Satu-satunya Jalan
A. Ringkasan Khotbah
Sepenggal kata mutiara mengatakan hidup adalah perjalanan dan nikmatilah setiap langkahnya. Jika hidup ini diumpamakan dengan perjalanan maka di manakah akhir dari perjalanan itu? Dan bagaimana cara menikmati perjalanan ini? Karena banyak orang tidak mampu menikmati dan memilih untuk mengakhirinya. Khotbah berikut mengajarkan tentang satu-satunya jalan kehidupan yang menghantar pada akhir yang menakjubkan.
1. Akhir Jalan
Saat murid-murid mendengar Tuhan Yesus akan meninggalkan mereka maka hati mereka diselimuti oleh kegelisahan. Hidup menjadi kehilangan arah dan tujuan. Tetapi Tuhan Yesus menenangkan mereka dengan memberitahukan akhir dari perjalanan mereka dengan diri-Nya adalah sama yaitu rumah Bapa.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14:1)
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yoh 14:2)
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yoh 14:3)
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." (Yoh 14:4)
2. Nama Jalan
Murid-murid girang sekaligus binggung. Sekarang mereka tahu akhir dari perjalanan tetapi apakah mereka di jalan yang sama untuk menuju tempat yang sama? Sekali lagi Tuhan Yesus membukakan pemahaman mereka yang tumpul. Bukankah mereka sedang berjalan di jalan yang benar menuju rumah Bapa? Satu-satunya jalan menuju rumah Bapa bernama Yesus.
Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" (Yoh 14:5)
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." (Yoh 14:7)
Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." (Yoh 14:8)
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. (Yoh 14:9)
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (Yoh 14:10)
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. (Yoh 14:11)
3. Berjalan Melayani
Kemudian Yesus membungkam murid-murid dengan memberitahukan bagaimana mereka berjalan di jalan yang bernama Yesus itu. Cara mereka berjalan adalah sama dengan cara Tuhan Yesus menjalani kehidupan-Nya yaitu dengan melayani. Melayani adalah gerak berjalan menuju rumah Bapa .
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Yoh 14:12)
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (Yoh 14:13)
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yoh 14:14)
B. Kesimpulan
Yesus adalah satu-satunya jalan yang akan menghantar orang percaya ke rumah Bapa dengan melayani seperti Yesus melayani.
C. Kebaruan
Rumah Bapa dalam konteks orang Yahudi adalah rumah besar yang memadai untuk ditempati sebuah keluarga besar. Rumah tersebut dilengkapi ruangan-ruangan sehingga anak-anak yang sudah menikah dapat tinggal bersama.
D. Refleksi
Saya diteguhkan kembali dengan kepastian dari akhir perjalanan hidup yaitu bersama-Nya di rumah Bapa.
E. Kata Bijak
Lebih baik merangkak di jalan yang benar daripada berlari tanpa tujuan.
No comments:
Post a Comment