Saturday, December 27, 2025

Matius 14:22-33

Tuhan Penuh Kemurahan

A. Ringkasan Khotbah

Pada tahun 2024 Charity Aid Foundation menobatkan Indonesia sebagai negara yang paling dermawan untuk ketujuh kalinya. Kemurahan hati orang Indonesia diakui dunia. Banyak yang bersedia menolong orang susah dengan uang maupun tenaga. Apakah orang percaya termasuk di dalamnya? Khotbah berikut membahas kemurahan Tuhan Yesus sebagai teladan bagi semua orang percaya.

1. Perasaan ditinggalkan

Murid-murid yang kenyang dengan roti dan ikan diminta untuk berlayar terlebih dahulu. Ia menuju ke bukit untuk berdoa sendirian hingga malam. Tiba-tiba angin dan ombak yang sangat ganas menerpa. Kali ini tidak ada Tuhan Yesus yang tidur di kapal (Mat 8:23-27). Mereka benar-benar merasa ditinggalkan.

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. (Mat 14:22)  

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Mat 14:23)  

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. (Mat 14:24)  

2. Perasaan Takut

Tanpa Tuhan Yesus mereka sangat ketakutan. Indera murid-murid terbutakan oleh rasa takut. Di tengah krisis, Tuhan Yesus datang untuk menunjukkan kemurahan-Nya. Tetapi mereka tidak menyambutnya dengan "Shalom" tetapi "hantu". Bahkan suara-Nya pun diragukan. Itulah sebabnya Petrus ingin memastikan dengan turun ke air dan ketakutan kembali menggagalkannya. Mereka benar-benar ketakutan.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (Mat 14:25)  

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. (Mat 14:26)  

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Mat 14:27)  

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." (Mat 14:28)  

Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. (Mat 14:29)  

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" (Mat 14:30)  

3. Perasaan Takjub

Tuhan Yesus yang penuh kemurahan tidak tersinggung dengan reaksi murid-murid. Ia segera menolong Petrus dan naik ke perahu bersamanya. Tuhan menolong di waktu yang tepat tanpa memperhitungkan kesalahan mereka. Perasaan takjub menggantikan rasa ditinggalkan dan takut. Mereka tidak dapat menahan diri untuk menyembah Tuhan. 

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" (Mat 14:31)  

Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. (Mat 14:32)  

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Mat 14:33)  

B. Kesimpulan

Tuhan penuh kemurahan mengubah perasaan ditinggalkan dan takut menjadi penyembahan yang dihiasi rasa takjub.

C. Kebaruan

Dalam Mat 14:33 mencatat bahwa murid-murid pertama kali menyebut Tuhan Yesus sebagai Anak Allah.

D. Refleksi 

Terkadang saya berpikir Tuhan terlalu lambat untuk menolong dan firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan yang penuh kemurahan akan segera menolong di waktu Tuhan yang indah.

E. Kata Bijak

Angin bertiup kencang, kemurahan Tuhan terpancang.


No comments:

Post a Comment

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...