Khotbah berikut menunjukkan ketidakberubahan El Olam dalam kehidupan orang percaya.

1. Perhatian 

Orang Israel yang terbiasa membusungkan dada kini harus tertunduk lesu dalam pembuangan. Bangsa penyembah patung telah menjadi penguasa atas mereka. Setiap kali mereka menatap patung yang terpampang selalu terlintas pertanyaan "Sudah berubahkan Tuhan?" Firman Tuhan melalui nabi Yesaya menjawab bahwa El Olam tidak berubah, demikian dengan perhatiannya. El Olam tetap memperhatikan orang percaya.

Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (Yes 40:27)

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. (Yes 40:28)

2. Kekuatan

Perhatian-Nya melebihi sekedar kata-kata. Ia terus memberi kekuatan dan semangat kepada mereka di negeri asing. Sekalipun terasa gelap dan semuanya berbeda tetapi Tuhan masih tetap sama. El Olam tetap memberi kekuatan kepada orang percaya.

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yes 40:29)

3. Pengharapan

Betulkah masih ada secercah harapan di tengah kepungan patung berhala? El Olam menegaskan pengharapan kepada-Nya bersifat pasti. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan lebih perkasa dari siapa pun. Waktunya akan tiba. El Olam tetap sebagai harapan orang percaya.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (Yes 40:30)

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.  (Yes 40:31)

B. Kesimpulan

Allah Yang Kekal terus menerus memberikan perhatian, kekuatan, dan harapan bagi orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Yes 40:32 kata menanti-nantikan berasal dari kata qavah dalam bahasa Ibrani yang berarti menunggu, mencari, atau berharap.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk tetap memberi perhatian kepada orang yang terus mengecewakan seperti Tuhan memperhatikan saya.

E. Kata Bijak

Segala suatu berubah selain Tuhan.


Thursday, January 8, 2026

Daniel 5:18-30

El Elyon

A. Ringkasan Khotbah

Sistem pemerintahan Indonesia memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Jika menteri yang diangkat tidak sesuai harapan maka presiden berkuasa memberhentikannya kapan saja. Lalu bagaimana dengan El Elyon (Allah Yang Mahatinggi) yang diimani orang Kristen? Apakah El Elyon memiliki kewenangan tertinggi atas seluruh dunia? Khotbah berikut memperlihatkan kewenangan dan kedaulatan Allah Yang Mahatinggi.

1. Mengangkat  

Raja Belsyazar pucat pasi oleh peristiwa tulisan di dinding. Ia menyendengkan telinganya ke arah Daniel. Mendengarkan penjelasan bahwa kekuasaan raja Nebukadnezar yang legendaris itu adalah pemberian El Elyon sehingga Nebukadnezar dapat berbuat sesukanya. Tidak ada seorang pun dapat naik takhta tanpa perkenanan Allah Yang Mahatinggi. El Elyon berkuasa mengangkat pemimpin.

Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. (Dan 5:18)

Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya. (Dan 5:19) 

2. Menurunkan

Tetapi raja Nebukadnezar dengan segala kepemilikannya berpikir bahwa tidak ada yang sanggup menyaingi kuasanya. Kesombongannya telah membumbung tinggi melawan El Elyon. Ia tidak mengakui El Elyon berkuasa mengangkat dan menurunkan. Maka Nebukadnezar dijatuhkan dan turun dalam kehinaan seperti seekor binatang sampai ia menyadari semua kesalahannya. El Elyon berkuasa menurunkan pemimpin.

Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. (Dan 5:20)

Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu. (Dan 5:21)  

3. Menghukum

Tetapi sebagai penerus Nebukadnezar, raja Belsyazar tidak belajar dari sejarah. Bahkan selangkah lebih berani. Belsyazar menghina El Elyon dengan mengotori perkakas Bait Suci. Meskipun Daniel telah membuka misteri tulisan di dinding sebagai peringatan tetapi ia tetap tidak bertobat. Hukuman mati pun turun atas dirinya. El Elyon berkuasa menghukum pemimpin.

Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. (Dan 5:22)

Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. (Dan 5:23)

Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. (Dan 5:24)

Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. (Dan 5:25)

Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; (Dan 5:26)

Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; (Dan 5:27)

Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." (Dan 5:28)

Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. (Dan 5:29)

Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. (Dan 5:30)

B. Kesimpulan

El Elyon berkuasa mengangkat, menjatuhkan, dan menghukum pemimpin di dunia.

C. Kebaruan

Tulisan "Mene, mene, tekel ufarsin" adalah tulisan dalam bahasa Aram.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk menghargai jabatan dengan tetap rendah hati dan menyadari segala sesuatu adalah pemberian Tuhan Yang Mahatinggi.

E. Kata Bijak

Jabatan boleh tinggi tetapi hati harus selalu rendah.


Saturday, January 3, 2026

Rut 1:16-22

El Shaddai

A. Ringkasan Khotbah

Pemimpin negara dilihat sebagai orang yang paling berkuasa di negaranya. Ia berkuasa atas banyak hal tetapi sekaligus tidak berkuasa dalam banyak hal. Ia dapat mempertahankan hati rakyatnya dengan mengupayakan ketentraman. Namun saat situasi tidak terkendali maka benih pembelotan mulai tumbuh. Berbeda jauh dengan El Shaddai sebagai penguasa hidup orang percaya. Kekuasaannya tidak dapat dibatasi oleh apapun. Khotbah berikut membahas bagaimana El Shaddai berkuasa atas hidup Rut yang sedang kacau.

1. Menanamkan Iman

El Shaddai yang dikenal Rut sungguh berbeda dengan dewa-dewa terkenal di daerah Moab. Sekian lama Rut mengenal dewa Kamos (Hak 11:24) dan Baal Peor (Bil 25:3) tetapi hatinya tidak tertambat. Dewa-dewa mereka tidak mampu berikan iman kepadanya meskipun mereka tidak dilanda kelaparan seperti Naomi. El Shaddai menanamkan iman yang kuat.

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; (Rut 1:16)  

di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:17)  

2. Memberi Tekad

Iman yang kuat dalam diri Rut seperti asap perapian yang terus membumbung tinggi. Tekadnya tidak terbendung oleh apapun. Kesedihan, ketakutan, dan keraguan tidak dihiraukannya. Ia memutuskan untuk tetap bersama Naomi menuju ke tempat "kelaparan" (Rut 1:1). El Shaddai memberikan tekad yang kuat.

Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. (Rut 1:18)   

Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" (Rut 1:19)  

Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. (Rut 1:20)  

Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:21)  

3. Mengatur Musim

Sesampai di sana ternyata semuanya telah berubah. Rut sebelumnya membayangkan orang-orang akan murung oleh siksaan rasa lapar kini terkesima. Mereka menyambut Naomi dengan hangat. Kelaparan telah pergi jauh dari negeri itu dan musim menuai telah tiba. El Shaddai mengubah segala musim kehidupan. 

Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. (Rut 1:22)  

B. Kesimpulan

El Shaddai berkuasa mengubah hati, memberi tekad, dan mengatur musim kehidupan.

C. Kebaruan

Tuhan sendiri yang menyatakan dirinya kepada Musa sebagai El Shaddai dalam bahasa Ibrani yang berarti Allah Yang Mahakuasa.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Kej 6:2)

D. Refleksi 

Kesulitan dan ketidakpastian terkadang melemahkan tekad saya dalam mengikut Tuhan tetapi firman Tuhan menguatkan saya untuk tetap teguh di dalam kekuasaan El Shaddai Penguasa segala musim kehidupan.

E. Kata Bijak

Singgasana El Shaddai adalah kekuasaan tanpa batas.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...