Saturday, November 15, 2025

Yohanes 21:15-19

Petrus Jatuh Bangun

A. Ringkasan Khotbah

Istilah jatuh bangun seakan memaparkan adegan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan. Tidak peduli seberapa sering ia jatuh namun dengan mudahnya ia berdiri kembali. Berbeda dengan jatuh dalam kegagalan hidup, tidak semua orang mampu untuk bangun lagi. Itulah sebabnya firman Tuhan mengajarkan kiat-kiat melalui pengalaman Petrus. Khotbah berikut menunjukkan cara Petrus bangun dari kejatuhan yang sangat memilukan. 

1. Menghadap 

Penyangkalan membawa Petrus jatuh terkapar dalam lubang kegagalan. Kegagalan mengikut Tuhan memaksa ia beralih dari Penjala Manusia dan kembali menjadi penjala ikan. Kesempatan untuk keluar dari kegagalan muncul saat Tuhan Yesus menghampirinya. Petrus tidak menghindar saat diajak berbicara. Ia berani menghadap Tuhan yang telah ia sangkal. Untuk bangun dari kegagalan harus dimulai dari berani menghadap Tuhan.

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh 21:15)

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh 21:16)

2. Mengaku

Berani menghadap Tuhan tidak secara spontan membawa Petrus bangun dari kegagalan. Ia harus berhadapan juga dengan pertanyaan-pertanyaan Tuhan Yesus. Kepercayaan dirinya yang selama ini menjadi kebanggaannya harus diganti dengan pengakuan. Ia harus mengakui cintanya yang rapuh kepada Tuhan sebanyak 3 kali. Untuk bangun dari kegagalan harus berani mengakui kelemahan.

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yoh 21:17)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18)

3. Mengikut

Langkah akhir untuk bangun dari kegagalan adalah mengikuti perintah Tuhan. Sepenggal kalimat yang sangat familiar keluar dari mulut Tuhan Yesus "Ikutlah Aku". Perkataan yang singkat dan padat namun membutuhkan waktu seumur hidup untuk melakukannya. Untuk bangun dari kegagalan harus berani tetap mengikut Tuhan.

Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku." (Yoh 21:19)

B. Kesimpulan

Bangun dari kejatuhan hanya dapat dilakukan dengan berani menghadap, mengaku, dan mengikut Yesus.

C. Kebaruan

Dalam Yoh 21:15 kata "mengasihi" yang ditanyakan Tuhan berasal dari kata "Agape" dalam bahasa Yunani yang digunakan untuk menggambarkan kasih Tuhan yang besar. Sedangkan Petrus membalas dengan kata mengasihi yang berasal dari kata "Phileo" yang digunakan untuk menggambarkan kasih pertemanan.

D. Refleksi 

Saya belajar dari pengalaman Petrus untuk dapat terus bangkit dari kegagalan dan setia ikut Tuhan.

E. Kata Bijak

Jatuh itu biasa tetapi mampu bangun itu usaha.


No comments:

Post a Comment

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...