Budaya & Aku
A. Ringkasan Khotbah
Menurut beberapa sosiolog syarat kelestarian budaya adalah fungsinya bagi masyarakat. Jika budaya kehilangan fungsi maka ia akan ditinggalkan atau terseleksi. Bagi mereka salah satu upaya untuk mempertahankan budaya adalah dengan reinterpretasi atau memberikan makna baru. Oleh sebab itu makna yang baru harus berasal dari kebenaran sejati yang tidak usang digerus waktu. Di sinilah peran penting orang percaya untuk menjadi sarana reinterpretasi budaya. Khotbah berikut membahas ajaran Tuhan Yesus tentang identitas murid-murid-Nya yang memberi pengaruh langsung pada budaya.
1. Menyeimbangkan
Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang percaya adalah garam. Garam berfungsi sebagai penyeimbang rasa dan menjadikan makanan terasa enak. Artinya ketika orang percaya berada di tengah budaya maka ia berfungsi menyeimbangkan budaya dari pengaruh dan perubahan yang tidak benar. Orang percaya menyeimbangkan budaya.
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. (Mat 5:13)
2. Menuntun
Keseimbangan budaya membutuhkan upaya terus menerus dalam melawan pengaruh dan perubahan oleh arus dunia. Tuhan mengatakan orang percaya adalah terang dunia. Artinya orang percaya dapat menyeimbangkan budaya dengan cara hidup bijaksana di dalam Tuhan. Dengan demikian budaya akan diterangi dan dituntun kepada kebenaran yang sejati. Orang percaya menuntun budaya kepada kebenaran Tuhan.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:14)
3. Merepresentasikan
Tuhan Yesus memperlihatkan posisi orang percaya berada di atas kaki dian. Artinya orang percaya yang berfungsi sentral dalam pelestarian budaya sudah selayaknya berada di posisi strategis. Tempat di mana semua orang dapat memandang kemuliaan Tuhan. Kemuliaan yang mengusir bayang-bayang pengaruh buruk dan meneranginya dengan kebenaran Tuhan. Orang percaya merepresentasikan Tuhan di tengah budaya.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (Mat 5:15)
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:16)
B. Kesimpulan
Orang percaya berfungsi menyeimbangkan, menuntun, dan merepresentasikan kemuliaan Tuhan atas budaya.
C. Kebaruan
Pengajaran Yesus tentang garam mengingatkan makna garam bagi orang Israel adalah sebagai lambang perjanjian dan perkenanan Tuhan.
Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam. (Im 2:13)
D. Refleksi
Saya diingatkan untuk menjadi agen pelestarian budaya dengan menundukkannya di bawah terang firman Tuhan.
E. Kata Bijak
Waktu menggerakkan, orang percaya mengarahkan.
No comments:
Post a Comment