Doa Mengubah Diriku
A. Ringkasan Khotbah
Banyak orang berharap agar doa dapat segera mengubah keadaan buruk menjadi baik. Akibatnya kekecewaanlah yang mereka dapatkan. Keadaan buruk tetap buruk dan tidak berubah sedikit pun. Apakah itu berarti doa tidak mengubah apapun? Doa terkadang mengubah keadaan dan terkadang mengubah diri kita menjadi kuat menghadapi keadaan. Demikian yang ditunjukkan Tuhan Yesus dalam pergumulan hidup-Nya. Khotbah berikut membahas perubahan yang terjadi dalam diri Tuhan Yesus ketika Ia berdoa.
1. Lemah
Tuhan Yesus berada di titik terendah dalam hidup-Nya. Ia tahu persis berapa cambukan, pukulan, dan tamparan yang harus diterima dalam waktu dekat. Sedih dan gentar adalah tanda kelemahan diri-Nya yang bergulat dengan keadaan. Tuhan Yesus lemah ketika harus berhadapan dengan jalan salib.
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (Mat 26:36)
Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (Mat 26:37)
lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (Mat 26:38)
2. Berdoa
Berada di titik terendah tidak membuat Tuhan Yesus kehilangan kendali. Solusi terbaik dalam menghadapi keadaan buruk adalah mencari Allah dengan berdoa. Ia mencurahkan isi hatinya kepada Allah.
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Mat 26:39)
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (Mat 26:40)
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Mat 26:41)
3. Kuat
Doa yang Tuhan Yesus panjatkan tidak mengubah keadaan buruk yang harus dihadapi tetapi doa mengubah diri-Nya yang lemah menjadi kuat. Tuhan Yesus yang gentar kini berdiri tegap dan berkata dengan lantang "Jadilah kehendak-Mu". Sebuah ungkapan yang menunjukkan diri-Nya telah dikuatkan untuk melangkah menuju salib.
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" (Mat 26:42)
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (Mat 26:43)
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (Mat 26:44)
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (Mat 26:45)
Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat." (Mat 26:46)
B. Kesimpulan
Doa mengubah yang lemah menjadi kuat dalam menghadapi penderitaan.
C. Kebaruan
Taman Getsemani berasal dari kata Gethsemane dalam bahasa Yunani yang berarti Pengirik Minyak Zaitun.
D. Refleksi
Saya diingatkan kembali akan kuasa doa yang mampu mengubah diri saya menjadi kuat di tengah pergumulan.
E. Kata Bijak
Doa adalah jangkar yang mengait kuat di tengah amukan ombak.
No comments:
Post a Comment