Percaya Maka Selamat
A. Ringkasan Khotbah
Dalam "dunia tipu-tipu" tidak mudah untuk membangun kepercayaan. Segala sesuatu bisa jadi hanya sandiwara belaka. Kata percaya pun menjadi sekedar basa-basi tanpa makna. Percaya hanya di mulut (lip service) tetapi sesungguhnya ragu. Namun bagaimana dengan percaya yang dikatakan sebagai syarat dari keselamatan? Percaya yang seperti apa? Khotbah berikut mengupas ajaran Paulus tentang kepercayaan yang benar kepada Tuhan Yesus.
1. Percaya Kebenaran Allah
Paulus menepis ajaran yang simpang siur dalam jemaat. Keselamatan diperoleh dengan percaya kepada Yesus. Percaya yang dimaksud adalah percaya kebenaran Allah dalam Yesus Kristus bukan kebenaran yang dibangun dari pemahaman pribadi yang rentan. Percaya yang benar adalah percaya kebenaran Allah yang digenapi dalam karya Yesus Kristus.
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (Rm 10:1)
Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (Rm 10:2)
Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. (Rm 10:3)
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Rm 10:4)
2. Percaya Dalam Iman
Orang yang meninggalkan kebenaran pribadi dan percaya penuh tidak memiliki kata ragu dalam kamus kehidupannya. Orang yang ragu tidak akan menerima benih firman yang membuahkan iman. Percaya yang benar adalah beriman kepada Yesus Kristus dan firman-Nya.
Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." (Rm 10:5)
Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, (Rm 10:6)
atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. (Rm 10:7)
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Rm 10:8)
3. Percaya Dengan Pengakuan
Orang beriman tidak akan mampu menahan dorongan hatinya untuk mengakui Yesus adalah Tuhan. Pengakuan yang meluap dari dalam hati yang beriman mendatangkan pembenaran dan keselamatan dari Allah. Percaya yang benar melahirkan pengakuan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Rm 10:9)
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Rm 10:10)
B. Kesimpulan
Percaya yang menyelamatkan adalah percaya kebenaran Allah, beriman, dan mengaku Yesus adalah Tuhan.
C. Kebaruan
Jemaat Yahudi Kristen pasti sangat mengerti alasan Paulus mengutip kitab Ul 30:12-14 supaya mereka tahu bahwa ajaran yang disampaikan begitu penting dan esensial. Demikian kemudian dijelaskan dalam ayat selanjutnya sebagai peringatan keras kepada orang Israel.
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, (Ul 30:15)
D. Refleksi
Saya perlu memeriksa kembali "percaya" seperti apa yang menetap dalam hati saya selama ini. Jangan sampai percaya yang saya miliki bukan percaya yang mengantar pada keselamatan.
E. Kata Bijak
Percaya sejati adalah menyangkal diri.