Ibu Yang Berbahagia
A. Ringkasan Khotbah
Ikatan psikologis ibu dan anak terbentuk sejak dalam kandungan. Ikatan ini menciptakan rasa bahagia ataupun sebaliknya. Saat anak sakit, ikatan ini menyebabkan ibu turut merasakan penderitaan anaknya. Artinya kebahagiaan seorang ibu sangat terpengaruh oleh kondisi anaknya. Khotbah berikut memperlihatkan upaya seorang ibu berbahagia oleh kesembuhan yang dikaruniai Tuhan Yesus kepada anaknya.
1. Mencari Tuhan
Seorang ibu tidak sanggup menahan dirinya ketika harus berulang-ulang menyaksikan penderitaan anaknya. Ia hanya dapat bahagia jika anaknya sembuh. Itulah sebabnya sang ibu mencari Tuhan Yesus sampai ke daerah terpencil dan terus mengekorinya. Ibu yang berbahagia mencari Tuhan untuk menolong anaknya.
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. (Mat 15:21)
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." (Mat 15:22)
2. Tidak Putus Asa
Meskipun ratusan langkah di tempuh dan teriakan demi teriakan tidak digubris. Penolakan murid-murid dan perkataan Tuhan Yesus yang kurang berkenan tidak membuatnya putus asa. Ibu yang berbahagia tidak putus asa demi anaknya.
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." (Mat 15:23)
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Mat 15:24)
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." (Mat 15:25)
3. Beriman
Sang ibu tetap dengan rendah hati meminta sisa-sisa berkat untuk anaknya. Ia percaya yang sisa sekalipun sudah lebih dari cukup untuk kesembuhan anaknya. Tuhan Yesus memuji iman sang ibu yang besar dan mengabulkan permintaannya. Ibu yang berbahagia beriman kepada Tuhan Yesus.
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (Mat 15:26)
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." (Mat 15:27)
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Mat 15:28)
B. Kesimpulan
Ibu yang berbahagia mencari dan beriman kepada Tuhan Yesus serta tidak putus asa demi anaknya.
C. Kebaruan
Kata "anjing" dalam Mat. 15:26-27 berasal dari kata kunarion dalam bahasa Yunani yang berarti anjing kecil.
D. Refleksi
Saya belajar untuk menjadi orangtua yang berjuang terus menerus demi anak dapat menerima berkat-berkat rohani dalam hidupnya.
E. Kata Bijak
Memahami kasih ibu, setapak mendekati kasih Tuhan.