Tuhan Penuh Kasih
A. Ringkasan Khotbah
Konfusius pernah mengatakan bahwa jika ia berjalan bersama tiga orang, pasti salah satu di antara mereka dapat menjadi gurunya, maka ia akan memilih yang baik untuk ditiru, dan yang tidak baik untuk intropeksi diri. Namun dewasa ini tidaklah mudah untuk menemukan panutan yang sejati. Itulah sebabnya dalam kekristenan yang ditiru hanyalah Tuhan Yesus. Mengapa demikian? Khotbah berikut akan mengajarkan alasan Tuhan Yesus sebagai panutan utama orang percaya.
1. Sumber Kasih
Tanpa disadari ajaran sesat telah menyusup ke dalam barisan orang percaya. Mereka bertopeng domba tetapi berperilaku serigala. Orang percaya dimangsa satu per satu supaya menjauh dari kasih. Yohanes berusaha menepis kesesatan ini dengan menegaskan bahwa orang percaya tidak mungkin dapat dipisahkan dari sumber kasih karena ia lahir dari pengenalan akan Tuhan yang mendalam. Tuhan adalah sumber kasih orang percaya.
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (I Yoh 4:7)
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. (I Yoh 4:8)
2. Membuktikan Kasih
Tepisan Yohanes ditolak mentah-mentah jika perkataannya tidak dapat dibuktikan. Secara frontal Yohanes memberikan bukti kasih Tuhan yaitu Ia rela datang ke dunia ini demi orang berdosa dapat memperoleh hidup yang kekal. Tuhan membuktikan kasih-Nya dengan pengorbanan diri.
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (I Yoh 4:9)
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (I Yoh 4:10)
3. Mencontohkan Kasih
Yohanes melanjutkan dengan ajakan agar orang percaya menghidupi kasih karena Tuhan bukan saja membuktikan kasih-Nya, ia juga memberi contoh bagaimana seharusnya mengasihi. Bukankah jejak itu yang harus ditapaki oleh orang percaya? Tuhan mencontohkan kasih yang seharusnya tetap eksis dalam kehidupan orang percaya.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. (I Yoh 4:11)
B. Kesimpulan
Tuhan sumber kasih telah membuktikan kasih-Nya dan menjadi contoh dalam mengasihi.
C. Kebaruan
Kata "mengenal" dalam 1 Yoh 4:7-8 kata "mengenal" berasal dari kata ginosko dalam bahasa Yunani yang berarti mengenal secara intim dengan bergaul dan melalui pengalaman.
D. Refleksi
Saya diteguhkan kembali untuk tetap mengandalkan Tuhan sebagai sumber kasih di tengah segala keadaan yang mengecewakan.
E. Kata Bijak
Kasih adalah jati diri pengikut Tuhan.
No comments:
Post a Comment