Thursday, May 21, 2026

Kisah Para Rasul 2:14-15, 37-41.

Karya Roh Kudus

A. Ringkasan Khotbah

Minggu pertama adalah minggu terberat bagi seorang pekerja baru. Survei BambooHr tahun 2023 menemukan sebanyak 44% pekerja menyesal dan 23% menangis di minggu pertama kerja. Meskipun demikian 85% mengaku kehadiran seorang teman kerja menjadi kekuatan untuk bertahan. Hari Pentakosta memulai pekerjaan penginjilan baru bagi murid-murid tanpa Tuhan Yesus. Bagaimana Roh Kudus berkarya dan menolong mereka? Khotbah berikut menunjukkan karya awal Roh Kudus di hari Pentakosta.

1. Kesadaran Penuh

Roh Kudus yang turun atas murid-murid tidak merenggut kesadaran mereka. Orang-orang mengira mereka sedang mabuk. Tetapi justru murid-murid mendapatkan kesadaran penuh sebagai seorang pengikut Tuhan Yesus. Petrus membuktikan dengan berbicara lantang dan jelas. Karya Roh Kudus memberikan kesadaran penuh.

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. (Kis 2:14) 

Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, (Kis 2:15)

2. Menyampaikan Kebenaran

Kehadiran Roh Kudus mengubah bayang-bayang ketakutan menjadi cahaya keberanian. Murid-murid berani menyampaikan kebenaran Injil dengan menghadapi risiko yang sama. Kebenaran yang disampaikan mengiris-iris hati pendengarnya dengan haru dan pilu. Karya Roh Kudus memberi keberanian menyampaikan kebenaran.

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kis 2:37)

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis 2:38)

Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kis 2:39)

3. Memberi Kesaksian

Petrus bahkan berani menelanjangi dirinya dengan kesaksian-kesaksian pribadi. Jatuh bangunnya telah menjadi saksi hidup bagi Kebenaran yang diberitakan. Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Roh Kudus memberi keberanian bersaksi demi Tuhan.

Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kis 2:40)

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (Kis 2:41)

B. Kesimpulan

Roh Kudus berkarya dalam diri seseorang untuk memberikan kesadaran penuh dalam menyampaikan kebenaran dan kesaksian hidup.

C. Kebaruan

Dalam Kis 2:37 kata "terharu" berasal dari kata katanusso dalam bahasa Yunani yang berarti menyakiti perasaan dengan tajam sehingga emosi terganggu dengan hebat.

D. Refleksi 

Kilas balik akan tujuan Tuhan Yesus mengirim Roh Kudus menguatkan saya untuk semakin giat menyampaikan kebenaran yang menyelamatkan.

E. Kata Bijak

Sang Penolong yang menolong.


Wednesday, May 13, 2026

II Timotius 1:1-10

Anak Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Survei yang dilakukan oleh Sun Life Asia pada tahun 2025 menunjukkan data yang mencengangkan. Sebanyak 60% dari sekitar 3000 responden di berbagai negara Asia menyatakan kekuatiran mereka akan harta warisan berakhir di tangan anaknya. Kekuatiran ini menampakkan kenyataan bahwa harta bukanlah warisan yang bernilai kekal. Khotbah berikut mengajarkan warisan kekal dari orangtua yang menjadikan anaknya berbahagia.

1. Teladan Doa 

Tanggung jawab yang besar membebani Timotius di usianya yang belia. Ia sering ketakutan dan sakit. Paulus sebagai papa rohaninya berusaha menguatkan Timotius melalui sepucuk surat. Ia mengajak Timotius untuk melihat teladan rohani yang diwariskan kepadanya. Paulus bersaksi bahwa dalam doanya nama Timotius selalu disebut. Anak yang berbahagia mewariskan teladan dalam berdoa.

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, (II Tim 1:1)

kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. (II Tim 1:2)

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. (II Tim 1:3)

Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. (II Tim 1:4)

2. Teladan Iman

Timotius tidak kekurangan warisan rohani yang dapat menghasilkan kekuatan besar dalam dirinya. Selanjutnya Paulus mengajak Timotius melihat iman yang selama ini tinggal dalam dirinya. Iman murni yang pernah membara dalam nenek dan mamanya telah diwariskan kepadanya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan iman.

Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (II Tim 1:5)

3. Teladan Keberanian 

Bukan hanya itu, Paulus memberikan teladan lain kepadanya. Teladan keberanian yang berasal dari Tuhan sehingga Injil diberitakan ke mana-mana. Timotius dikuatkan agar tidak lagi takut dan malu tetapi dengan penuh keberanian menjalani panggilan pelayanannya. Anak yang berbahagia mewariskan teladan keberanian.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (II Tim 1:6)

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (II Tim 1:7)

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (II Tim 1:8)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (II Tim 1:9)

dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (II Tim 1:10)

B. Kesimpulan

Anak yang berbahagia mewarisi teladan doa, iman, dan keberanian dari orangtuanya.

C. Kebaruan

Dalam II Tim. 1:3 kata "permohonan" berasal dari kata deesis dalam bahasa Yunani yang berarti kebutuhan atau permintaan kepada Tuhan.

D. Refleksi 

Saya perlu memperbanyak warisan-warisan rohani yang dapat menjadi modal utama anak saya dalam menjalani kehidupan pribadinya secara mandiri.

E. Kata Bijak

Teladan orangtua adalah warisan yang tidak pernah tua.


Thursday, May 7, 2026

Matius 15:21-28

Ibu Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Ikatan psikologis ibu dan anak terbentuk sejak dalam kandungan. Ikatan ini menciptakan rasa bahagia ataupun sebaliknya. Saat anak sakit, ikatan ini menyebabkan ibu turut merasakan penderitaan anaknya. Artinya kebahagiaan seorang ibu sangat terpengaruh oleh kondisi anaknya. Khotbah berikut memperlihatkan upaya seorang ibu berbahagia oleh kesembuhan yang dikaruniai Tuhan Yesus kepada anaknya.

1. Mencari Tuhan 

Seorang ibu tidak sanggup menahan dirinya ketika harus berulang-ulang menyaksikan penderitaan anaknya. Ia hanya dapat bahagia jika anaknya sembuh. Itulah sebabnya sang ibu mencari Tuhan Yesus sampai ke daerah terpencil dan terus mengekorinya. Ibu yang berbahagia mencari Tuhan untuk menolong anaknya.

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. (Mat 15:21)  

Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." (Mat 15:22)  

2. Tidak Putus Asa

Meskipun ratusan langkah di tempuh dan teriakan demi teriakan tidak digubris. Penolakan murid-murid dan perkataan Tuhan Yesus yang kurang berkenan tidak membuatnya putus asa. Ibu yang berbahagia tidak putus asa demi anaknya.

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." (Mat 15:23)  

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Mat 15:24)  

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." (Mat 15:25)  

3. Beriman

Sang ibu tetap dengan rendah hati meminta sisa-sisa berkat untuk anaknya. Ia percaya yang sisa sekalipun sudah lebih dari cukup untuk kesembuhan anaknya. Tuhan Yesus memuji iman sang ibu yang besar dan mengabulkan permintaannya. Ibu yang berbahagia beriman kepada Tuhan Yesus.

Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (Mat 15:26)  

Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." (Mat 15:27)  

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Mat 15:28)  

B. Kesimpulan

Ibu yang berbahagia mencari dan beriman kepada Tuhan Yesus serta tidak putus asa demi anaknya.

C. Kebaruan

Kata "anjing" dalam Mat. 15:26-27 berasal dari kata kunarion dalam bahasa Yunani yang berarti anjing kecil.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk menjadi orangtua yang berjuang terus menerus demi anak dapat menerima berkat-berkat rohani dalam hidupnya.

E. Kata Bijak

Memahami kasih ibu, setapak mendekati kasih Tuhan.


Wednesday, April 29, 2026

Markus 9:16-27

Ayah Yang Berbahagia

A. Ringkasan Khotbah

Ayah adalah sosok yang minim mengekspresikan perasaannya. Namun kala anaknya berdiri di podium prestasi, air mata akan merobohkan benteng perasaannya. Kerja kerasnya membuahkan hasil dan orang akan menyebutnya "Ayah yang Berbahagia". Khotbah berikut memperlihatkan upaya seseorang untuk menjadi ayah yang berbahagia.

1. Membawa 

Pilu dan perih menyayat hati sang ayah karena terpaksa menyaksikan penderitaan anaknya. Ia mencoba mengakhirinya dengan datang kepada murid-murid Tuhan Yesus. Sayangnya usaha ini pun nihil. Tanpa berpikir panjang, ia pun menerobos lautan manusia demi membawa anaknya berjumpa Tuhan Yesus. Ayah yang berbahagia membawa anaknya kepada Tuhan Yesus.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?" (Mrk 9:16) 

Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. (Mrk 9:17)

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." (Mrk 9:18)

2. Memahami 

Bulir-bulir keringat memenuhi wajahnya saat ia berhasil menempati barisan depan. Usahanya tidak sia-sia. Begitu mendapat kesempatan, ia menceritakan waktu kebersamaan yang intens dengan anaknya dan pemahaman yang terbangun di dalamnya. Ayah yang berbahagia memahami anaknya.

Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" (Mrk 9:19)

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. (Mrk 9:20)

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mrk 9:21)

Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. (Mrk 9:22a)

3. Meminta

Sang ayah meminta kesembuhan bagi anaknya. Permintaan tulus dari lubuk hati yang terdalam. Tuhan Yesus mendengar dan memberi lebih dari yang diminta. Anaknya disembuhkan dan dirinya diberikan iman. Ayah yang berbahagia meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.

Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."(Mrk 9:22b)

Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mrk 9:23)

Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Mrk 9:24)

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" (Mrk 9:25)

Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." (Mrk 9:26)

Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. (Mrk 9:27)

B. Kesimpulan

Ayah yang berbahagia berusaha membawa dan memahami serta meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk anaknya.

C. Kebaruan

Kata "berteriak" dalam Mrk. 9:24 berasal dari kata krazo dalam bahasa Yunani yang berarti berteriak dengan suara serak.

D. Refleksi 

Saya rindu menjadi ayah yang berbahagia dan akan terus berusaha sampai anak saya bertumbuh menjadi prajurit Tuhan yang gagah perkasa.

E. Kata Bijak

Hati ayah hati Bapa.

Wednesday, April 22, 2026

Yohanes 21:1-14

Bahasa Kasih

A. Ringkasan Khotbah

Cinta yang tidak dikomunikasikan dengan benar serupa duri di dalam daging. Obsessive Love Disorder adalah contoh ekstrim dari situasi ini. Cinta yang manis berubah menjadi belenggu yang menyiksa. Mencintai berubah menjadi melukai. Agar orang percaya tidak terpeleset ke dalam situasi ini, Tuhan Yesus memberi teladan dalam berbahasa kasih. Khotbah berikut memperlihatkan bahasa kasih Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

1. Perhatian

Saat murid-murid kehilangan arah dan kembali ke profesi semula, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka. Alih-alih marah, Tuhan Yesus malah memberikan perhatian pada kegagalan mereka. Gagal percaya, gagal setia, bahkan gagal menangkap ikan. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi perhatian.

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. (Yoh 21:1)  

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. (Yoh 21:2)  

Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. (Yoh 21:3)  

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (Yoh 21:4)  

Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." (Yoh 21:5)  

2. Pertolongan 

Semalam-malaman diterpa angin dan diselimuti embun membuat mereka hampir menyerah. Namun suara yang familiar membakar semangat untuk kembali menebar jala kosong. Tuhan menolong murid-murid yang gagal menangkap ikan dengan melakukan mujizat. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi pertolongan.

Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. (Yoh 21:6)  

3. Persediaan

Murid-murid segera menghampiri Tuhan Yesus. Seolah-olah Ia sedang menunggu hasil tangkapan. Tetapi betapa terkejutnya mereka ketika mencium aroma makanan dan sarapan pagi yang tersedia. Bahasa kasih Tuhan Yesus adalah memberi persediaan.

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. (Yoh 21:7)  

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. (Yoh 21:8)  

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. (Yoh 21:9)  

4. Pelayanan 

Tidak tega membiarkan murid-murid menunggu lama. Dengan cepat Tuhan Yesus melayani mereka dengan membagikan roti dan ikan. Tanpa harus bertanya mereka mengenali Tuhan Yesus melalui bahasa kasih-Nya. Bahasa Kasih Tuhan Yesus adalah memberi pelayanan.

Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." (Yoh 21:10)  

Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. (Yoh 21:11)  

Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. (Yoh 21:12)  

Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. (Yoh 21:13)  

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. (Yoh 21:14)  

B. Kesimpulan

Bahasa Kasih dari Tuhan Yesus dikomunikasikan dengan memberi perhatian, pertolongan, persediaan, dan pelayanan.

C. Kebaruan

Kata "lauk pauk" dalam Yoh 21:5 berasal dari kata prosphagion dalam bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang bisa dimakan dengan roti.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk lebih banyak berbahasa kasih seperti yang telah Tuhan Yesus tunjukkan. Sepatah kalimat yang berbeda dengan yang dipercakapkan dunia.

E. Kata Bijak

Bahasa kasih menggetarkan hati yang hampa.


Thursday, April 9, 2026

Lukas 24:25-33

Rela Mengajar

A. Ringkasan Khotbah

Masa pandemi berlangsung kurang lebih 3 tahun dan mengubah wajah pendidikan Indonesia. Anak-anak terpaksa belajar di rumah bersama orangtua. Berbagai penelitian memperlihatkan meningkatnya stres pada orangtua yang dipicu oleh tugas membimbing dan mengajar anak. Tidak sedikit yang menyerah dengan alasan anaknya susah diajar. Anak yang susah diajar tidak boleh menjadi penghalang dalam pengajaran. Seperti Tuhan Yesus yang rela mengajar murid-murid yang berlimpah kekurangan dan menunjukkan metode-Nya yang brilian. Khotbah berikut memaparkan metode Tuhan Yesus dalam mengajar kedua murid yang berjalan menuju Emaus.

1. Menegur 

Kedua murid berjalan dalam kekecewaan dan ketidakmengertian menuju Emaus. Kejadian demi kejadian secepat kilat dan tidak mampu dicerna. Di tengah kebuntuan ini, Tuhan Yesus hadir untuk mengajar mereka. Ia memulai dengan teguran keras untuk mengusir kebodohan dan kelambanan hati. Keduanya adalah musuh utama pembelajaran. Tuhan Yesus rela mengajar dengan menegur orang percaya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! (Luk 24:25)  

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" (Luk 24:26)  

2. Menjelaskan

Teguran hanyalah langkah pertama dari pengajaran. Dengan teliti dan sabar, Ia menjelaskan kepada mereka semua catatan dalam kitab yang menubuatkan diri dan karya-Nya. Tuhan Yesus rela mengajar dengan menjelaskan secara rinci kepada orang percaya.

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. (Luk 24:27)  

3. Menemani

Tuhan Yesus memahami bahwa mereka membutuhkan waktu untuk mencerna penjelasan-Nya. Ini adalah bagian yang penting dalam pengajaran. Itulah sebabnya Ia mengiyakan permintaan murid-murid untuk menemani mereka. Tuhan Yesus rela mengajar dengan menemani orang percaya.

Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. (Luk 24:28) 

Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. (Luk 24:29)  

4. Mempraktikkan

Puncak dari pengajaran adalah melakukan. Tuhan Yesus tidak memperkenalkan diri-Nya melalui perkataan tetapi dengan melakukan yang Ia ajarkan. Seketika itu mereka mengenal-Nya. Semua pengajaran menjadi begitu mudah untuk dipahami. Tuhan Yesus rela mengajar dengan mempraktikkan kepada murid-murid.

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. (Luk 24:30)  

Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. (Luk 24:3)  

Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Luk 24:32)  

Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. (Luk 24:33)  

B. Kesimpulan

Bahasa Kasih Tuhan Yesus dinyatakan dengan rela menegur, menjelaskan, menemani, dan mempraktikkan ajaran-Nya.

C. Kebaruan

Dalam Luk 24:28 kata "seolah-olah" berasal dari kata prospoieomai dalam bahasa Yunani yang berarti mengambil/memutuskan sesuatu untuk dirinya.

D. Refleksi 

Saya merasa seringkali bersikap seperti kedua murid yang bodoh dan lamban hati dalam mengikut Tuhan Yesus.

E. Kata Bijak

Guru Agung turun tangan, sirna bodoh dan lamban.


Thursday, April 2, 2026

Markus 15:33-37

Rela Menderita

A. Ringkasan Khotbah

Tenaga medis umumnya menggunakan Numeric Rating Scale untuk mengukur tingkat rasa sakit yang dialami pasien. Semakin tinggi nilainya berarti semakin berat rasa sakit yang diderita. Rasa sakit yang berat menyebabkan penderitaan fisik yang besar. Jika dihubungkan dengan peristiwa penyaliban, seberapa besar penderitaan yang ditanggung Tuhan Yesus? Apakah penderitaan-Nya hanya sebatas penderitaan fisik? Khotbah berikut memaparkan bahasa kasih Tuhan Yesus melalui pelbagai penderitaan yang ditanggung demi orang berdosa.

1. Penderitaan Alamiah 

Rasa perih di sekujur tubuh menggetarkan bibir Tuhan Yesus. Tubuh-Nya hampir menyerah menahan rasa sakit. Ia berusaha membuka mata-Nya untuk menatap orang-orang "yang tidak tahu apa yang mereka perbuat". Tetapi tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Bukan kelopak mata-Nya yang tidak kuat lagi tetapi langitlah yang menjadi gelap. Kegelapan selama 3 jam menambah penderitaan Tuhan Yesus di kayu salib.

Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. (Mrk 15:33) 

2. Penderitaan Spritual

Saat langit kembali terang, penderitaan tidak kunjung berakhir. Kali ini penderitaan yang maha dahsyat menimpa Tuhan Yesus. Allah mencurahkan cawan murka-Nya dan semua dosa manusia ditimpakan kepada-Nya. Penderitaan ini memaksa Tuhan Yesus berteriak dengan keras. 

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mrk 15:34)

3. Penderitaan Sosial

Orang banyak yang menerima-Nya karena mujizat sekarang menikmati adegan brutal dan berharap pertunjukkan luar biasa terjadi. Mereka menolaknya dan ingin pertunjukkan ini ditutup dengan kehadiran Elia. Penderitaan Tuhan Yesus dilengkapi oleh penolakan orang banyak.

Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." (Mrk 15:35)

4. Penderitaan Moral

Orang banyak terlanjur menikmati pertunjukkan dan tidak ingin berakhir begitu saja. Tetapi Tuhan Yesus telah sekarat. Mereka kuatir Ia mati sebelum Elia datang. Maka anggur asam sengaja diberikan untuk memperpanjang penderitaan-Nya.

Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia." (Mrk 15:36)

5. Penderitaan Psikologi

Tuhan Yesus kemudian mengakhiri semuanya dalam kesendirian. Tanpa Allah, tanpa siapa-siapa, hanya diri-Nya dan paku besar yang menancap tangan-Nya. Rintihan pelan menutup adegan penyaliban dan bahasa kasih menunjukkan batang hidungnya. 

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. (Mrk 15:37)

B. Kesimpulan

Bahasa kasih Tuhan Yesus dinyatakan dengan rela menderita secara alamiah, spritual, sosial, moral, dan psikologis.

C. Kebaruan

Anggur asam adalah minuman murah yang digunakan sebagai ejekan dan bertujuan untuk memperpanjang penderitaan Tuhan Yesus.

D. Refleksi 

Saya belajar bahwa bahasa kasih bukan sekedar kata-kata tetapi rela menderita bagi orang lain.

E. Kata Bijak

Nafas terhenti tetapi bahasa kasih tetap bergerak.


Thursday, March 26, 2026

Filipi 2:12-18

Perseverence Of The Saints

A. Ringkasan Khotbah

Tes Pauli dikembangkan oleh Richard Pauli menjadi populer di dunia perekrutan karyawan. Sejumlah pertanyaan sederhana dan panjang dijadikan indikator untuk menilai ketekunan seseorang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Apakah ini berarti orang yang gagal dalam tes ini juga akan gagal dalam mempertahankan keselamatannya? Khotbah berikut mengajarkan alasan orang percaya akan bertekun hingga titik puncak keselamatan. 

1. Tuhan Bekerja

Paulus memuji jemaat Filipi yang bertekun dalam keselamatan yang diperoleh. Namun Paulus mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan obyek kebanggaan diri melainkan merupakan pekerjaan Tuhan dalam diri orang percaya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja dalam dirinya.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Flp 2:12) 

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Flp 2:13)

2. Manusia Berusaha

Pekerjaan Tuhan menuntut respon manusia secara tulus. Orang percaya harus terus berusaha dalam firman Tuhan dan menjauhkan diri dari hal yang sia-sia. Dengan demikian garis pemisah akan jelas antara penerima keselamatan dan sebaliknya. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena terus berusaha.

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (Flp 2:14)

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, (Flp 2:15)

sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. (Flp 2:16)

3. Mendapat Sukacita

Tuhan tidak membiarkan orang percaya berusaha dalam kepedihan hati. Ia memberikan sukacita surgawi yang tidak dapat diberikan oleh siapapun. Itulah sebabnya Paulus meminta jemaat Filipi untuk bersukacita dengannya. Dengan demikian semua usaha terasa seperti madu. Orang percaya dapat bertekun sampai akhir karena mendapat sukacita dari Tuhan.

Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. (Flp 2:17)

Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku. (Flp 2:18)

B. Kesimpulan

Orang percaya akan bertekun sampai akhir karena Tuhan bekerja supaya dirinya dapat berusaha dan berpegang pada firman Tuhan dengan sukacita.

C. Kebaruan

Kata "kerelaan" dalam Flp 2:13 berasal dari kata eudokia dalam bahasa Yunani yang berarti kehendak, pilihan, atau kesenangan.

D. Refleksi 

Saya perlu semakin giat melayani karena Tuhan yang empunya gereja senantiasa bekerja dan menyediakan sukacita bagi orang percaya.

E. Kata Bijak

Melayani dengan tekun, bertahan sampai akhir.


Friday, March 20, 2026

Yohanes 6:38-40

Irresistible Grace

A. Ringkasan Khotbah

Ketika seseorang berjasa bagi negara maka presiden berhak memberikan anugerah penghargaan berupa tanda jasa, tanda kehormatan, atau gelar. Secara hukum anugerah ini dapat ditolak oleh penerima meskipun jarang terjadi. Bagaimana jika pemberi anugerah keselamatan adalah Tuhan? Mungkinkah manusia berdosa dapat menolaknya? Khotbah berikut memaparkan alasan ketidakmampuan manusia menolak anugerah Tuhan.

1. Tuhan Menghendaki 

Anugerah keselamatan bagi orang berdosa adalah kehendak Allah Tritunggal yang tidak pernah gagal. Tuhan Yesus turut merancang dan menyepakati sejak kekekalan (pactum salutis). Kemudian rela turun dari takhta surga menuju dunia untuk melakukan kehendak Bapa. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menghendakinya. 

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. (Yoh 6:38)  

2. Tuhan Menjaga

Kehendak Tuhan dibukakan lebih rinci. Orang-orang berdosa yang telah diberikan kepada-Nya akan dijaga dan dipelihara supaya tidak binasa. Apapun yang terjadi tidak dapat menyingkirkan penjagaan Tuhan Yesus atas orang percaya. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjaganya.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (Yoh 6:39)  

3. Tuhan Menjumpai

Tuhan Yesus datang ke dunia tidak secara diam-diam. Ia memperkenalkan diri-Nya dan berjumpa dengan orang berdosa supaya mereka melihat Allah. Perjumpaan ini menghantarkan bibit iman di dalam diri orang berdosa untuk menuju keselamatan. Anugerah keselamatan tidak mampu ditolak karena Tuhan menjumpainya.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh 6:40)  

B. Kesimpulan

Anugerah Allah tidak dapat ditolak karena Tuhan menghendaki, menjaga dan menjumpai orang berdosa.

C. Kebaruan

Kata "hilang" dalam Yoh 6:39 berasal dari kata apollumi dalam bahasa Yunani yang berarti hancur, binasa, atau dihukum mati.

D. Refleksi 

Saya bangga memiliki Tuhan yang tidak pernah gagal dan mengasihi dengan tindakan yang nyata.

E. Kata Bijak

Keindahan Kristus membuatku tidak mampu menolak.


Saturday, March 14, 2026

Roma 8:28-30

Limited Atonement

A. Ringkasan Khotbah

Banyak pengalaman penumpang pesawat terkait dengan pembatasan berat bagasi. Tidak sedikit yang mempertanyakan kebijakan ini. Tentu saja sebenarnya para penumpang menyadari alasan dari pembatasan ini adalah demi kenyamanan dan kapasitas pesawat yang terbatas. Hal ini akan sangat berbeda ketika berbicara tentang Tuhan yang tidak terbatas membatasi penebusan pada orang-orang tertentu. Kenyataan yang sulit dicerna oleh manusia namun kebenaran tetaplah kebenaran. Khotbah berikut menunjukkan penebusan terbatas dari Tuhan atas manusia berdosa.

1. Rencana Tuhan

Jemaat Roma mulai bertunas tanpa pemimpin. Rasa haus akan kebenaran tidak mampu terpuaskan oleh ajaran-ajaran orang Yahudi. Kondisi ini diperberat dengan perjuangan dalam melawan dosa. Tunas kecil ini hampir layu. Paulus dalam suratnya menguatkan mereka dengan memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang spesial yang terpanggil untuk menikmati kebaikan Tuhan. Rencana keselamatan Tuhan khusus bagi orang-orang yang terpanggil.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8:28)  

2. Tujuan Tuhan

Rencana Tuhan menyertakan sebuah tujuan yang mulia. Orang-orang yang dipanggil akan menuju pada suatu keadaan yang sempurna. Tujuan Tuhan atas orang-orang yang terpanggil adalah untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8:29)  

3. Karya Tuhan

Untuk mencapai tujuan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia sendiri yang akan berkarya atas mereka. Karya Tuhan dimulai dari memanggil, diteruskan dengan membenarkan status mereka melalui kebenaran Tuhan Yesus, dan pada akhirnya orang-orang tersebut hidup memancarkan kemuliaan Tuhan dan menuju puncak keselamatan.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm 8:30)  

B. Kesimpulan

Tuhan memilih orang-orang tertentu dalam rencana-Nya untuk serupa dengan Kristus melalui panggilan, pembenaran, dan pemuliaan.

C. Kebaruan

Kata "dipilih" dalam Rm 8:29 berasal dari kata proginosko dalam bahasa Yunani yang berarti pilihan khusus.

D. Refleksi 

Saya bersyukur dan menyadari betapa berharganya terpilih sebagai orang-orang yang berjalan dalam rencana keselamatan Tuhan.

E. Kata Bijak

Kamus Tuhan tidak ada kata gagal.


Thursday, March 5, 2026

Yeremia 1:4-10

Unconditional Election

A. Ringkasan Khotbah

Persaingan dalam dunia kerja semakin hari semakin berat. Persyaratan yang dimunculkan pun semakin banyak. Tujuan sesungguhnya adalah untuk memilih pekerja yang berkemampuan dan siap kerja tetapi terkadang persyaratan yang diberikan tidak relevan dengan pekerjaan. Sampai-sampai pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 untuk melarang persyaratan yang diskriminatif. Berbeda dengan pemilihan Tuhan yang tanpa syarat. Tuhan tidak melihat dan mempertimbangkan kemampuan manusia. Khotbah berikut memperlihatkan cara kerja Tuhan dalam memilih nabi Yeremia. 

1. Menetapkan

Yeremia tidak menyangka dirinya akan bertemu Tuhan dan mendengar suara-Nya secara langsung. Suara yang menghangatkan hatinya. Ternyata Tuhan sudah mengenal, menguduskan, dan menetapkan Yeremia sebagai nabi sebelum ia lahir. Pemilihan tanpa syarat dimulai sejak semula.

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: (Yer 1:4)  

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yer 1:5)  

2. Membekali

Yeremia heran akan pemilihan dirinya yang tidak memenuhi syarat. Bagaimana seseorang yang tidak fasih berbicara dapat menjadi nabi? Tuhan yang kenal Yeremia tentu saja tahu seberapa jauh kemampuannya. Itulah sebabnya Tuhan menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Yeremia. Pemilihan tanpa syarat menyertakan pembekalan.

Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." (Yer 1:6)  

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yer 1:7)  

Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." (Yer 1:8)  

Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. (Yer 1:9)  

3. Mengangkat

Pembekalan Tuhan bersifat efektif dan pasti. Seketika itu Yeremia mendapatkan semua kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi nabi. Ia telah memenuhi syarat dan resmi diangkat Tuhan. Pemilihan tanpa syarat menuju pada pengangkatan.

Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer 1:10)  

B. Kesimpulan

Pemilihan Tuhan yang tanpa syarat dilakukan dengan menetapkan, membekali, dan mengangkat orang percaya untuk menjadi pelayan-Nya.

C. Kebaruan

Dalam Yer 1:5 kata "mengenal" berasal dari kata yada dalam bahasa Ibrani yang berarti mengenal secara dekat atau intim.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk rendah hati karena sesungguhnya semua kemampuan yang saya miliki adalah pembekalan dari Tuhan.

E. Kata Bijak

Sebelum kita ada, Tuhan yada.


Saturday, February 28, 2026

Roma 7:18-25

Total Depravity

A. Ringkasan Khotbah

John Locke mengaungkan konsep tabula rasa (papan kosong) dalam menjelaskan pikiran manusia saat lahir. Manusia dilihat sebagai lembaran kosong yang siap diisi dengan pengalaman. Konsep ini gagal melihat keberadaan dosa dalam diri manusia. Berbeda dengan pernyataan Alkitab yang menyatakan bahwa kehadiran dosa telah merusak gambar dan rupa Allah (imago Dei) dalam diri manusia. Khotbah berikut memaparkan sisi-sisi dalam diri manusia yang telah rusak oleh dosa.

1. Kehendak 

Paulus berusaha meluruskan pandangan orang Yahudi yang salah. Mereka pikir manusia dapat berbuat sesuai Hukum Taurat dan mengalahkan dosa. Tetapi pengalaman Paulus berkata beda. Dosa telah meremuk manusia seremuk-remuknya. Kehendak manusia telah rusak dan tidak mampu mengarahkan perbuatan.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (Rm 7:18)  

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. (Rm 7:19)  

2. Daya Juang

Di samping itu, Paulus menyadari dalam dirinya terjadi peperangan sengit untuk berbuat baik. Semakin lama di dalam pusaran peperangan semakin mengerti akan ketidakberdayaannya. Daya juang manusia telah rusak dan tidak mampu memenangkan peperangan batin.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. (Rm 7:20)  

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. (Rm 7:21)  

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, (Rm 7:22)  

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. (Rm 7:23)  

3. Harapan

Kekalahan demi kekalahan memaksanya berhenti berharap. Hidup menjadi segumpal kabut pekat. Namun harapan menerobos masuk seiring dengan kehadiran Tuhan Yesus. Perjuangan bersama Tuhan Yesus memberi harapan yang teguh. Harapan manusia telah rusak dan Tuhan Yesus mampu memulihkan semuanya.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Rm 7:24)  

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rm 7:25)  

Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Rm 7:26)  

B. Kesimpulan

Tuhan Yesus mampu memulihkan kehendak, daya juang, dan harapan yang telah dihancurkan oleh dosa.

C. Kebaruan

Dalam Rm 7:24 kata "celaka" berasal dari kata talaiporos dalam bahasa Yunani yang berarti sengsara atau menderita.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali akan akibat dosa yang telah menghancurkan seluruh natur manusia dan pemulihan hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan Yesus. 

E. Kata Bijak

Dosa meremuk Yesus membalut.



Thursday, February 12, 2026

Matius 19:1-6

完 Sempurna

A. Ringkasan Khotbah

Zaman ini menyediakan ruang besar untuk mengekspresikan diri sehingga definisi melayang bebas. Setiap orang bebas menetapkan standar hidup sempurna bagi dirinya tanpa harus memikirkan nilai-nilai di sekelilingnya. Meskipun demikian aksara 完 (sempurna) tetap menjadi pengingat akan gambaran kesempurnaan yang sejalan dengan ajaran Alkitab. Aksara 完 merupakan hasil gabungan dari aksara 二 (dua) + 儿 (orang) = 元 (semula) + 宀 (atap rumah) = 完 (sempurna), artinya kesempurnaan sejak semula digambarkan dengan dua orang yang dipersatukan di bawah satu atap rumah (keluarga). Khotbah berikut memperlihatkan ajaran Tuhan Yesus tentang keluarga yang dipersatukan oleh Tuhan.

1. Maksud Tuhan 

Pelayanan Tuhan Yesus memberkati orang banyak dengan kebenaran dan mujizat. Alhasil semakin banyak orang mengikuti-Nya. Pemandangan ini menusuk mata orang Farisi. Segala upaya diarahkan untuk menjebak Tuhan Yesus. Kali ini mereka menggunakan isu perceraian dalam hukum Musa. Tetapi Tuhan menangkis niat jahat mereka dengan menunjukkan bahwa maksud semula manusia diciptakan adalah untuk hidup berpasangan. Kesempurnaan adalah memenuhi maksud Tuhan sejak semula.

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. (Mat 19:1)

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. (Mat 19:2)

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" (Mat 19:3)

Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? (Mat 19:4)

2. Cara Tuhan

Maksud Tuhan selalu dilengkapi dengan cara Tuhan yang indah. Untuk memenuhi maksud Tuhan maka seorang laki-laki dewasa akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan isterinya dalam satu atap rumah untuk membentuk keluarga baru. Kesempurnaan adalah memenuhi cara Tuhan membentuk keluarga.

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Mat 19:5)

3. Aturan Tuhan

Ketika sebuah keluarga baru yang dibentuk dari bubuhan sidik jari Tuhan maka ikatan yang terbentuk bersifat kekal. Tuhan yang menyatukan maka tidak ada yang boleh memisahkannya. Kesempurnaan adalah mematuhi aturan Tuhan dalam keluarga.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19:6)

B. Kesimpulan

Kesempurnaan dicapai melalui maksud, cara, dan aturan Tuhan dalam mempersatukan dua orang menjadi sebuah keluarga baru.

C. Kebaruan

Perkataan Tuhan Yesus dalam Mat 19:5 merupakan kutipan dari Kej 2:24 dalam Perjanjian Lama.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej 2:24) 

D. Refleksi 

Saya mengimani bahwa Tuhan adalah Pemrakarsa keluarga dan aturan Tuhanlah yang berlaku di dalamnya.

E. Kata Bijak

Dua insan satu atap, satu Tuhan satu tujuan.


Friday, February 6, 2026

Wahyu 7:9-17

祥 Kebahagiaan 

A. Ringkasan Khotbah

Martin Seligman melihat kebahagiaan secara psikologis adalah sesuatu yang mampu dipelajari dan diciptakan. Sederhananya kebahagiaan bergantung pada diri sendiri. Di sisi lain aksara Mandarin bersuara lain. Kebahagiaan ditunjukkan dengan aksara 祥. Aksara ini merupakan hasil gabungan dari aksara礻(Allah) dan aksara 羊 (Domba), artinya kebahagiaan bergantung pada Anak Domba yang duduk di sebelah kanan Allah. Khotbah berikut menggambarkan suasana kebahagiaan orang-orang di dalam Anak Domba Allah.

1. Penyembah Anak Domba

Yohanes terpukau dengan sekumpulan orang banyak di hadapan takhta Anak Domba. Mereka serentak memuji dan menyembah Allah. Seketika kebahagiaan terpancar mengiringi puji-pujian yang menggelegar. Kebahagiaan diungkapkan dengan penyembahan, pengakuan, dan puji-pujian kepada Anak Domba Allah.

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Why 7:9)

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" (Why 7:10)

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, (Why 7:11)

sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Why 7:12)

2. Menderita Demi Anak Domba

Yohanes semakin penasaran. Dari manakah mereka datang? Salah seorang tua-tua memberi penjelasan. Ternyata mereka adalah orang-orang yang menderita demi Anak Domba dan bertahan sampai akhir. Kebahagiaan dimiliki oleh orang-orang yang menderita demi Anak Domba Allah.

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" (Why 7:13)

Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Why 7:14)

3. Berbahagia Dalam Anak Domba

Mereka tidak keluar dari satu penderitaan dan masuk ke dalam penderitaan lainnya. Tetapi sebaliknya mereka masuk ke dalam kebahagiaan kekal. Tidak ada lagi air mata yang menetes dan kesakitan yang mencengkeram. Yang ada hanyalah persekutuan, pemeliharaan, dan tuntunan Anak Domba untuk selama-lamanya. Kebahagiaan dinikmati dalam Anak Domba Allah.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. (Why 7:15)

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. (Why 7:16)

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Why 7:17)

B. Kesimpulan

Kebahagiaan adalah milik mereka yang menyembah, mengaku, dan menderita di dalam Anak Domba Allah.

C. Kebaruan

Aksara 示 (manifestasi) mengalami perubahan bentuk menjadi礻ketika digabungkan dengan aksara lain dan disebut sebagai  神子旁 (aksara pinggiran Allah).

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa kebahagiaan di dalam dunia tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan kelak di hadapan takhta Anak Domba.

E. Kata Bijak

Anak Domba di kanan, gereja rasakan kebahagiaan.


Thursday, January 29, 2026

Filipi 3:1-11

 義 Kebenaran

A. Ringkasan Khotbah

Aksara Mandarin diperkirakan merupakan salah satu tulisan tertua di dunia. Tulisan yang berasal dari gambar-gambar yang disederhanakan ini telah menjadi saksi sejarah selama ribuan tahun. Aksara demi aksara menyimpan makna-makna yang mendalam. Aksara 義 (kebenaran) adalah hasil gabungan dari aksara 羊 (domba) dan aksara 我 (saya). Aksara ini mengandung makna bahwa kebenaran sejati diperoleh apabila seseorang secara pribadi berada di dalam atau bersekutu dengan Anak Domba Allah. Khotbah berikut mengajarkan tentang kebenaran sejati di antara kebenaran-kebenaran di dalam dunia.

1. Kebenaran Palsu 

Tensi Paulus memuncak saat menyinggung perkara kebenaran palsu. Jemaat Filipi diminta untuk waspada terhadap ancaman ini. Para pengajar kebenaran palsu bersafari dan mencari mangsa ke mana-mana. Mereka berusaha membelokkan kebenaran pada hal-hal yang kelihatan saja. Berbeda dengan kebenaran sejati yang meliputi hal-hal yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (Flp 3:1)

Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, (Flp 3:2)

karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. (Flp 3:3)

2. Kebenaran Diri

Paulus sendiri telah mengalaminya. Asam garam dalam mengejar kebenaran palsu telah menumpuk. Ia mencapai titik akhir namun tidak menemukan kebenaran di sana. Yang tersisa hanya ruang untuk membanggakan pencapaian kosong dan membangun kebenaran diri. Di dalam ruang itu Paulus menyadari bahwa kebenaran diri hanyalah sebuah kecacatan di hadapan kebenaran sejati.

Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (Flp 3:4)

disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (Flp 3:5)

tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (Flp 3:6)

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Flp 3:7)

3. Kebenaran Sejati

Paulus akhirnya menyingkapkan kebenaran sejati yang singgung sebelumnya. Kebenaran sejati adalah kebenaran yang diperoleh melalui iman kepada Anak Domba Allah. Kebenaran ini tidak seperti kebenaran palsu atau kebenaran diri yang sia-sia tetapi kebenaran yang menjadikan dirinya mengenal, bersekutu, serupa, dan memperoleh kebangkitan dalam Anak Domba Allah. 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Flp 3:8)

dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. (Flp 3:9)

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (Flp 3:10)

supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Flp 3:11)

B. Kesimpulan

Kebenaran sejati hanya diperoleh di dalam iman kepada Anak Domba Allah dan membawa kepada kebangkitan hidup.

C. Kebaruan

Dalam Flp 3:7 kata "rugi" diterjemahkan dari kata Zemia dalam bahasa Yunani yang berarti kerugian, kecacatan, atau kerusakan.

D. Refleksi 

Saya belajar berhati-hati dengan semua pencapaian supaya tidak jatuh ke dalam dosa membangun kebenaran diri.

E. Kata Bijak

Kebenaran mengalir dalam tetesan darah Anak Domba.


Friday, January 23, 2026

Maleakhi 3:6-15

Elohim

A. Ringkasan Khotbah

Abraham Lincoln pantas menerima penghormatan atas perjuangannya dalam mengakhiri perbudakan. Melalui amandemen ke-13, Lincoln selaku presiden menutup semua peluang praktek perbudakan di Amerika. Orang-orang menghormatinya dengan menyandangkan gelar The Great Emancipator (Pembebas Agung) kepadanya. Meskipun demikian gelar keagungan tertinggi disandang oleh Tuhan yang disebut Elohim. Allah Pencipta yang layak menerima segala penghormatan dan persembahan manusia. Lalu bagaimana cara orang percaya menghormati Elohim? Khotbah berikut mengajarkan cara yang pantas untuk menghormati Tuhan.

1. Mempersembahkan Hidup

Elohim menampar keras cara hidup orang Israel yang tidak menghormati-Nya. Bahkan sejak zaman dahulu mereka cenderung memilih cara hidup yang berseberangan dengan firman Tuhan. Tetapi Tuhan tidak berubah dan tetap setia. Elohim meminta orang percaya kembali menghormati-Nya dengan berbalik dan mempersembahkan hidup. 

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)  

Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" (Mal 3:7)  

2. Mempersembahkan uang

Pengajaran Tuhan tidak ditelan bulat-bulat oleh bangsa yang tegar tengkuk. Kesukaan menantang Tuhan telah mendarah daging. Mereka berlaku seolah-olah jalan hidupnya sudah benar. Tetapi Tuhan memperlihatkan kebusukan-kebusukan yang mereka sembunyikan. Dalam hal persembahan saja mereka tidak jujur, apalagi dalam hal lain. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan uang secara benar. 

Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (Mal 3:8)  

Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! (Mal 3:9)  

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal 3:10)  

Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:11)  

Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3:12)  

3. Mempersembahkan hati

Tidak puas kebusukannya dibongkar Tuhan. Orang Israel mulai mengata-ngatai Tuhan. Hati yang tidak hormat ditunjukkan dengan kata-kata yang buruk. Mereka menginjak-injak kehormatan Elohim dengan menyerang kekudusan ibadah. Elohim mengajar orang percaya menghormati-Nya dengan mempersembahkan hati.

Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" (Mal 3:13)  

Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? (Mal 3:14)  

Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga." (Mal 3:15)  

B. Kesimpulan

Elohim menuntut sikap hormat dengan mempersembahkan uang, hati, dan hidup secara benar.

C. Kebaruan

Elohim berarti dilingkupi ketakutan. Ketakutan ini berasal dari kemahakuasaan Allah dan menuntut rasa hormat yang tinggi. Elohim menekankan Allah yang transenden dengan kualitas yang berbeda dengan ciptaan. Kata tersebut digunakan lebih dari 2000 kali dalam Perjanjian Lama.

D. Refleksi 

Saya diingatkan kembali bahwa menghormati Tuhan tidak cukup hanya di gereja tetapi di mana pun saja berada.

E. Kata Bijak

Keagungan Tuhan menekuk setiap lutut.


Friday, January 16, 2026

Yesaya 40:27-31

El Olam

A. Ringkasan Khotbah

Jam Katedral Salisbury diakui sebagai jam tertua yang masih berfungsi. Usia 6 abad tidak menghentikannya untuk terus berdentang. Tiap jam dentangannya telah menemani aktivitas antar generasi di Inggris. Kapan "veteran tua" ini berhenti? Tidak ada yang tahu tetapi hari itu akan datang. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini selain Tuhan. Ia menyebut diri-Nya El Olam (Allah Yang Kekal). Ia tidak berubah serta tidak dibatasi ruang dan waktu. Khotbah berikut menunjukkan ketidakberubahan El Olam dalam kehidupan orang percaya.

1. Perhatian 

Orang Israel yang terbiasa membusungkan dada kini harus tertunduk lesu dalam pembuangan. Bangsa penyembah patung telah menjadi penguasa atas mereka. Setiap kali mereka menatap patung yang terpampang selalu terlintas pertanyaan "Sudah berubahkan Tuhan?" Firman Tuhan melalui nabi Yesaya menjawab bahwa El Olam tidak berubah, demikian dengan perhatiannya. El Olam tetap memperhatikan orang percaya.

Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (Yes 40:27)

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. (Yes 40:28)

2. Kekuatan

Perhatian-Nya melebihi sekedar kata-kata. Ia terus memberi kekuatan dan semangat kepada mereka di negeri asing. Sekalipun terasa gelap dan semuanya berbeda tetapi Tuhan masih tetap sama. El Olam tetap memberi kekuatan kepada orang percaya.

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yes 40:29)

3. Pengharapan

Betulkah masih ada secercah harapan di tengah kepungan patung berhala? El Olam menegaskan pengharapan kepada-Nya bersifat pasti. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan lebih perkasa dari siapa pun. Waktunya akan tiba. El Olam tetap sebagai harapan orang percaya.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (Yes 40:30)

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.  (Yes 40:31)

B. Kesimpulan

Allah Yang Kekal terus menerus memberikan perhatian, kekuatan, dan harapan bagi orang percaya.

C. Kebaruan

Dalam Yes 40:32 kata menanti-nantikan berasal dari kata qavah dalam bahasa Ibrani yang berarti menunggu, mencari, atau berharap.

D. Refleksi 

Saya belajar untuk tetap memberi perhatian kepada orang yang terus mengecewakan seperti Tuhan memperhatikan saya.

E. Kata Bijak

Segala suatu berubah selain Tuhan.


Thursday, January 8, 2026

Daniel 5:18-30

El Elyon

A. Ringkasan Khotbah

Sistem pemerintahan Indonesia memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Jika menteri yang diangkat tidak sesuai harapan maka presiden berkuasa memberhentikannya kapan saja. Lalu bagaimana dengan El Elyon (Allah Yang Mahatinggi) yang diimani orang Kristen? Apakah El Elyon memiliki kewenangan tertinggi atas seluruh dunia? Khotbah berikut memperlihatkan kewenangan dan kedaulatan Allah Yang Mahatinggi.

1. Mengangkat  

Raja Belsyazar pucat pasi oleh peristiwa tulisan di dinding. Ia menyendengkan telinganya ke arah Daniel. Mendengarkan penjelasan bahwa kekuasaan raja Nebukadnezar yang legendaris itu adalah pemberian El Elyon sehingga Nebukadnezar dapat berbuat sesukanya. Tidak ada seorang pun dapat naik takhta tanpa perkenanan Allah Yang Mahatinggi. El Elyon berkuasa mengangkat pemimpin.

Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. (Dan 5:18)

Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya. (Dan 5:19) 

2. Menurunkan

Tetapi raja Nebukadnezar dengan segala kepemilikannya berpikir bahwa tidak ada yang sanggup menyaingi kuasanya. Kesombongannya telah membumbung tinggi melawan El Elyon. Ia tidak mengakui El Elyon berkuasa mengangkat dan menurunkan. Maka Nebukadnezar dijatuhkan dan turun dalam kehinaan seperti seekor binatang sampai ia menyadari semua kesalahannya. El Elyon berkuasa menurunkan pemimpin.

Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. (Dan 5:20)

Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu. (Dan 5:21)  

3. Menghukum

Tetapi sebagai penerus Nebukadnezar, raja Belsyazar tidak belajar dari sejarah. Bahkan selangkah lebih berani. Belsyazar menghina El Elyon dengan mengotori perkakas Bait Suci. Meskipun Daniel telah membuka misteri tulisan di dinding sebagai peringatan tetapi ia tetap tidak bertobat. Hukuman mati pun turun atas dirinya. El Elyon berkuasa menghukum pemimpin.

Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. (Dan 5:22)

Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. (Dan 5:23)

Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. (Dan 5:24)

Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. (Dan 5:25)

Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; (Dan 5:26)

Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; (Dan 5:27)

Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." (Dan 5:28)

Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. (Dan 5:29)

Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. (Dan 5:30)

B. Kesimpulan

El Elyon berkuasa mengangkat, menjatuhkan, dan menghukum pemimpin di dunia.

C. Kebaruan

Tulisan "Mene, mene, tekel ufarsin" adalah tulisan dalam bahasa Aram.

D. Refleksi 

Saya diingatkan untuk menghargai jabatan dengan tetap rendah hati dan menyadari segala sesuatu adalah pemberian Tuhan Yang Mahatinggi.

E. Kata Bijak

Jabatan boleh tinggi tetapi hati harus selalu rendah.


Saturday, January 3, 2026

Rut 1:16-22

El Shaddai

A. Ringkasan Khotbah

Pemimpin negara dilihat sebagai orang yang paling berkuasa di negaranya. Ia berkuasa atas banyak hal tetapi sekaligus tidak berkuasa dalam banyak hal. Ia dapat mempertahankan hati rakyatnya dengan mengupayakan ketentraman. Namun saat situasi tidak terkendali maka benih pembelotan mulai tumbuh. Berbeda jauh dengan El Shaddai sebagai penguasa hidup orang percaya. Kekuasaannya tidak dapat dibatasi oleh apapun. Khotbah berikut membahas bagaimana El Shaddai berkuasa atas hidup Rut yang sedang kacau.

1. Menanamkan Iman

El Shaddai yang dikenal Rut sungguh berbeda dengan dewa-dewa terkenal di daerah Moab. Sekian lama Rut mengenal dewa Kamos (Hak 11:24) dan Baal Peor (Bil 25:3) tetapi hatinya tidak tertambat. Dewa-dewa mereka tidak mampu berikan iman kepadanya meskipun mereka tidak dilanda kelaparan seperti Naomi. El Shaddai menanamkan iman yang kuat.

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; (Rut 1:16)  

di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:17)  

2. Memberi Tekad

Iman yang kuat dalam diri Rut seperti asap perapian yang terus membumbung tinggi. Tekadnya tidak terbendung oleh apapun. Kesedihan, ketakutan, dan keraguan tidak dihiraukannya. Ia memutuskan untuk tetap bersama Naomi menuju ke tempat "kelaparan" (Rut 1:1). El Shaddai memberikan tekad yang kuat.

Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. (Rut 1:18)   

Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" (Rut 1:19)  

Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. (Rut 1:20)  

Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:21)  

3. Mengatur Musim

Sesampai di sana ternyata semuanya telah berubah. Rut sebelumnya membayangkan orang-orang akan murung oleh siksaan rasa lapar kini terkesima. Mereka menyambut Naomi dengan hangat. Kelaparan telah pergi jauh dari negeri itu dan musim menuai telah tiba. El Shaddai mengubah segala musim kehidupan. 

Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. (Rut 1:22)  

B. Kesimpulan

El Shaddai berkuasa mengubah hati, memberi tekad, dan mengatur musim kehidupan.

C. Kebaruan

Tuhan sendiri yang menyatakan dirinya kepada Musa sebagai El Shaddai dalam bahasa Ibrani yang berarti Allah Yang Mahakuasa.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Kej 6:2)

D. Refleksi 

Kesulitan dan ketidakpastian terkadang melemahkan tekad saya dalam mengikut Tuhan tetapi firman Tuhan menguatkan saya untuk tetap teguh di dalam kekuasaan El Shaddai Penguasa segala musim kehidupan.

E. Kata Bijak

Singgasana El Shaddai adalah kekuasaan tanpa batas.


Saturday, December 27, 2025

Matius 14:22-33

Tuhan Penuh Kemurahan

A. Ringkasan Khotbah

Pada tahun 2024 Charity Aid Foundation menobatkan Indonesia sebagai negara yang paling dermawan untuk ketujuh kalinya. Kemurahan hati orang Indonesia diakui dunia. Banyak yang bersedia menolong orang susah dengan uang maupun tenaga. Apakah orang percaya termasuk di dalamnya? Khotbah berikut membahas kemurahan Tuhan Yesus sebagai teladan bagi semua orang percaya.

1. Perasaan ditinggalkan

Murid-murid yang kenyang dengan roti dan ikan diminta untuk berlayar terlebih dahulu. Ia menuju ke bukit untuk berdoa sendirian hingga malam. Tiba-tiba angin dan ombak yang sangat ganas menerpa. Kali ini tidak ada Tuhan Yesus yang tidur di kapal (Mat 8:23-27). Mereka benar-benar merasa ditinggalkan.

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. (Mat 14:22)  

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Mat 14:23)  

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. (Mat 14:24)  

2. Perasaan Takut

Tanpa Tuhan Yesus mereka sangat ketakutan. Indera murid-murid terbutakan oleh rasa takut. Di tengah krisis, Tuhan Yesus datang untuk menunjukkan kemurahan-Nya. Tetapi mereka tidak menyambutnya dengan "Shalom" tetapi "hantu". Bahkan suara-Nya pun diragukan. Itulah sebabnya Petrus ingin memastikan dengan turun ke air dan ketakutan kembali menggagalkannya. Mereka benar-benar ketakutan.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (Mat 14:25)  

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. (Mat 14:26)  

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Mat 14:27)  

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." (Mat 14:28)  

Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. (Mat 14:29)  

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" (Mat 14:30)  

3. Perasaan Takjub

Tuhan Yesus yang penuh kemurahan tidak tersinggung dengan reaksi murid-murid. Ia segera menolong Petrus dan naik ke perahu bersamanya. Tuhan menolong di waktu yang tepat tanpa memperhitungkan kesalahan mereka. Perasaan takjub menggantikan rasa ditinggalkan dan takut. Mereka tidak dapat menahan diri untuk menyembah Tuhan. 

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" (Mat 14:31)  

Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. (Mat 14:32)  

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Mat 14:33)  

B. Kesimpulan

Tuhan penuh kemurahan mengubah perasaan ditinggalkan dan takut menjadi penyembahan yang dihiasi rasa takjub.

C. Kebaruan

Dalam Mat 14:33 mencatat bahwa murid-murid pertama kali menyebut Tuhan Yesus sebagai Anak Allah.

D. Refleksi 

Terkadang saya berpikir Tuhan terlalu lambat untuk menolong dan firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan yang penuh kemurahan akan segera menolong di waktu Tuhan yang indah.

E. Kata Bijak

Angin bertiup kencang, kemurahan Tuhan terpancang.


Kisah Para Rasul 2:14-15, 37-41.

Karya Roh Kudus A. Ringkasan Khotbah Minggu pertama adalah minggu terberat bagi seorang pekerja baru. Survei BambooHr tahun 2023 menemukan s...