Wani Piro ?
A. Ringkasan Khotbah
"Wani piro?" adalah ungkapan yang biasanya digunakan sebagai candaan untuk membalas sebuah permintaan dari orang lain. Ungkapan ini berarti berapa harga yang berani dibayar. Candaan ini bercerita bahwa uang sedemikian penting dalam pandangan masyarakat. Tetapi uang yang sedemikian penting ternyata tidak mampu mengisi hati manusia yang dalam. Sebaliknya uang bisa menjadi jebakan yang membawa penderitaan. Khotbah berikut memaparkan ajaran Paulus kepada Timotius untuk waspada terhadap ajaran palsu dan jebakan uang.
1. Cukup
Timotius adalah pemimpin muda yang dikerumuni oleh guru-guru palsu. Paulus kuatir ajaran palsu ini akan menggeser kekudusan hidup Timotius. Oleh sebab itu tanpa basa-basi Paulus mengatakan kekudusan hidup adalah kecukupan dan keuntungan orang percaya. Orang yang hidup kudus tidak membutuhkan yang lain karena Kristus Yesus cukup baginya.
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. (I Tim 6:6)
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. (I Tim 6:7)
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (I Tim 6:8)
2. Kurang
Sebaliknya Paulus mengkritik guru-guru palsu dan ajarannya. Orang yang tidak memiliki Kristus akan selalu merasa kurang. Ia akan tergopoh-gopoh mengejar uang sampai-sampai meninggalkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu Kristus. Tentu saja kehilangan Kristus berarti penderitaan dan kehancuran. Tanpa Kristus kekurangan akan memenuhi hati manusia meskipun ia sudah memiliki semua uang di dunia ini.
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (I Tim 6:9)
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (I Tim 6:10)
B. Kesimpulan
Hidup kudus dalam Kristus menghasilkan kecukupan tetapi tanpa Kristus yang tersisa hanyalah kekurangan.
C. Kebaruan
Kata "ibadah" dalam I Tim 6:6 berasal dari kata Eusebeia dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan sebagai kesalehan/kerohanian.
D. Refleksi
Saya belajar untuk mengerti bahwa kebutuhan yang paling mendasar dalam hidup saya adalah Kristus Yesus. Tanpa Kristus segala sesuatu menjadi tidak cukup dan kosong.
E. Kata Bijak
Hati adalah sumur tanpa dasar yang hanya dapat dipenuhi oleh Kristus yang tanpa terbatas.