El Elyon
A. Ringkasan Khotbah
Sistem pemerintahan Indonesia memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Jika menteri yang diangkat tidak sesuai harapan maka presiden berkuasa memberhentikannya kapan saja. Lalu bagaimana dengan El Elyon (Allah Yang Mahatinggi) yang diimani orang Kristen? Apakah El Elyon memiliki kewenangan tertinggi atas seluruh dunia? Khotbah berikut memperlihatkan kewenangan dan kedaulatan Allah Yang Mahatinggi.
1. Mengangkat
Raja Belsyazar pucat pasi oleh peristiwa tulisan di dinding. Ia menyendengkan telinganya ke arah Daniel. Mendengarkan penjelasan bahwa kekuasaan raja Nebukadnezar yang legendaris itu adalah pemberian El Elyon sehingga Nebukadnezar dapat berbuat sesukanya. Tidak ada seorang pun dapat naik takhta tanpa perkenanan Allah Yang Mahatinggi. El Elyon berkuasa mengangkat pemimpin.
Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. (Dan 5:18)
Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya. (Dan 5:19)
2. Menurunkan
Tetapi raja Nebukadnezar dengan segala kepemilikannya berpikir bahwa tidak ada yang sanggup menyaingi kuasanya. Kesombongannya telah membumbung tinggi melawan El Elyon. Ia tidak mengakui El Elyon berkuasa mengangkat dan menurunkan. Maka Nebukadnezar dijatuhkan dan turun dalam kehinaan seperti seekor binatang sampai ia menyadari semua kesalahannya. El Elyon berkuasa menurunkan pemimpin.
Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. (Dan 5:20)
Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu. (Dan 5:21)
3. Menghukum
Tetapi sebagai penerus Nebukadnezar, raja Belsyazar tidak belajar dari sejarah. Bahkan selangkah lebih berani. Belsyazar menghina El Elyon dengan mengotori perkakas Bait Suci. Meskipun Daniel telah membuka misteri tulisan di dinding sebagai peringatan tetapi ia tetap tidak bertobat. Hukuman mati pun turun atas dirinya. El Elyon berkuasa menghukum pemimpin.
Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. (Dan 5:22)
Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. (Dan 5:23)
Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. (Dan 5:24)
Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. (Dan 5:25)
Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; (Dan 5:26)
Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; (Dan 5:27)
Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." (Dan 5:28)
Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. (Dan 5:29)
Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. (Dan 5:30)
B. Kesimpulan
El Elyon berkuasa mengangkat, menjatuhkan, dan menghukum pemimpin di dunia.
C. Kebaruan
Tulisan "Mene, mene, tekel ufarsin" adalah tulisan dalam bahasa Aram.
D. Refleksi
Saya diingatkan untuk menghargai jabatan dengan tetap rendah hati dan menyadari segala sesuatu adalah pemberian Tuhan Yang Mahatinggi.
E. Kata Bijak
Jabatan boleh tinggi tetapi hati harus selalu rendah.
No comments:
Post a Comment