Saturday, July 19, 2025

I Korintus 1:26-31

Flexing

A. Ringkasan Khotbah

Flexing adalah perilaku memamerkan kemampuan, kekayaan, atau prestasi secara berlebihan. Orang yang berperilaku demikian adalah orang yang kesulitan mengenal dirinya dalam perubahan yang begitu cepat. Ketakutan akan direndahkan dan disepelekan mendorongnya untuk terus menonjolkan (membanggakan) diri. Khotbah berikut menunjukkan alasan orang percaya tidak perlu menonjolkan prestasi tetapi sebaliknya yang ditonjolkan adalah Yesus Kristus.

1. Dirimu Sebelumnya 

Paulus menulis pesan ini kepada jemaat Korintus untuk menanggapi perselisihan dalam jemaat yang dihiasi dengan perlombaan "kebanggaan diri". Mereka saling memamerkan pemimpin kebanggaan, karunia rohani, dan kekayaan. Itulah sebabnya Paulus mencambuk mereka dengan teguran keras. Ia meminta mereka merenungkan kembali siapa mereka sesungguhnya. Dirimu sebelum kenal Tuhan Yesus bukan apa-apa.

Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (I Kor 1:26)

2. Dirimu Sesudahnya

Cambukan keras diayunkan kembali kepada jemaat Korintus. Paulus mengatakan dirimu sekarang ini adalah hasil karya Tuhan Yesus. Engkau yang bodoh, hina, dan tidak berarti telah menjadi hebat. Tidak ada alasan untuk menonjolkan diri. Dirimu setelah kenal Tuhan Yesus adalah anugerah.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (I Kor 1:27)

dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (I Kor 1:28)

supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (I Kor 1:29)

3. Dirimu Seharusnya

Cambukan ketiga pun diayunkan tanpa ampun. Paulus menambahkan bahwa semua pencapaian dan kehebatan adalah karena Tuhan Yesus. Jadi kalau ingin berbangga tentu tidak ada tempat untuk diri sendiri. Tempat yang agung itu hanyalah milik Tuhan kita Yesus Kristus. Dirimu seharusnya menonjolkan Tuhan dan karya-Nya dalam hidupmu.

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. (I Kor 1:30)

Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (I Kor 1:31)

B. Kesimpulan

Berbanggalah dengan menonjolkan Tuhan Yesus sebagai pengubah hidup orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam I Kor 1:31 Paulus mengutip tulisan nabi Yeremia untuk menekankan keselarasan ajaran tentang kebanggaan seharusnya milik Tuhan.

Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, (Yer 9:23)  

tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." (Yer 9:24)

D. Refleksi 

Saya belajar untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai kebanggaan terbesar dalam seluruh kehidupanku.

E. Kata Bijak

Dari nol menjadi menonjol hanya oleh anugerah-Nya.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...