Timotius Berjuang
A. Ringkasan Khotbah
Beberapa filsuf menginjak kesamaan dalam mengusung tema tentang kehidupan. Mereka melihat hidup adalah perjuangan. Perjuangan melawan hambatan, melawan ketiadaan makna, atau melawan hal-hal lainnya. Apapun itu, perjuangan ini tidak akan berhenti sampai hembusan nafas terakhir. Jikalau demikian apa yang diperjuangkan orang percaya dalam kehidupan pelayanan? Khotbah berikut memetik dan meneladani pengalaman perjuangan Timotius dalam melayani Tuhan Yesus.
1. Penguasaan Diri
Kehidupan pelayanan Timotius dapat dikatakan lebih dari sekedar kompleks. Ragam kesulitan dan tantangan memenuhi dunianya. Di usia yang relatif muda, Timotius harus berhadapan dengan ajaran palsu dan penganiayaan. Itulah sebabnya Paulus berpesan supaya anak rohaninya tetap menguasai diri di tengah pelayanan yang kompleks. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan dalam menguasai diri.
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. (II Tim 2:22)
2. Kesabaran
Tidak hanya melawan nafsu yang berasal dari dalam dirinya tetapi Timotius juga melawan pendebat-pendebat sesat yang berseliweran (II Tim 2:17). Mereka terus menerus mengupayakan kekacauan dan pertengkaran seperti segerombolan lalat yang mengerumuni kotoran. Paulus menasehati supaya Timotius mengasah kesabarannya dalam menghadapi pendebat-pendebat sesat ini. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan untuk tetap sabar.
Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, (II Tim 23)
sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar (II Tim 2:24)
3. Konsentrasi
Pengendalian diri dan kesabaran hanya dapat diperjuangkan dengan tetap konsentrasi kepada Tuhan Yesus. Sekalipun pendebat-pendebat itu menjengkelkan, Timotius tidak boleh terpancing dan melenceng dari konsentrasinya terhadap panggilan Injil Yesus Kristus demi keselamatan orang berdosa. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan untuk tetap konsentrasi pada panggilan Tuhan.
dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, (II Tim 2:25)
dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. (II Tim 2:26)
B. Kesimpulan
Kehidupan pelayanan adalah perjuangan dalam penguasaan diri, sabar, dan konsentrasi pada panggilan Tuhan.
C. Kebaruan
Dalam II Tim 2:22 kata "nafsu" berasal dari kata Epithumia dalam bahasa Yunani yang berarti hasrat, keinginan, atau nafsu birahi.
D. Refleksi
Saya diingatkan bahwa perjuangan dalam pelayanan tidak terpisahkan dan perjuangan ini belum selesai sampai Tuhan Yesus menjemput.
E. Kata Bijak
Hidup tanpa perjuangan seperti lilin tanpa api.