Thursday, March 26, 2026

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints

A. Ringkasan Khotbah

Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Sejumlah pertanyaan sederhana dan panjang dijadikan indikator untuk menilai ketekunan seseorang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Apakah ini berarti orang yang gagal dalam tes ini juga akan gagal dalam mempertahankan keselamatannya? Khotbah berikut mengajarkan alasan orang percaya akan bertekun hingga titik puncak keselamatan. 

1. Tuhan Bekerja

Paulus memuji jemaat Filipi yang bertekun dalam keselamatan yang diperoleh. Namun Paulus mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan obyek kebanggaan diri melainkan merupakan pekerjaan Tuhan dalam diri orang percaya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja dalam dirinya.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Flp 2:12) 

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Flp 2:13)

2. Manusia Berusaha

Pekerjaan Tuhan menuntut respon manusia secara tulus. Orang percaya harus terus berusaha dalam firman Tuhan dan menjauhkan diri dari hal yang sia-sia. Dengan demikian garis pemisah akan jelas antara penerima keselamatan dan sebaliknya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena terus berusaha.

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (Flp 2:14)

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, (Flp 2:15)

sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. (Flp 2:16)

3. Mendapat Sukacita

Tuhan tidak membiarkan orang percaya berusaha dalam kepedihan hati. Ia memberikan sukacita surgawi yang tidak dapat diberikan oleh siapapun. Itulah sebabnya Paulus meminta jemaat Filipi untuk bersukacita dengannya. Dengan demikian semua usaha terasa seperti madu. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena mendapat sukacita dari Tuhan.

Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. (Flp 2:17)

Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku. (Flp 2:18)

B. Kesimpulan

Orang percaya akan bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja supaya dirinya dapat berusaha dan berpegang pada firman Tuhan dengan sukacita.

C. Kebaruan

Kata "kerelaan" dalam Flp 2:13 berasal dari kata eudokia dalam bahasa Yunani yang berarti kehendak, pilihan, atau kesenangan.

D. Refleksi 

Saya perlu semakin giat melayani karena Tuhan yang empunya gereja senantiasa bekerja dan menyediakan sukacita bagi orang percaya.

E. Kata Bijak

Melayani dengan tekun, bertahan sampai akhir.


Friday, March 20, 2026

Yohanes 6:38-40

Irresistible Grace

A. Ringkasan Khotbah

Ketika seseorang berjasa bagi negara maka presiden berhak memberikan anugerah penghargaan berupa tanda jasa, tanda kehormatan, atau gelar. Secara hukum anugerah ini dapat ditolak oleh penerima meskipun jarang terjadi. Bagaimana jika pemberi anugerah keselamatan adalah Tuhan? Mungkinkah manusia berdosa dapat menolaknya? Khotbah berikut memaparkan alasan ketidakmampuan manusia menolak anugerah Tuhan.

1. Tuhan Menghendaki 

Anugerah keselamatan bagi orang berdosa adalah kehendak Allah Tritunggal yang tidak pernah gagal. Tuhan Yesus turut merancang dan menyepakati sejak kekekalan (pactum salutis). Kemudian rela turun dari takhta surga menuju dunia untuk melakukan kehendak Bapa. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menghendakinya. 

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. (Yoh 6:38)  

2. Tuhan Menjaga

Kehendak Tuhan dibukakan lebih rinci. Orang-orang berdosa yang telah diberikan kepada-Nya akan dijaga dan dipelihara supaya tidak binasa. Apapun yang terjadi tidak dapat menyingkirkan penjagaan Tuhan Yesus atas orang percaya. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjaganya.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (Yoh 6:39)  

3. Tuhan Menjumpai

Tuhan Yesus datang ke dunia tidak secara diam-diam. Ia memperkenalkan diri-Nya dan berjumpa dengan orang berdosa supaya mereka melihat Allah. Perjumpaan ini menghantarkan bibit iman di dalam diri orang berdosa untuk menuju keselamatan. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjumpainya.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh 6:40)  

B. Kesimpulan

Anugerah Allah tidak dapat ditolak karena Tuhan menghendaki, menjaga dan menjumpai orang berdosa.

C. Kebaruan

Kata "hilang" dalam Yoh 6:39 berasal dari kata apollumi dalam bahasa Yunani yang berarti hancur, binasa, atau dihukum mati.

D. Refleksi 

Saya bangga memiliki Tuhan yang tidak pernah gagal dan mengasihi dengan tindakan yang nyata.

E. Kata Bijak

Keindahan Kristus membuatku tidak mampu menolak.


Saturday, March 14, 2026

Roma 8:28-30

Limited Atonement

A. Ringkasan Khotbah

Banyak pengalaman penumpang pesawat terkait dengan pembatasan berat bagasi. Tidak sedikit yang mempertanyakan kebijakan ini. Tentu saja sebenarnya para penumpang menyadari alasan dari pembatasan ini adalah demi kenyamanan dan kapasitas pesawat yang terbatas. Hal ini akan sangat berbeda ketika berbicara tentang Tuhan yang tidak terbatas membatasi penebusan pada orang-orang tertentu. Kenyataan yang sulit dicerna oleh manusia namun kebenaran tetaplah kebenaran. Khotbah berikut menunjukkan penebusan terbatas dari Tuhan atas manusia berdosa.

1. Rencana Tuhan

Jemaat Roma mulai bertunas tanpa pemimpin. Rasa haus akan kebenaran tidak mampu terpuaskan oleh ajaran-ajaran orang Yahudi. Kondisi ini diperberat dengan perjuangan dalam melawan dosa. Tunas kecil ini hampir layu. Paulus dalam suratnya menguatkan mereka dengan memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang spesial yang terpanggil untuk menikmati kebaikan Tuhan. Rencana keselamatan Tuhan khusus bagi orang-orang yang terpanggil.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8:28)  

2. Tujuan Tuhan

Rencana Tuhan menyertakan sebuah tujuan yang mulia. Orang-orang yang dipanggil akan menuju pada suatu keadaan yang sempurna. Tujuan Tuhan atas orang-orang yang terpanggil adalah untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8:29)  

3. Karya Tuhan

Untuk mencapai tujuan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia sendiri yang akan berkarya atas mereka. Karya Tuhan dimulai dari memanggil, diteruskan dengan membenarkan status mereka melalui kebenaran Tuhan Yesus, dan pada akhirnya orang-orang tersebut hidup memancarkan kemuliaan Tuhan dan menuju puncak keselamatan.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:30)  

B. Kesimpulan

Tuhan memilih orang-orang tertentu dalam rencana-Nya untuk serupa dengan Kristus melalui panggilan, pembenaran, dan pemuliaan.

C. Kebaruan

Kata "dipilih" dalam Rm 8:29 berasal dari kata proginosko dalam bahasa Yunani yang berarti pilihan khusus.

D. Refleksi 

Saya bersyukur dan menyadari betapa berharganya terpilih sebagai orang-orang yang berjalan dalam rencana keselamatan Tuhan.

E. Kata Bijak

Kamus Tuhan tidak ada kata gagal.


Thursday, March 5, 2026

Yeremia 1:4-10

Unconditional Election

A. Ringkasan Khotbah

Persaingan dalam dunia kerja semakin hari semakin berat. Persyaratan yang dimunculkan pun semakin banyak. Tujuan sesungguhnya adalah untuk memilih pekerja yang berkemampuan dan siap kerja tetapi terkadang persyaratan yang diberikan tidak relevan dengan pekerjaan. Sampai-sampai pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 untuk melarang persyaratan yang diskriminatif. Berbeda dengan pemilihan Tuhan yang tanpa syarat. Tuhan tidak melihat dan mempertimbangkan kemampuan manusia. Khotbah berikut memperlihatkan cara kerja Tuhan dalam memilih nabi Yeremia. 

1. Menetapkan

Yeremia tidak menyangka dirinya akan bertemu Tuhan dan mendengar suara-Nya secara langsung. Suara yang menghangatkan hatinya. Ternyata Tuhan sudah mengenal, menguduskan, dan menetapkan Yeremia sebagai nabi sebelum ia lahir. Pemilihan tanpa syarat dimulai sejak semula.

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: (Yer 1:4)  

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yer 1:5)  

2. Membekali

Yeremia heran akan pemilihan dirinya yang tidak memenuhi syarat. Bagaimana seseorang yang tidak fasih berbicara dapat menjadi nabi? Tuhan yang kenal Yeremia tentu saja tahu seberapa jauh kemampuannya. Itulah sebabnya Tuhan menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Yeremia. Pemilihan tanpa syarat menyertakan pembekalan.

Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yer 1:6)  

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yer 1:7)  

Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." (Yer 1:8)  

Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. (Yer 1:9)  

3. Mengangkat

Pembekalan Tuhan bersifat efektif dan pasti. Seketika itu Yeremia mendapatkan semua kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi nabi. Ia telah memenuhi syarat dan resmi diangkat Tuhan. Pemilihan tanpa syarat menuju pada pengangkatan.

Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer 1:10)  

B. Kesimpulan

Pemilihan Tuhan yang tanpa syarat dilakukan dengan menetapkan, membekali, dan mengangkat orang percaya untuk menjadi pelayan-Nya.

C. Kebaruan

Dalam Yer 1:5 kata "mengenal" berasal dari kata yada dalam bahasa Ibrani yang berarti mengenal secara dekat atau intim.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk rendah hati karena sesungguhnya semua kemampuan yang saya miliki adalah pembekalan dari Tuhan.

E. Kata Bijak

Sebelum kita ada, Tuhan yada.


Saturday, February 28, 2026

Roma 7:18-25

Total Depravity

A. Ringkasan Khotbah

John Locke mengaungkan konsep tabula rasa (papan kosong) dalam menjelaskan pikiran manusia saat lahir. Manusia dilihat sebagai lembaran kosong yang siap diisi dengan pengalaman. Konsep ini gagal melihat keberadaan dosa dalam diri manusia. Berbeda dengan pernyataan Alkitab yang menyatakan bahwa kehadiran dosa telah merusak gambar dan rupa Allah (imago Dei) dalam diri manusia. Khotbah berikut memaparkan sisi-sisi dalam diri manusia yang telah rusak oleh dosa.

1. Kehendak 

Paulus berusaha meluruskan pandangan orang Yahudi yang salah. Mereka pikir manusia dapat berbuat sesuai Hukum Taurat dan mengalahkan dosa. Tetapi pengalaman Paulus berkata beda. Dosa telah meremuk manusia seremuk-remuknya. Kehendak manusia telah rusak dan tidak mampu mengarahkan perbuatan.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (Rm 7:18)  

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. (Rm 7:19)  

2. Daya Juang

Di samping itu, Paulus menyadari dalam dirinya terjadi peperangan sengit untuk berbuat baik. Semakin lama di dalam pusaran peperangan semakin mengerti akan ketidakberdayaannya. Daya juang manusia telah rusak dan tidak mampu memenangkan peperangan batin.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. (Rm 7:20)  

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. (Rm 7:21)  

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, (Rm 7:22)  

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. (Rm 7:23)  

3. Harapan

Kekalahan demi kekalahan memaksanya berhenti berharap. Hidup menjadi segumpal kabut pekat. Namun harapan menerobos masuk seiring dengan kehadiran Tuhan Yesus. Perjuangan bersama Tuhan Yesus memberi harapan yang teguh. Harapan manusia telah rusak dan Tuhan Yesus mampu memulihkan semuanya.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Rm 7:24)  

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rm 7:25)  

Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Rm 7:26)  

B. Kesimpulan

Tuhan Yesus mampu memulihkan kehendak, daya juang, dan harapan yang telah dihancurkan oleh dosa.

C. Kebaruan

Dalam Rm 7:24 kata "celaka" berasal dari kata talaiporos dalam bahasa Yunani yang berarti sengsara atau menderita.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali akan akibat dosa yang telah menghancurkan seluruh natur manusia dan pemulihan hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan Yesus. 

E. Kata Bijak

Dosa meremuk Yesus membalut.



Thursday, February 12, 2026

Matius 19:1-6

完 Sempurna

A. Ringkasan Khotbah

Zaman ini menyediakan ruang besar untuk mengekspresikan diri sehingga definisi melayang bebas. Setiap orang bebas menetapkan standar hidup sempurna bagi dirinya tanpa harus memikirkan nilai-nilai di sekelilingnya. Meskipun demikian aksara 完 (sempurna) tetap menjadi pengingat akan gambaran kesempurnaan yang sejalan dengan ajaran Alkitab. Aksara 完 merupakan hasil gabungan dari aksara 二 (dua) + 儿 (orang) = 元 (semula) + 宀 (atap rumah) = 完 (sempurna), artinya kesempurnaan sejak semula digambarkan dengan dua orang yang dipersatukan di bawah satu atap rumah (keluarga). Khotbah berikut memperlihatkan ajaran Tuhan Yesus tentang keluarga yang dipersatukan oleh Tuhan.

1. Maksud Tuhan 

Pelayanan Tuhan Yesus memberkati orang banyak dengan kebenaran dan mujizat. Alhasil semakin banyak orang mengikuti-Nya. Pemandangan ini menusuk mata orang Farisi. Segala upaya diarahkan untuk menjebak Tuhan Yesus. Kali ini mereka menggunakan isu perceraian dalam hukum Musa. Tetapi Tuhan menangkis niat jahat mereka dengan menunjukkan bahwa maksud semula manusia diciptakan adalah untuk hidup berpasangan. Kesempurnaan adalah memenuhi maksud Tuhan sejak semula.

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. (Mat 19:1)

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. (Mat 19:2)

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" (Mat 19:3)

Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? (Mat 19:4)

2. Cara Tuhan

Maksud Tuhan selalu dilengkapi dengan cara Tuhan yang indah. Untuk memenuhi maksud Tuhan maka seorang laki-laki dewasa akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan isterinya dalam satu atap rumah untuk membentuk keluarga baru. Kesempurnaan adalah memenuhi cara Tuhan membentuk keluarga.

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Mat 19:5)

3. Aturan Tuhan

Ketika sebuah keluarga baru yang dibentuk dari bubuhan sidik jari Tuhan maka ikatan yang terbentuk bersifat kekal. Tuhan yang menyatukan maka tidak ada yang boleh memisahkannya. Kesempurnaan adalah mematuhi aturan Tuhan dalam keluarga.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19:6)

B. Kesimpulan

Kesempurnaan dicapai melalui maksud, cara, dan aturan Tuhan dalam mempersatukan dua orang menjadi sebuah keluarga baru.

C. Kebaruan

Perkataan Tuhan Yesus dalam Mat 19:5 merupakan kutipan dari Kej 2:24 dalam Perjanjian Lama.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej 2:24) 

D. Refleksi 

Saya mengimani bahwa Tuhan adalah Pemrakarsa keluarga dan aturan Tuhanlah yang berlaku di dalamnya.

E. Kata Bijak

Dua insan satu atap, satu Tuhan satu tujuan.


Friday, February 6, 2026

Wahyu 7:9-17

祥 Kebahagiaan 

A. Ringkasan Khotbah

Martin Seligman melihat kebahagiaan secara psikologis adalah sesuatu yang mampu dipelajari dan diciptakan. Sederhananya kebahagiaan bergantung pada diri sendiri. Di sisi lain aksara Mandarin bersuara lain. Kebahagiaan ditunjukkan dengan aksara 祥. Aksara ini merupakan hasil gabungan dari aksara礻(Allah) dan aksara 羊 (Domba), artinya kebahagiaan bergantung pada Anak Domba yang duduk di sebelah kanan Allah. Khotbah berikut menggambarkan suasana kebahagiaan orang-orang di dalam Anak Domba Allah.

1. Penyembah Anak Domba

Yohanes terpukau dengan sekumpulan orang banyak di hadapan takhta Anak Domba. Mereka serentak memuji dan menyembah Allah. Seketika kebahagiaan terpancar mengiringi puji-pujian yang menggelegar. Kebahagiaan diungkapkan dengan penyembahan, pengakuan, dan puji-pujian kepada Anak Domba Allah.

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Why 7:9)

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" (Why 7:10)

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, (Why 7:11)

sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Why 7:12)

2. Menderita Demi Anak Domba

Yohanes semakin penasaran. Dari manakah mereka datang? Salah seorang tua-tua memberi penjelasan. Ternyata mereka adalah orang-orang yang menderita demi Anak Domba dan bertahan sampai akhir. Kebahagiaan dimiliki oleh orang-orang yang menderita demi Anak Domba Allah.

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" (Why 7:13)

Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Why 7:14)

3. Berbahagia Dalam Anak Domba

Mereka tidak keluar dari satu penderitaan dan masuk ke dalam penderitaan lainnya. Tetapi sebaliknya mereka masuk ke dalam kebahagiaan kekal. Tidak ada lagi air mata yang menetes dan kesakitan yang mencengkeram. Yang ada hanyalah persekutuan, pemeliharaan, dan tuntunan Anak Domba untuk selama-lamanya. Kebahagiaan dinikmati dalam Anak Domba Allah.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. (Why 7:15)

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. (Why 7:16)

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Why 7:17)

B. Kesimpulan

Kebahagiaan adalah milik mereka yang menyembah, mengaku, dan menderita di dalam Anak Domba Allah.

C. Kebaruan

Aksara 示 (manifestasi) mengalami perubahan bentuk menjadi礻ketika digabungkan dengan aksara lain dan disebut sebagai  神子旁 (aksara pinggiran Allah).

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa kebahagiaan di dalam dunia tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan kelak di hadapan takhta Anak Domba.

E. Kata Bijak

Anak Domba di kanan, gereja rasakan kebahagiaan.


Thursday, January 29, 2026

Filipi 3:1-11

 義 Kebenaran

A. Ringkasan Khotbah

Aksara Mandarin diperkirakan merupakan salah satu tulisan tertua di dunia. Tulisan yang berasal dari gambar-gambar yang disederhanakan ini telah menjadi saksi sejarah selama ribuan tahun. Aksara demi aksara menyimpan makna-makna yang mendalam. Aksara 義 (kebenaran) adalah hasil gabungan dari aksara 羊 (domba) dan aksara 我 (saya). Aksara ini mengandung makna bahwa kebenaran sejati diperoleh apabila seseorang secara pribadi berada di dalam atau bersekutu dengan Anak Domba Allah. Khotbah berikut mengajarkan tentang kebenaran sejati di antara kebenaran-kebenaran di dalam dunia.

1. Kebenaran Palsu 

Tensi Paulus memuncak saat menyinggung perkara kebenaran palsu. Jemaat Filipi diminta untuk waspada terhadap ancaman ini. Para pengajar kebenaran palsu bersafari dan mencari mangsa ke mana-mana. Mereka berusaha membelokkan kebenaran pada hal-hal yang kelihatan saja. Berbeda dengan kebenaran sejati yang meliputi hal-hal yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (Flp 3:1)

Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, (Flp 3:2)

karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. (Flp 3:3)

2. Kebenaran Diri

Paulus sendiri telah mengalaminya. Asam garam dalam mengejar kebenaran palsu telah menumpuk. Ia mencapai titik akhir namun tidak menemukan kebenaran di sana. Yang tersisa hanya ruang untuk membanggakan pencapaian kosong dan membangun kebenaran diri. Di dalam ruang itu Paulus menyadari bahwa kebenaran diri hanyalah sebuah kecacatan di hadapan kebenaran sejati.

Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (Flp 3:4)

disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (Flp 3:5)

tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (Flp 3:6)

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Flp 3:7)

3. Kebenaran Sejati

Paulus akhirnya menyingkapkan kebenaran sejati yang singgung sebelumnya. Kebenaran sejati adalah kebenaran yang diperoleh melalui iman kepada Anak Domba Allah. Kebenaran ini tidak seperti kebenaran palsu atau kebenaran diri yang sia-sia tetapi kebenaran yang menjadikan dirinya mengenal, bersekutu, serupa, dan memperoleh kebangkitan dalam Anak Domba Allah. 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Flp 3:8)

dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. (Flp 3:9)

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (Flp 3:10)

supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Flp 3:11)

B. Kesimpulan

Kebenaran sejati hanya diperoleh di dalam iman kepada Anak Domba Allah dan membawa kepada kebangkitan hidup.

C. Kebaruan

Dalam Flp 3:7 kata "rugi" diterjemahkan dari kata Zemia dalam bahasa Yunani yang berarti kerugian, kecacatan, atau kerusakan.

D. Refleksi 

Saya belajar berhati-hati dengan semua pencapaian supaya tidak jatuh ke dalam dosa membangun kebenaran diri.

E. Kata Bijak

Kebenaran mengalir dalam tetesan darah Anak Domba.


Friday, January 23, 2026

Maleakhi 3:6-15

Elohim

A. Ringkasan Khotbah

Abraham Lincoln pantas menerima penghormatan atas perjuangannya dalam mengakhiri perbudakan. Melalui amandemen ke-13, Lincoln selaku presiden menutup semua peluang praktek perbudakan di Amerika. Orang-orang menghormatinya dengan menyandangkan gelar The Great Emancipator (Pembebas Agung) kepadanya. Meskipun demikian gelar keagungan tertinggi disandang oleh Tuhan yang disebut Elohim. Allah Pencipta yang layak menerima segala penghormatan dan persembahan manusia. Lalu bagaimana cara orang percaya menghormati Elohim? Khotbah berikut mengajarkan cara yang pantas untuk menghormati Tuhan.

1. Mempersembahkan Hidup

Elohim menampar keras cara hidup orang Israel yang tidak menghormati-Nya. Bahkan sejak zaman dahulu mereka cenderung memilih cara hidup yang berseberangan dengan firman Tuhan. Tetapi Tuhan tidak berubah dan tetap setia. Elohim meminta orang percaya kembali menghormati-Nya dengan berbalik dan mempersembahkan hidup. 

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)  

Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" (Mal 3:7)  

2. Mempersembahkan uang

Pengajaran Tuhan tidak ditelan bulat-bulat oleh bangsa yang tegar tengkuk. Kesukaan menantang Tuhan telah mendarah daging. Mereka berlaku seolah-olah jalan hidupnya sudah benar. Tetapi Tuhan memperlihatkan kebusukan-kebusukan yang mereka sembunyikan. Dalam hal persembahan saja mereka tidak jujur, apalagi dalam hal lain. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan uang secara benar. 

Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (Mal 3:8)  

Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! (Mal 3:9)  

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal 3:10)  

Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:11)  

Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:12)  

3. Mempersembahkan hati

Tidak puas kebusukannya dibongkar Tuhan. Orang Israel mulai mengata-ngatai Tuhan. Hati yang tidak hormat ditunjukkan dengan kata-kata yang buruk. Mereka menginjak-injak kehormatan Elohim dengan menyerang kekudusan ibadah. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan hati.

Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" (Mal 3:13)  

Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? (Mal 3:14)  

Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga." (Mal 3:15)  

B. Kesimpulan

Elohim menuntut sikap hormat dengan mempersembahkan uang, hati, dan hidup secara benar.

C. Kebaruan

Elohim berarti dilingkupi ketakutan. Ketakutan ini berasal dari kemahakuasaan Allah dan menuntut rasa hormat yang tinggi. Elohim menekankan Allah yang transenden dengan kualitas yang berbeda dengan ciptaan. Kata tersebut digunakan lebih dari 2000 kali dalam Perjanjian Lama.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa menghormati Tuhan tidak cukup hanya di gereja tetapi di mana pun saja berada.

E. Kata Bijak

Keagungan Tuhan menekuk setiap lutut.


Friday, January 16, 2026

Yesaya 40:27-31

El Olam

A. Ringkasan Khotbah

Jam Katedral Salisbury diakui sebagai jam tertua yang masih berfungsi. Usia 6 abad tidak menghentikannya untuk terus berdentang. Tiap jam dentangannya telah menemani aktivitas antar generasi di Inggris. Kapan "veteran tua" ini berhenti? Tidak ada yang tahu tetapi hari itu akan datang. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini selain Tuhan. Ia menyebut diri-Nya El Olam (Allah Yang Kekal). Ia tidak berubah serta tidak dibatasi ruang dan waktu. Khotbah berikut menunjukkan ketidakberubahan El Olam dalam kehidupan orang percaya.

1. Perhatian 

Orang Israel yang terbiasa membusungkan dada kini harus tertunduk lesu dalam pembuangan. Bangsa penyembah patung telah menjadi penguasa atas mereka. Setiap kali mereka menatap patung yang terpampang selalu terlintas pertanyaan "Sudah berubahkan Tuhan?" Firman Tuhan melalui nabi Yesaya menjawab bahwa El Olam tidak berubah, demikian dengan perhatiannya. El Olam tetap memperhatikan orang percaya.

Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (Yes 40:27)

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. (Yes 40:28)

2. Kekuatan

Perhatian-Nya melebihi sekedar kata-kata. Ia terus memberi kekuatan dan semangat kepada mereka di negeri asing. Sekalipun terasa gelap dan semuanya berbeda tetapi Tuhan masih tetap sama. El Olam tetap memberi kekuatan kepada orang percaya.

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yes 40:29)

3. Pengharapan

Betulkah masih ada secercah harapan di tengah kepungan patung berhala? El Olam menegaskan pengharapan kepada-Nya bersifat pasti. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan lebih perkasa dari siapa pun. Waktunya akan tiba. El Olam tetap sebagai harapan orang percaya.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (Yes 40:30)

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.  (Yes 40:31)

B. Kesimpulan

Allah Yang Kekal terus menerus memberikan perhatian, kekuatan, dan harapan bagi orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Yes 40:32 kata menanti-nantikan berasal dari kata qavah dalam bahasa Ibrani yang berarti menunggu, mencari, atau berharap.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk tetap memberi perhatian kepada orang yang terus mengecewakan seperti Tuhan memperhatikan saya.

E. Kata Bijak

Segala suatu berubah selain Tuhan.


Thursday, January 8, 2026

Daniel 5:18-30

El Elyon

A. Ringkasan Khotbah

Sistem pemerintahan Indonesia memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Jika menteri yang diangkat tidak sesuai harapan maka presiden berkuasa memberhentikannya kapan saja. Lalu bagaimana dengan El Elyon (Allah Yang Mahatinggi) yang diimani orang Kristen? Apakah El Elyon memiliki kewenangan tertinggi atas seluruh dunia? Khotbah berikut memperlihatkan kewenangan dan kedaulatan Allah Yang Mahatinggi.

1. Mengangkat  

Raja Belsyazar pucat pasi oleh peristiwa tulisan di dinding. Ia menyendengkan telinganya ke arah Daniel. Mendengarkan penjelasan bahwa kekuasaan raja Nebukadnezar yang legendaris itu adalah pemberian El Elyon sehingga Nebukadnezar dapat berbuat sesukanya. Tidak ada seorang pun dapat naik takhta tanpa perkenanan Allah Yang Mahatinggi. El Elyon berkuasa mengangkat pemimpin.

Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. (Dan 5:18)

Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya. (Dan 5:19) 

2. Menurunkan

Tetapi raja Nebukadnezar dengan segala kepemilikannya berpikir bahwa tidak ada yang sanggup menyaingi kuasanya. Kesombongannya telah membumbung tinggi melawan El Elyon. Ia tidak mengakui El Elyon berkuasa mengangkat dan menurunkan. Maka Nebukadnezar dijatuhkan dan turun dalam kehinaan seperti seekor binatang sampai ia menyadari semua kesalahannya. El Elyon berkuasa menurunkan pemimpin.

Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. (Dan 5:20)

Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu. (Dan 5:21)  

3. Menghukum

Tetapi sebagai penerus Nebukadnezar, raja Belsyazar tidak belajar dari sejarah. Bahkan selangkah lebih berani. Belsyazar menghina El Elyon dengan mengotori perkakas Bait Suci. Meskipun Daniel telah membuka misteri tulisan di dinding sebagai peringatan tetapi ia tetap tidak bertobat. Hukuman mati pun turun atas dirinya. El Elyon berkuasa menghukum pemimpin.

Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. (Dan 5:22)

Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. (Dan 5:23)

Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. (Dan 5:24)

Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. (Dan 5:25)

Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; (Dan 5:26)

Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; (Dan 5:27)

Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." (Dan 5:28)

Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. (Dan 5:29)

Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. (Dan 5:30)

B. Kesimpulan

El Elyon berkuasa mengangkat, menjatuhkan, dan menghukum pemimpin di dunia.

C. Kebaruan

Tulisan "Mene, mene, tekel ufarsin" adalah tulisan dalam bahasa Aram.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk menghargai jabatan dengan tetap rendah hati dan menyadari segala sesuatu adalah pemberian Tuhan Yang Mahatinggi.

E. Kata Bijak

Jabatan boleh tinggi tetapi hati harus selalu rendah.


Saturday, January 3, 2026

Rut 1:16-22

El Shaddai

A. Ringkasan Khotbah

Pemimpin negara dilihat sebagai orang yang paling berkuasa di negaranya. Ia berkuasa atas banyak hal tetapi sekaligus tidak berkuasa dalam banyak hal. Ia dapat mempertahankan hati rakyatnya dengan mengupayakan ketentraman. Namun saat situasi tidak terkendali maka benih pembelotan mulai tumbuh. Berbeda jauh dengan El Shaddai sebagai penguasa hidup orang percaya. Kekuasaannya tidak dapat dibatasi oleh apapun. Khotbah berikut membahas bagaimana El Shaddai berkuasa atas hidup Rut yang sedang kacau.

1. Menanamkan Iman

El Shaddai yang dikenal Rut sungguh berbeda dengan dewa-dewa terkenal di daerah Moab. Sekian lama Rut mengenal dewa Kamos (Hak 11:24) dan Baal Peor (Bil 25:3) tetapi hatinya tidak tertambat. Dewa-dewa mereka tidak mampu berikan iman kepadanya meskipun mereka tidak dilanda kelaparan seperti Naomi. El Shaddai menanamkan iman yang kuat.

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; (Rut 1:16)  

di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:17)  

2. Memberi Tekad

Iman yang kuat dalam diri Rut seperti asap perapian yang terus membumbung tinggi. Tekadnya tidak terbendung oleh apapun. Kesedihan, ketakutan, dan keraguan tidak dihiraukannya. Ia memutuskan untuk tetap bersama Naomi menuju ke tempat "kelaparan" (Rut 1:1). El Shaddai memberikan tekad yang kuat.

Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. (Rut 1:18)   

Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" (Rut 1:19)  

Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. (Rut 1:20)  

Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:21)  

3. Mengatur Musim

Sesampai di sana ternyata semuanya telah berubah. Rut sebelumnya membayangkan orang-orang akan murung oleh siksaan rasa lapar kini terkesima. Mereka menyambut Naomi dengan hangat. Kelaparan telah pergi jauh dari negeri itu dan musim menuai telah tiba. El Shaddai mengubah segala musim kehidupan. 

Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. (Rut 1:22)  

B. Kesimpulan

El Shaddai berkuasa mengubah hati, memberi tekad, dan mengatur musim kehidupan.

C. Kebaruan

Tuhan sendiri yang menyatakan dirinya kepada Musa sebagai El Shaddai dalam bahasa Ibrani yang berarti Allah Yang Mahakuasa.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Kej 6:2)

D. Refleksi 

Kesulitan dan ketidakpastian terkadang melemahkan tekad saya dalam mengikut Tuhan tetapi firman Tuhan menguatkan saya untuk tetap teguh di dalam kekuasaan El Shaddai Penguasa segala musim kehidupan.

E. Kata Bijak

Singgasana El Shaddai adalah kekuasaan tanpa batas.


Saturday, December 27, 2025

Matius 14:22-33

Tuhan Penuh Kemurahan

A. Ringkasan Khotbah

Pada tahun 2024 Charity Aid Foundation menobatkan Indonesia sebagai negara yang paling dermawan untuk ketujuh kalinya. Kemurahan hati orang Indonesia diakui dunia. Banyak yang bersedia menolong orang susah dengan uang maupun tenaga. Apakah orang percaya termasuk di dalamnya? Khotbah berikut membahas kemurahan Tuhan Yesus sebagai teladan bagi semua orang percaya.

1. Perasaan ditinggalkan

Murid-murid yang kenyang dengan roti dan ikan diminta untuk berlayar terlebih dahulu. Ia menuju ke bukit untuk berdoa sendirian hingga malam. Tiba-tiba angin dan ombak yang sangat ganas menerpa. Kali ini tidak ada Tuhan Yesus yang tidur di kapal (Mat 8:23-27). Mereka benar-benar merasa ditinggalkan.

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. (Mat 14:22)  

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Mat 14:23)  

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. (Mat 14:24)  

2. Perasaan Takut

Tanpa Tuhan Yesus mereka sangat ketakutan. Indera murid-murid terbutakan oleh rasa takut. Di tengah krisis, Tuhan Yesus datang untuk menunjukkan kemurahan-Nya. Tetapi mereka tidak menyambutnya dengan "Shalom" tetapi "hantu". Bahkan suara-Nya pun diragukan. Itulah sebabnya Petrus ingin memastikan dengan turun ke air dan ketakutan kembali menggagalkannya. Mereka benar-benar ketakutan.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (Mat 14:25)  

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. (Mat 14:26)  

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Mat 14:27)  

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." (Mat 14:28)  

Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. (Mat 14:29)  

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" (Mat 14:30)  

3. Perasaan Takjub

Tuhan Yesus yang penuh kemurahan tidak tersinggung dengan reaksi murid-murid. Ia segera menolong Petrus dan naik ke perahu bersamanya. Tuhan menolong di waktu yang tepat tanpa memperhitungkan kesalahan mereka. Perasaan takjub menggantikan rasa ditinggalkan dan takut. Mereka tidak dapat menahan diri untuk menyembah Tuhan. 

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" (Mat 14:31)  

Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. (Mat 14:32)  

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Mat 14:33)  

B. Kesimpulan

Tuhan penuh kemurahan mengubah perasaan ditinggalkan dan takut menjadi penyembahan yang dihiasi rasa takjub.

C. Kebaruan

Dalam Mat 14:33 mencatat bahwa murid-murid pertama kali menyebut Tuhan Yesus sebagai Anak Allah.

D. Refleksi 

Terkadang saya berpikir Tuhan terlalu lambat untuk menolong dan firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan yang penuh kemurahan akan segera menolong di waktu Tuhan yang indah.

E. Kata Bijak

Angin bertiup kencang, kemurahan Tuhan terpancang.


Friday, December 19, 2025

Lukas 9:37-42

Tuhan Panjang Sabar

A. Ringkasan Khotbah

Pepatah Tionghua 滴水穿石 (dī shuǐ chuān shí) menggambarkan kesabaran secara elegan nan menawan. Tetasan air yang lembut dapat menembus batu yang keras. Satu dua tetesan air memang tidak berarti apa-apa tetapi jika sabar dan terus menerus maka tetesan air akan setara dengan kekuatan mata bor yang tajam. Kesabaran menyimpan kekuatan besar namun juga membutuhkan upaya yang besar pula. Itulah sebabnya belajar kesabaran harus langsung dari sumbernya yaitu Tuhan Yesus. Khotbah berikut memperlihatkan kesabaran Tuhan Yesus dalam mengajar dan membimbing murid-murid-Nya.

1. Permasalahan 

Tuhan Yesus baru saja meninggalkan murid-murid-Nya selama satu hari, permasalahan kembali terjadi. Ia harus bersabar menghadapi orang-orang yang datang membawa masalah dan mendengarkan mereka. Kesabaran-Nya telah melampaui segala keletihan perjalanan dari gunung. Tuhan Yesus sabar mendengar segala permasalahan.

Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus. (Luk 9:37)  

Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: "Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. (Luk 9:38)  

Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. (Luk 9:39)  

2. Kegagalan

Kesabaran Tuhan Yesus sungguh diuji. Kini Ia harus sabar kepada murid-murid-Nya yang gagal menjalankan perintah-Nya. Padahal murid-murid sudah menerima tenaga dan kuasa untuk menguasai setan dan menyembuhkan penyakit (Luk 9:1). Tuhan Yesus sabar terhadap kegagalan murid-murid-Nya.

Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." (Luk 9:40)  

3. Kelemahan Iman

Lalu Tuhan Yesus menunjukkan alasan dari kegagalan mereka yaitu iman yang lemah. Ia menegur dan sekaligus mengajar dengan menunjukkan bahwa iman yang kuat mampu melakukan perkara-perkara yang ajaib. Tuhan Yesus sabar terhadap kelemahan iman murid-murid dan orang banyak.

Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!" (Luk 9:41)  

Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. (Luk 9:42)  

B. Kesimpulan

Tuhan panjang sabar terhadap permasalahan, kegagalan, dan kelemahan iman manusia agar manusia bertobat.

C. Kebaruan

Dalam Luk 9:41 kata "sesat" berasal dari kata diastrepho dalam bahasa Yunani yang berarti menyimpang atau menentang.

D. Refleksi 

Saya belajar sabar dalam menghadapi banyak hal yang tidak sesuai dengan standar demi pengajaran dapat terus berlangsung seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus.

E. Kata Bijak

Di balik kesabaran tersembunyi dentuman.

Friday, December 12, 2025

Yesaya 9:1-6

Tuhan Raja Damai Sejahtera

A. Ringkasan Khotbah

Salah satu tujuan utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) adalah menjaga perdamaian dunia. Kepala Negara dari berbagai penjuru dunia menggelilingi meja konferensi dengan mimpi yang sama. Ironisnya perdamaian belum benar-benar terjadi. Peperangan, kemiskinan, dan terorisme masih menghantui. Dunia jauh dari kata damai. Di tengah kegentiran dan kekuatiran, keinginan hidup damai semakin mencuat. Siapakah yang dapat memberikannya? Khotbah berikut membahas nubuat Yesaya tentang kedatangan Raja Damai Sejahtera. 

1. Suasana Damai 

Kejahatan raja Ahas menyebabkan rakyatnya terselubungi awan gelap. Penderitaan yang tidak putus-putusnya terus menekan. Perang, upeti, tekanan politik, dan kemerosotan moral menggencet dengan kuat. Tetapi Tuhan tidak melupakan umat kesayangannya. Yesaya diutus untuk memberitakan suasana damai yang akan diberikan Tuhan.

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (Yes 9:1) 

Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. (Yes 9:2) 

Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. (Yes 9:3) 

Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. (Yes 9:4) 

2. Raja Damai

Bagaimana mungkin itu terjadi? Benak mereka dipenuhi dengan bayangan raja Ahas yang jahat. Tetapi firman Tuhan menepis pikiran itu dengan kabar kedatangan seorang Raja Damai. Raja yang akan membawa damai sejahtera dengan kekuatan, kebijaksanaan, dan cinta kasih yang besar. Raja Damai ini adalah Tuhan Yesus.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes 9:5) 

3. Rentang Waktu Damai

Pemerintahan Raja Damai berbeda dengan raja-raja sebelumnya. Seberapa pun baiknya raja sebelumnya, rentang waktu jabatannya terbatas. Tetapi Raja Damai memerintah dengan waktu yang tidak terbatas. Damai sejahtera akan diberikan untuk selama-lamanya.

Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yes 9:6) 

B. Kesimpulan

Tuhan Yesus adalah Raja Damai yang memberikan damai sejahtera kekal bagi orang percaya.

C. Kebaruan

Kata "Raja Damai" dalam Yes 9:5 berasal dari kata Sar-Shalom dalam bahasa Ibrani yang berarti Pangeran/ Raja Damai.

D. Refleksi 

Saya bersyukur dinaungi damai sejahtera Tuhan dan berusaha untuk mengalirkan damai sejahtera Tuhan kepada semua orang.

E. Kata Bijak

Pohon natal berseri, Raja Damai bertakhta di hati.


Friday, December 5, 2025

I Yoh 4:7-11

Tuhan Penuh Kasih

A. Ringkasan Khotbah

Konfusius pernah mengatakan bahwa jika ia berjalan bersama tiga orang, pasti salah satu di antara mereka dapat menjadi gurunya, maka ia akan memilih yang baik untuk ditiru, dan yang tidak baik untuk intropeksi diri. Namun dewasa ini tidaklah mudah untuk menemukan panutan yang sejati. Itulah sebabnya dalam kekristenan yang ditiru hanyalah Tuhan Yesus. Mengapa demikian? Khotbah berikut akan mengajarkan alasan Tuhan Yesus sebagai panutan utama orang percaya.

1. Sumber Kasih  

Tanpa disadari ajaran sesat telah menyusup ke dalam barisan orang percaya. Mereka bertopeng domba tetapi berperilaku serigala. Orang percaya dimangsa satu per satu supaya menjauh dari kasih. Yohanes berusaha menepis kesesatan ini dengan menegaskan bahwa orang percaya tidak mungkin dapat dipisahkan dari sumber kasih karena ia lahir dari pengenalan akan Tuhan yang mendalam. Tuhan adalah sumber kasih orang percaya.

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (I Yoh 4:7)

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. (I Yoh 4:8)

2. Membuktikan Kasih

Tepisan Yohanes ditolak mentah-mentah jika perkataannya tidak dapat dibuktikan. Secara frontal Yohanes memberikan bukti kasih Tuhan yaitu Ia rela datang ke dunia ini demi orang berdosa dapat memperoleh hidup yang kekal. Tuhan membuktikan kasih-Nya dengan pengorbanan diri.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (I Yoh 4:9)

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (I Yoh 4:10)

3. Mencontohkan Kasih

Yohanes melanjutkan dengan ajakan agar orang percaya menghidupi kasih karena Tuhan bukan saja membuktikan kasih-Nya, ia juga memberi contoh bagaimana seharusnya mengasihi. Bukankah jejak itu yang harus ditapaki oleh orang percaya? Tuhan mencontohkan kasih yang seharusnya tetap eksis dalam kehidupan orang percaya.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. (I Yoh 4:11)

B. Kesimpulan

Tuhan sumber kasih telah membuktikan kasih-Nya dan menjadi contoh dalam mengasihi.

C. Kebaruan

Kata "mengenal" dalam 1 Yoh 4:7-8 kata "mengenal" berasal dari kata ginosko dalam bahasa Yunani yang berarti mengenal secara intim dengan bergaul dan melalui pengalaman.

D. Refleksi 

Saya diteguhkan kembali untuk tetap mengandalkan Tuhan sebagai sumber kasih di tengah segala keadaan yang mengecewakan. 

E. Kata Bijak

Kasih adalah jati diri pengikut Tuhan.


Thursday, November 27, 2025

II Timotius 2:22-26

Timotius Berjuang

A. Ringkasan Khotbah

Beberapa filsuf menginjak kesamaan dalam mengusung tema tentang kehidupan. Mereka melihat hidup adalah perjuangan. Perjuangan melawan hambatan, melawan ketiadaan makna, atau melawan hal-hal lainnya. Apapun itu, perjuangan ini tidak akan berhenti sampai hembusan nafas terakhir. Jikalau demikian apa yang diperjuangkan orang percaya dalam kehidupan pelayanan? Khotbah berikut memetik dan meneladani pengalaman perjuangan Timotius dalam melayani Tuhan Yesus.

1. Penguasaan Diri

Kehidupan pelayanan Timotius dapat dikatakan lebih dari sekedar kompleks. Ragam kesulitan dan tantangan memenuhi dunianya. Di usia yang relatif muda, Timotius harus berhadapan dengan ajaran palsu dan penganiayaan. Itulah sebabnya Paulus berpesan supaya anak rohaninya tetap menguasai diri di tengah pelayanan yang kompleks. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan dalam menguasai diri.

Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. (II Tim 2:22)

2. Kesabaran 

Tidak hanya melawan nafsu yang berasal dari dalam dirinya tetapi Timotius juga melawan pendebat-pendebat sesat yang berseliweran (II Tim 2:17). Mereka terus menerus mengupayakan kekacauan dan pertengkaran seperti segerombolan lalat yang mengerumuni kotoran. Paulus menasehati supaya Timotius mengasah kesabarannya dalam menghadapi pendebat-pendebat sesat ini. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan untuk tetap sabar.

Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, (II Tim 23)

sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar (II Tim 2:24)

3. Konsentrasi

Pengendalian diri dan kesabaran hanya dapat diperjuangkan dengan tetap konsentrasi kepada Tuhan Yesus. Sekalipun pendebat-pendebat itu menjengkelkan, Timotius tidak boleh terpancing dan melenceng dari konsentrasinya terhadap panggilan Injil Yesus Kristus demi keselamatan orang berdosa. Kehidupan pelayanan adalah perjuangan untuk tetap konsentrasi pada panggilan Tuhan.

dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, (II Tim 2:25)

dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. (II Tim 2:26)

B. Kesimpulan

Kehidupan pelayanan adalah perjuangan dalam penguasaan diri, sabar, dan konsentrasi pada panggilan Tuhan.

C. Kebaruan

Dalam II Tim 2:22 kata "nafsu" berasal dari kata Epithumia dalam bahasa Yunani yang berarti hasrat, keinginan, atau nafsu birahi.

D. Refleksi 

Saya diingatkan bahwa perjuangan dalam pelayanan tidak terpisahkan dan perjuangan ini belum selesai sampai Tuhan Yesus menjemput. 

E. Kata Bijak

Hidup tanpa perjuangan seperti lilin tanpa api.


Friday, November 21, 2025

Kisah Para Rasul 9:19-22

Titik Balik Paulus

A. Ringkasan Khotbah

Saat seseorang berubah secara drastis ke arah yang baik artinya ia telah mengalami titik balik kehidupan. Namun perubahan drastis yang dimaksud sering kali kabur dan tidak jelas. Sulit untuk menggambarkan seberapa besar perubahan untuk dapat dikatakan sebagai perubahan drastis. Kesulitan yang sama terkadang melilit kehidupan orang percaya. Perjumpaan dengan Yesus Kristus adalah titik balik dari kehidupan yang berdosa menuju kehidupan yang memuliakan Tuhan. Perubahan drastis seperti apa yang akan terjadi? Khotbah berikut memperlihatkan perubahan drastis Paulus saat mengalami titik balik dalam Tuhan Yesus.

1. Menangkap Menjadi Bersekutu 

Terang Dunia yang membutakan Paulus menjadi momen titik balik kehidupannya. Ia telah menemukan kebenaran yang selama ini didambakan. Pertemuan dengan Tuhan Yesus mengubah Paulus dari orang yang bersemangat menangkap dan membunuh orang percaya (Kis 9:1, 2) menjadi bagian dari persekutuan orang percaya. Titik balik orang percaya mengubah dirinya untuk bersekutu dalam komunitas orang percaya.

Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. (Kis 9:19)

2. Membungkam Menjadi Memberitakan

Sebelumnya Paulus sangat sensitif dengan berita tentang Tuhan Yesus (Injil). Ia memiliki hasrat yang brutal untuk membungkam setiap mulut yang menyebut nama Tuhan dan kini mulutnya sendiri yang paling lantang memberitakan Injil. Titik balik orang percaya mengubahnya dirinya menjadi pemberita Injil Yesus Kristus.

Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. (Kis 9:20)

3. Menyangkal Menjadi Membuktikan 

Sebelumnya Paulus menganggap Tuhan Yesus adalah penyesat dan penista agama Yahudi tetapi kini ia sendiri berusaha membuktikan kepada orang Israel bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias Anak Allah yang menyelamatkan. Titik balik orang percaya mengubahnya dirinya menjadi pembukti Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" (Kis 9:21)

Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. (Kis 9:22)

B. Kesimpulan

Titik balik mengubah orang percaya untuk bersekutu, memberitakan dan membuktikan Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang menyelamatkan.

C. Kebaruan

Kata "Mesias" dalam Kis 9:22 berasal dari kata Kristos dalam bahasa Yunani yang berarti Yang Diurapi atau Anak Allah.

D. Refleksi 

Saya mengintropeksi diri dan melihat kembali seberapa besar perubahan yang Tuhan Yesus kerjakan dalam hidup saya. Ternyata sangat besar dan nyata.

E. Kata Bijak

Menginjak titik balik melaju makin baik.


Saturday, November 15, 2025

Yohanes 21:15-19

Petrus Jatuh Bangun

A. Ringkasan Khotbah

Istilah jatuh bangun seakan memaparkan adegan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan. Tidak peduli seberapa sering ia jatuh namun dengan mudahnya ia berdiri kembali. Berbeda dengan jatuh dalam kegagalan hidup, tidak semua orang mampu untuk bangun lagi. Itulah sebabnya firman Tuhan mengajarkan kiat-kiat melalui pengalaman Petrus. Khotbah berikut menunjukkan cara Petrus bangun dari kejatuhan yang sangat memilukan. 

1. Menghadap 

Penyangkalan membawa Petrus jatuh terkapar dalam lubang kegagalan. Kegagalan mengikut Tuhan memaksa ia beralih dari Penjala Manusia dan kembali menjadi penjala ikan. Kesempatan untuk keluar dari kegagalan muncul saat Tuhan Yesus menghampirinya. Petrus tidak menghindar saat diajak berbicara. Ia berani menghadap Tuhan yang telah ia sangkal. Untuk bangun dari kegagalan harus dimulai dari berani menghadap Tuhan.

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh 21:15)

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh 21:16)

2. Mengaku

Berani menghadap Tuhan tidak secara spontan membawa Petrus bangun dari kegagalan. Ia harus berhadapan juga dengan pertanyaan-pertanyaan Tuhan Yesus. Kepercayaan dirinya yang selama ini menjadi kebanggaannya harus diganti dengan pengakuan. Ia harus mengakui cintanya yang rapuh kepada Tuhan sebanyak 3 kali. Untuk bangun dari kegagalan harus berani mengakui kelemahan.

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yoh 21:17)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18)

3. Mengikut

Langkah akhir untuk bangun dari kegagalan adalah mengikuti perintah Tuhan. Sepenggal kalimat yang sangat familiar keluar dari mulut Tuhan Yesus "Ikutlah Aku". Perkataan yang singkat dan padat namun membutuhkan waktu seumur hidup untuk melakukannya. Untuk bangun dari kegagalan harus berani tetap mengikut Tuhan.

Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku." (Yoh 21:19)

B. Kesimpulan

Bangun dari kejatuhan hanya dapat dilakukan dengan berani menghadap, mengaku, dan mengikut Yesus.

C. Kebaruan

Dalam Yoh 21:15 kata "mengasihi" yang ditanyakan Tuhan berasal dari kata "Agape" dalam bahasa Yunani yang digunakan untuk menggambarkan kasih Tuhan yang besar. Sedangkan Petrus membalas dengan kata mengasihi yang berasal dari kata "Phileo" yang digunakan untuk menggambarkan kasih pertemanan.

D. Refleksi 

Saya belajar dari pengalaman Petrus untuk dapat terus bangkit dari kegagalan dan setia ikut Tuhan.

E. Kata Bijak

Jatuh itu biasa tetapi mampu bangun itu usaha.


Friday, October 31, 2025

Daniel 1:8-21

Keberanian Daniel

A. Ringkasan Khotbah

Risiko adalah pembunuh keberanian yang paling ampuh. Keberanian mudah menyala dalam situasi "Nothing to lose" namun biasanya diam seribu bahasa saat berhadapan dengan risiko. Meskipun demikian di dunia ini selalu ada orang yang berani menginjak-injak risiko demi sesuatu yang berharga baginya. Daniel salah satu di antaranya. Keberanian Daniel telah menjadi sarana Tuhan memberkatinya. Khotbah berikut membahas tentang karunia Tuhan kepada Daniel yang berani berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya.

1. Beroleh Kasih Sayang 

Sebagai orang buangan, menolak kemurahan raja bukanlah ide yang baik. Namun demi tetap hidup kudus di hadapan Tuhan, Daniel harus berani. Tuhan berkenan atas keberanian Daniel dan mengaruniakan kasih sayang dari pegawai raja. Orang yang berani demi Tuhan akan beroleh kasih sayang.

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. (Dan 1:8)  

Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; (Dan 1:9)

2. Beroleh Hikmat & Kebijaksanaan 

Keberanian Daniel yang besar tidak serta-merta menular ke pegawai istana. Rasa kasih sayang tidak cukup untuk menutupi rasa takut terhadap risiko kelalaian bertugas. Di sini Tuhan kembali mengaruniakan hikmat dan kebijaksanaan kepada Daniel untuk meyakinkan pegawai istana dengan cara melakukan penelitian. Orang yang berani demi Tuhan beroleh hikmat dan bijaksana.

tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." (Dan 1:10)

Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: (Dan 1:11)

"Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; (Dan 1:12)

sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." (Dan 1:13)

Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. (Dan 1:14)

Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. (Dan 1:15)

Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. (Dan 1:16)

Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. (Dan 1:17)

3. Beroleh Kepercayaan

Karunia Tuhan sungguh seperti pelita yang tidak tersembunyikan. Bahkan seorang raja pun terkesima dengannya. Alhasil Daniel beroleh kepercayaan dari raja secara khusus dalam persoalan-persoalan yang pelik. Orang yang berani demi Tuhan beroleh kepercayaan.

Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. (Dan 1:18)

Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. (Dan 1:19)

Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. (Dan 1:20)

B. Kesimpulan

Berani menaati Tuhan mendatangkan kasih sayang, kebijaksanaan, hikmat, dan kepercayaan dari orang lain.

C. Kebaruan

Dalam Daniel 1:8 kata "berketetapan" yang dimaksud adalah ketika seseorang menetapkan dalam hatinya untuk melakukan sesuatu dan keputusannya tidak tergoyahkan.

D. Refleksi 

Saya terkadang merasa takut untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan relasi dan perasaan tetapi saya belajar untuk berani demi kebenaran Tuhan karena ada karunia-karunia di balik keberanian.

E. Kata Bijak

Keberanian adalah pintu karunia.


Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints A. Ringkasan Khotbah Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Seju...