Keberanian Daniel
A. Ringkasan Khotbah
Risiko adalah pembunuh keberanian yang paling ampuh. Keberanian mudah menyala dalam situasi "Nothing to lose" namun biasanya diam seribu bahasa saat berhadapan dengan risiko. Meskipun demikian di dunia ini selalu ada orang yang berani menginjak-injak risiko demi sesuatu yang berharga baginya. Daniel salah satu di antaranya. Keberanian Daniel telah menjadi sarana Tuhan memberkatinya. Khotbah berikut membahas tentang karunia Tuhan kepada Daniel yang berani berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya.
1. Beroleh Kasih Sayang
Sebagai orang buangan, menolak kemurahan raja bukanlah ide yang baik. Namun demi tetap hidup kudus di hadapan Tuhan, Daniel harus berani. Tuhan berkenan atas keberanian Daniel dan mengaruniakan kasih sayang dari pegawai raja. Orang yang berani demi Tuhan akan beroleh kasih sayang.
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. (Dan 1:8)
Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; (Dan 1:9)
2. Beroleh Hikmat & Kebijaksanaan
Keberanian Daniel yang besar tidak serta-merta menular ke pegawai istana. Rasa kasih sayang tidak cukup untuk menutupi rasa takut terhadap risiko kelalaian bertugas. Di sini Tuhan kembali mengaruniakan hikmat dan kebijaksanaan kepada Daniel untuk meyakinkan pegawai istana dengan cara melakukan penelitian. Orang yang berani demi Tuhan beroleh hikmat dan bijaksana.
tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." (Dan 1:10)
Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: (Dan 1:11)
"Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; (Dan 1:12)
sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." (Dan 1:13)
Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. (Dan 1:14)
Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. (Dan 1:15)
Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. (Dan 1:16)
Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. (Dan 1:17)
3. Beroleh Kepercayaan
Karunia Tuhan sungguh seperti pelita yang tidak tersembunyikan. Bahkan seorang raja pun terkesima dengannya. Alhasil Daniel beroleh kepercayaan dari raja secara khusus dalam persoalan-persoalan yang pelik. Orang yang berani demi Tuhan beroleh kepercayaan.
Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. (Dan 1:18)
Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. (Dan 1:19)
Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. (Dan 1:20)
B. Kesimpulan
Berani menaati Tuhan mendatangkan kasih sayang, kebijaksanaan, hikmat, dan kepercayaan dari orang lain.
C. Kebaruan
Dalam Daniel 1:8 kata "berketetapan" yang dimaksud adalah ketika seseorang menetapkan dalam hatinya untuk melakukan sesuatu dan keputusannya tidak tergoyahkan.
D. Refleksi
Saya terkadang merasa takut untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan relasi dan perasaan tetapi saya belajar untuk berani demi kebenaran Tuhan karena ada karunia-karunia di balik keberanian.
E. Kata Bijak
Keberanian adalah pintu karunia.
No comments:
Post a Comment